Mari Kembali Ke Dunia Nyata

Sebanyak 43 episode, hampir dua bulan ini aku terlalu lama dan serius mantengi sinetron deh kayaknya wkwk. Udah saatnya perlu perlahan tapi pasti move sih ini. Sudah cukup ya, riset-risetnya. Kamu udah tau kan, gimana caranya cari kalimat biar related sama anak Gen Z? Yuhuu buka aja tiktok terus lihat komen-komen. Karena ternyata banyak hal yang akan ditemui disana. 

Sekarang kembali ya...ke dunia nyata. Dunia yang katanya perlu misi penyelamatan dari pahlawan bertopeng tanpa tanda jasa. 

Masak niatnya mau riset malah keblabasan nyari spoiler tiap hari, itu nggak worth it wkwk. Yok bisa Yook mulai di list lagi tugas-tugas yang harus diselesaikan. Banyak, kan? Sampai lupa kaaan buat apa aja yang ingin kamu capai di tahun ini. Tahun kemarin jujurr kalau kamu kayak air mengalir, ya kan? Jadinya ga ada capaian baru emang. Mau ikutan online course aja ga jadi dengan alasan chat gpt banyak. Eh, ngomong-ngomong chat gpt, ini salah satu aplikasi yang pasa akhirnya aku lumayan menguasai cara penggunaannya wkwk. Lumayan, hemat beberapa waktu buat cari ide. 

Selebihnya? Ke pendewasaan aja kali, ya. Diingetin kalau bisa usia 40 sudah jadi master piece. Punya apa gitu. Waaah kaaaan. Punya apa ya enaknya? 

Mau bilang blog, kok nyatanya nih blog juga gini-gini aja. Belajar menulis sih ini kayaknya. Tahun ini saatnya mengasah kalimat-kalimat biar mudah dipahami dan maksud yang ingin disampaikan nyampek gitu.

Bismillah belajar buat majalah a.k.a selebaran buat anak-anak sekolah. Semoga bisa jadi awalan. 


Terus masih mau nonton sinetron Asmara Gen Z? Iyaaa masih kayaknya, terlanjur penasaran sama kisah Aqeela dan Fattah wkwk. Mereka bakal udah atau gimana gituu. Meski effortnya ga sebesar yang sebelumnya sih. Tim pantau aja lah ya... 

Sungguh tanggung jawabmu itu lebih banyak dari waktu yang kamu miliki. So, fokus dan bekerja keraslah. 
Read More

Crazy Rich Di Sekitar Rasulullah

Pada mulanya aku selalu berfikir sangat menakutkan menjadi orang kaya. Peluang untuk menjadi sombong sangat besar plus hisabnya nanti juga banyak. Kayak-kayaknya tu, ga pengen banget jadi orang yang banyak uang. Pengennya jadi orang yang cukup, pas mau apa-apa uangnya cukup gitu hihi. Ketakutan itu muncul disebabkan oleh penghayatan terhadap kisah Karun. Iyaaa Karun yang tenggelam bersama hartanya. Sampai lupa kalau para Sahabat di sekitar Rasulullah mereka juga bukan orang dengan keuangan kembang kempis. 

Gegara selalu terbayang uang = Karun sampai lupa ada Abdrrahman Bin Auf yang beliau kaya raya banyak uang dan tetap masuk surga dengan hartanya itu. Kalau pada masa Rasulullah para sahabat jadi enggan bekerja maka saat perang Tabuk tidak akan cukup perbekalan perang. Nggak bakal ada cerita itu Usman Bin Affan menyumbangkan 950 onta, 70 kuda, dan 1.000 dirham. Banyak banget, pada kepo nggak sih berapa aja kekayaan para sahabat yang ada di sekiar Rasulullah? Yuk, simak!

Daftar Kekayaan Sahabat Nabi
Abdurrahman Bin Auf
Salah satu orang yang ingin miskin dengan membeli kurma busuk dengan harga tinggi, eh... malah setelahnya ada orang yang mencari kurma busuk dengan harga yang sangat tinggi. Gagal miskin deh. Sahabat satu ini memang sering banget dijadikan rujukan para pengusaha muslim. Karena kesuksesannya dalam berwirausaha. Kekayaan beliau berupa 1.000 ekor unta, 1.000 ekor kuda,  ribuan kambing, seperempat harta warisannya aja 84.000 dinar. Kerennya lagi, beliau masih mewasiatkan agar seluruh alumni perak badar yang masih hidup diberi 400 dinar. Padahal alumni pasukan badar yang masih hidup pada waktu itu masih 100 orang. Dihitung aja berapa uangnya kalau full hihi. Ya gimana ya, sekali duduk dalam majelis infaknya aja ga kaleng-kaleng. Tu kotak infak masjid lubangnya ga muat, saking banyaknya uang yang di infakkan. Ga cuma infak, sebagai pebisnis ulung beliau juga ngga pernah absen dalam peperangan pada zaman Rasulullah.

Utsman Bin Affan
Sahabat yang dikenal kalem dan punya hobi berbagi. Saat wafat meninggalkan properti kekayaan senilai 200.000 dinar dan sejumlah onta serta kuda. Bahkan hingga saat ini masih ada kebun kurma, hotel, dan rekening atas nama Utsman Bin Affan. Saat Rasulullah masih hidup tentu banyak yang telah diberikannya untuk islam, selain infak saat perang Tabuk, Utsman juga membeli sumur dari Yahudi dengan harga tinggi agar umat muslim dapat mengakses air dengan mudah.

Thalhah Bin Ubaidillah
Ini juga ga kalah fantastis. Penghasilannya dari usah yang ada di Irak adalah 1.000 dinar per hari. Itu baru satu tempat usaha, gaes! Masih ada lagi usahanya yang ada di Yaman. Bisa dibilang penghasilan harian Thalhha Bin Ubaidillah lebih dari 1.000 dinar per hari. 

Sa'ad Bin Abi Waqqas 
Rumahnya bisa dibilang sangat mewah. Bayangin aja temboknya dari bahan yang sama seperti batu akik dengan halaman yang luas. Ketika wafat beliau mewariskan harta setara degan 15,38 M

Zaid Bin Tsabit 
Kekayaan sahabat Rasulullah yang satu ini adalah 100.000 dinar dan tanah. Selain itu masih ada emas dan perak. Konon karena saking banyaknya, saat harta warisannya akan dibagi harus dipecah degan kapak. Kebayang ga sih kalian gimana bentuk emasnya, sampai kapak maju.

Zubair Bin Awwam
Sahabat yang memiliki keahlian berkuda ini juga nggak kaleng-kaleng. Harta warisan yang beliau bagi-bagikan sebanyak 57.600.000 dirham ini setara dengan 3.543.724.800 rupah. Tiga trilyun lebih!! 

Abu Bakar 
Manusia yang timbangan keimanannya lebih berat dibandingkan dengan keimanan seluruh manusia ini juga memiliki kekayaan yang besar. Aku belum nemu sumber yang menjelaskan tentang berapa besarnya harta Abu Bakar sih, tapi kalau dilihat dari kisah-kisahnya kita bakal bisa menyimpulkan kalau Abu Bakar ini juga kaya. Bayangkan dia membebaskan budak, salah satunya Bilal Bin Rabbah. Selalu menjadi yang pertama dalam membantu orang kesusahan. Menginfakkan seluruh hartanya saat perang Tabuk. Jadi, bisa dibilang seluruh hartana digunakan untuk islam.

Umar Bin Khathab 
Umar Bin Khathab ini merupakan salah satu pengusaha properti yang sukses serta memiliki ladang pertanian seluas 70 ribu hektare. Dimana per hektare bisa menghasilkan uang setara 160 juta per tahun. Artinya dari hasil panen di ladangnya Umar akan mendapatkan penghasilan 2,8 T. Fantastis sekali, kan?

Realita ini seharunya cukup untuk menjadi penyemangat bagi orang islam untuk bekerja keras namun tetap berorientasi akhirat. Dalam artian dia tidak terlena dengan pekerjaan yang dilakukan. Spirit yang perlu dibangun adalah banyak ibadah yang memerlukan biaya. Banyak agenda dakwah yang butuh biaya. Yuk... bisa yuuuk semangat bekerja. Jadikan pekerjaan kita sebagai jalan mendapatkan surga-Nya.
Read More

Hai! Aku Tania Sahabat Gen Z dan Alfa

 Kemanapun aku mencoba mencari pelarian dan mencoba menentukan arah tujuan, akan selalu dipertemukan dengan hal yang sama. Dari dulu sampai sekarang ternyata perhatianku tidak pernah bergeser. Masalah anak usia SMP sampai dengan SMA. Entah mengapa aku merasa jika periode ini adalah periode krusial untuk ditemani. Selalu ingin memastikan mereka tumbuh sebagaimana mestinya. Maksimal usia 15 tahun mereka sudah selesai dengan dirinya. Sudah bisa menerima dan mensyukuri hidup yang dia miliki. Tidak pernah lelah untuk terus belajar, memperjelas jati diri dan jalan untuk meraih mimpi. Menjadi pribadi yang hidup bukan hanya untuk diri sendiri. Memiliki kejelasan pandangan tentang peran apa yang harus dimiliki. Tidak lelah meng-upgrade kemampuan diri.


Aku ingin membersamai mereka. Di penghujung tahun ini, aku menemukan ternyata permasalahan yang dihadapi hampir sama dengan zaman-zaman terdahulu. Masih seputar miras, narkoba, pornografi, hamil di luar nikah. Masalah-masalah yang di blowup maksimal adalah seputar kesehatan mental dan bullying. 


Kemarin sempat pusing banget sih, membayangkan masa depan. Anak yang hamil di usi sekolah, apa kabar kesiapan mereka menjadi ibu? Terus, kalau anak mereka sudah lahir, siapa yang akan merawat mereka? Jadi apa mereka di masa yang akan datang?


Anak yang sudah terbiasa dengan sebotol minuman, narkoba, atau melakukan hal asusia lainnya dikeluarkan dari sekolah, apa kabar masa depan mereka? Sekolah seolah bukan lagi tempat mendidik, bagi sekolah lebih baik mengamputasi mereka dari bangku sekolah daripada mencari jalan memperbaiki. Sampai pada kesimpulan, masa depan seorang anak tidak lebih penting dari reputasi sekolah. Jika sekolah sudah bermetamorfosa menjadi tempat transfernya ilmu pengetahuan saja, lalu?


Ah, tapi bisa jadi juga menurut sekolah itu adalah jalan terbaik. Daripada menularkan virus kepada lainnya, kan?  Atau bisa jadi ini bentuk keputusasaan. Saat mencoba berkolaborasi dengan orang tua, ternyata orang tuanya juga melakukan kesalahan yang sama. Sehingga, menurut mereka tidak masalah anaknya melakukan hal tersebut. Bisa banyangin ga sih, anak dari seorang pemabuk atau pemakai atau bahkan penjualnya? 


Inilah masalah selanjutnya, orang tua yang ternyata juga problematik. Ibaratnya sudah dicekoki dengna hal baik, sudah dicoba untuk diperbaiki tetapi rusak lagi oleh orang terdekat. Jika orang tua melihat anak yang penting bisa hidup kemudian terserah dia mau apa, ya gimana? Kepada siapa lagi harus berdiskusi untuk menyelesaikan masalah ini. Padahal keluarga adalah sebuah lingkungan terkecil yang mepengaruhi jati diri anak.


Entah harus mulai darimana untuk mengurai semua benang ini. 


Realita yang terus nampak ini memanggil hati nurani saya untuk bisa menyadarkan mereka semua. Agar kembali kepada jalan yang benar. Dengan bekal menulis ala kadarnya dan bisa sedikit-sedikit edit canva dan video, sepertinya menggunakan media sebagai wadah penyadaran adalah hal yang paling mungkin dilakukan. Selain tetap menyusun langkah-langkah pembinaan bagi mereka. 


Ya, melakukan propaganda isu bagi gen z, alfa, betam dan gamma adalah jalan ninjaku. Menulis di blog ini, aktivasi media sosial, dan  menulis buku atau novel mungkin  bisa menjadi salah satu pilihan. 


Jadi, sudah ketemu kan Ren? Peran apa yang akan kamu ambil. Sekarang saatnya belajar agar bisa melakukan propaganda tersebut. 


Yang jelas kepikiran sih melakukan riset, mengolah bahan, up. Bismillah ya Allah, ijinkan kami menjadi fasilitator kehidupan bagi mereka.

Read More

Pertanda Jodoh

 Jodoh... adalah misteri yang tersimpan rapi dan akan terkuak setelah kita menemukannya. Jalan untuk menemukannya tidaklah mudah. Ada masa kita merasa sangat dekat dan dia banget jodoh, tapi ternyata bukan. Merasa kayaknya nggak banget tapi nyata-nyata memang dia jodohnya. Orang-orang berfikir itu nggak setara dan nggak sepantasnya, tapi kalau itu memang takdir ocehan mulut manusia apalah artinya. Ada beberapa tanda yang dianggap oleh orang-orang itu adalah tanda jodoh.

Pertama, Jalannya Mudah

Jodoh itu sudah disiapkan oleh Allah secara khusus dan unik. Jalan untuk sampai kepadanya akan banyak rintangan, menguras emosi, air mata, dan luka-luka. Tapi, sebenarnya... rintangan itu datang karena kita saja yang belum benar-benar fokus untuk menemukannya. Atau bisa jadi, rintangan itu adalah cara untuk menyiapkan kita agar bisa bertemu dengan jodoh. Saat kita sudah menyelesaikan ujian dan rintangan dengan baik, sudah mengenolkan diri, cahaya itu akan datang. Banyak orang bilang jika itu jodoh maka jalan untuk bisa bersama akan terasa mudah. 


Jodoh itu Saling Menumbuhkan

Jika dia jodoh kita,  pasti akan membuat kita semakin bertumbuh. Menjadi manusia dewasa dan mampu menjalankan dengan benar tujuan dari penciptaan. Dia akan mengantarkan kita pada tempat yang seharusnya kita tempati. Bukan jodoh jika memberikan rasa sakit tak berkesudahan. Bukan jodoh jika dia mengkerdilkan. Jodoh itu akan saling menumbuhkan. Menjadikan satu menjadi lebih baik dibanding sebelum bersama.

Tapi... tidak berarti jika saat ini kita menjadi kerdil dengan jodoh yang kita percayai kita belum menemukannya. Karena bisa jadi, kita yang bertemu dengannya sebelum selesai dengan ujian diri. Ah.. berarti jodoh itu akan menumbuhkan jika kita bisa menyelesaikan segala ujian. Ya, kita akan tumbuh bersama disaat yang pantas.


Jodoh, akan selalu dipertemukan

Sejauh apapun mencoba untuk mencari lain jalan, jika jodoh pada akhirnya akan dipertemukan. Kadang bertanya, kok bisa? Karena jodoh itu seperti gembok dan kunci, seperti sepasang alas kaki. Jika bersama dengan lainnya tidak akan tepat. Pernah denger kan istilah, lama jagain jodoh orang? Kecenderungan bisa kepada beragam pilihan, tapi jodoh hanya ada satu yang tepat.


Emmm iya, jodoh ini bukan hanya jodoh dalam pernikahan saja lo. Jodoh dalam pekerjaan, jodoh dalam menentukan peran, bahkan bisa juga jodoh dalam mendefinisikan diri. Eh, yang terakhir gimana? Iya, kadang kita yakin banget kalau kita itu orang yang tulus dan suka menolong. Ternyata di detik kemudian kita menemukan ternyata sikap suka menolong itu bukan karena ketulusan tetapi karena mengharapkan feedback tertentu dari orang lain. 


Perkara bertemu jodoh definisi diri ini tidaklah mudah, ingat hukum tentang mengenali manusia adalah proses seumur hidup. Nah, kan... artinya, mengenali diri adalah proses seumur hidup.


Read More

Tabinaku Mau Jadi Anak SD

Sepertinya baru kemarin Bapak menggenggam tangan kecilmu ke sekolah lalu aku mengambil gambar biar kayak ala-ala. Baru beberapa waktu yang lalu rasanya aku menemanimu berbaris di atas karpet dengan name tag buah strawberry bertuliskan namamu. Waktu itu, kau memakai pakaian serba ungu. Tidak ada drama menangis dan merengek. Kau bahagia dengan hari pertama sekolah. Sangat bersemangat main jungkat-jungkit. Hanya ditemani ibu sebentar saat teman yang lain masih merengek untuk ditemani. Hay, teman main ibuk...waktu itu aku merasa berat melepasmu sekolah. Karena selama 4  tahun kau adalah duniaku. Kutinggalkan beberapa hal yang bisa saja meraihnya untuk bertanggungjawab ada permintaan panjang pada Tuhanku. Ya, permintaan untuk mendapatkan amanah seorang malaikat kecil. 

Nak, taukah kau apa doa yang ibu panjatkan? Semoga ibu diberikan kepantasan untuk memilikimu. Mengantarkanmu mencintai-Nya dan mengikuti seluruh ajaran Rasul-Nya. Membersamaimu dalam kebaikan, belajar dan mengajarkan Al Qur'an. Aku hanya wanita biasa yang meminta kepantasan untuk membersamaimu, Sang pengikut Rasulullah yang menginspirasi alam semesta. 

Rasanya baru kemarin, kau terbata belajar membaca Al Qur'an. Harus berbesar hati saat teman-teman mendapt kitab qiroati jilid 1 dan kamu masih dengan kartu. Menghafal Al Fatihah yang terbolak-balik hingga kemarin kamu maju di atas panggung bersama teman-temanmu menghafal As Syams dengan lantang. Aku tentu tak pantas membandingkanmu dengan anak lain yang capaiannya lebih daripada dirimu. Aku tau bagaimana usahamu untuk sampai pada titik ini. Tetiba kau lulus TK dengan jilid 3 Qiroati di halaman 54 (dari 60 halaman). Bisa menghafalkan surat-surat pendek yang pada usia yang sama ibu dan bapak belum bisa melakukannya. Aku adalah saksi dari semua kerja kerasmu. Maafkan ibu ya, yang belum menemanimu dengan baik. Belum memenuhi amanah dari Allah yang dengan penuh kesadaran aku memintanya. 

Terimakasih ustadzah Uki yang penuh kesabaran membersamainya. Ustadzah sudah menjadi antitesis ibu yang galak bagi Tabina wkwk. Terimakasih telah mengajarkannya dengan cara yang baik, sehingga dia bisa mengikuti semuanya. Kalau bukan ustadzah yang sabar, telaten, dan menenyangkan pastilah dia tidak akan sampai pada level ini. Sangat meyakini ada doa panjang dari ustadzah untuk anak-anak. Jika ustadzah bertanya apa yang membuat Tabina sholat lebih dari tiga kali, jawabannya adalah "kata ustadzah". Enak banget ibuknya tinggal bilang, "Hayo, apa kata ustadzah". Kemarin harusnya jawabannya itu ust, hihi. Sekali lagi terimakasih ustadzah sudah menjadi partner bagi kami untuk mendidik Tabina. Semoga ustadzah masih berkenan untuk menyimpan nama Tabina dalam doa-doa ustadzah.

Hey, ternyata sekarang sudah sampai ujungnya! Masa TK mu benar-benar berakhir. Dan ibumu ini, djavu...mengulang perasaan yang sama saat kamu akan masuk TK. Mampukah aku mendapingimu, sampai kau benar-benar menjadikan Allah sebagai tujuan, rasul sebagai teladan, Al Qur'an sebagai pedoman, jihad sebagai jalan, dan mati di jalan Allah adalah mimpi tertingggi? Mampukah kami, mendampingimu menjadi sosok nama yang tersemat? Mampukah kami mendampingimu untuk menjadi tentara Allah yang gigih dalam kebaikan? Akankah besok kau bertemu dengan Ustadzah yang tepat seperti saat TK dan mampu menemanimu bertumbuh? Luruskah niat ibuk memasukkanmu ke kelas tahfidz? 

Rabb..., jadikanlah aku ibu dengan doa yang hebat. Bimbinglah kami agar mampu mengantarkannya menjadi hamba yang totalitas menyerahkan diri kepadaMu. Hingga suatu hari aku mampu berkata, "Rabb ku wakafkan dia di jalan-Mu". Tentu saja yang akan diwakafkan harus dipastikan kualitas. Nah kan..berat deh. Tapi semoga bisa ya Allah. 

Bismillah ya Allah, Tabina masuk kelas tahfidz agar dia mampu menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman. Agar dia memiliki kecintaan sehingga menginteraksikan Al Qur'an dengan akal dan ruhaninya. Menjadikan Al Qur'an sebagai sumber inspirasinya. Menjadi bekal baginya dalam menghadapi tantangan dakwah yang akan dihadapi.

Ya Allah semoga di usia minimal 9 tahun dia sudah dewasa. Mampu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan mana yang lebih Engkau cintai dan mana yang Engkau benci, mampu membedakan yang haq dan bathil. 

Rabb...permudahkanlah jika itu adalah kebaikan dan persulitlah jika itu keburukan. Jadikan dia dan keturunannya selalu mencintai kebenaran dan kebaikan, mampukan dia dan keturunannya menjadi sosok yang baik dan membaikkan, sholih dan mensholihkan. Mampukanlah dia dan keturunannya menebar manfaat bagi umat. 


Read More

Ulasan The Perfect Husband


 

Dua kali ikutan RCO pasti ada genre ini, Romance. Genre roamce fiksi memang paling pas  buat baca cepat (kalau aku). Tidak terlalu memerlukan konsentrasi yang terlalu tinggi dan meresapi terlalu keras. Bacaan yang cukup ringan, cocok banget dibaca sama orang yang punya target One Week One Book. Salah satu novel yang ringan namun tetap memiliki isi yang bermakna adalah The Perfect Husband. Novel ini ternyata pertama kali diterbitkan di wattpad kemudia di adaptasi ke dalam novel cetak dan juga di angkat ke dalam sebuah film.

Novel setebal 568 ini mengangkat tema cukup ringan, yaitu perjodohan. Pemeran utama dalam novel ini adalah Arsen dan Ayla. Dua karakter dengan kepribadian cukup jauh berbeda. Arsen seorang pemuda yang cukup mapan, sopan, sabar, agamis dan penyayang sedangkan Ayla seroang perempuan yang mudah marah, berkata tanpa saringan, pengetahuan agama kurang, tidak suka diatur. Ayla tu macam urakan gitu, setengah devil kali ya, sedangkan Arsen setengan angel wkwk.

Alur yang digunakan dalam penulisan The Perfect Husband ini adalah campuran. Pada BAB pertama digambarkan saat Ayla dan kedua orang tuanya melayat ke rumah Arsen. Dimana yang meninggal saat itu adalah kedua orang tua Arsen karena kecelakaan. Sebenarnya sejak pertemuan tersebut Arsen sudah merasakan sebuah getar aneh kepada Ayla. Pada waktu itu Ayla berusia 5 tahun dan Arsen sudah 15 tahun. Indah Riyana menceritakan dalam novel ini Ayla menghibur Arsen dan meminjamkan bahunya. Duh, ini anak lima tahun perlu dikarungin sih. 

Hanya pada awal saja diberikan kejadian 10 tahun yang lalu. Ayla yang awalnya digambarkan anak kecil sweet tetiba memiliki karakter yang sulit diatur. Kabur dari rumah bersama pacarnya yang kemudian diketahui sudah bersuami ke club malam. Ayla mabuk karena merasa tertekan dengan peraturan ayahnya dan juga skripsi yang tidak kunjung usai. Ayahnya murka saat mendapati anak gadisnya dalam kondisi tidak sadar. Disini aku sebagai pembaca mengira kalau Ayla sudah kehilangan keprawanannya, ternyata belum hihi.

Keesokan paginya, kedua orang tua Ayla mempertemuakan dia dengan lelaki yang akan dijodohkan, Arsen namanya. Berbagai upaya sudah dilakukan Ayla agar perjodohan itu tidak terjadi. Namun, ternyata cinta Arsen yang sudah tumbuh sejak kecil sangat kuat, bahkan lebih kuat dibanding upaya Ayla menolah perjodohan tersebut. Singkat cerita mereka menikah. Arsen sangat sabar mendampingi istrinya. Menjaga istri selayaknya pengawal kepada ratunya. Sampai pernikahan lebih dari 3 bulan Ayla baru mengetahui jila Arsen adalah seorang pilot. 

Seiring berkembangnya cerita, tokoh wanita digambarkan tidak mampu memberikan support kepada suaminya. Padahal sang suami selalu megeluarkan effort yang besar dalam memberikan cinta dan perhatian. Ini konflik kesekian akan dimulai.

Ternyata Ayla hamil, mereka terlibat perselisihan sehingga Nenek Arsen meninggal, Arsen pergi tanpa kabar, Ayla keguguran kemudian depresi. Baru disini kedewasaan kedua belah pihak mulai muncul. Perjuangan bersama untuk menyembuhkan luka batin Ayla dan program kehamilan. 

Apa saja pelajaran yang dapat diambil?

1.      Selalu libatkan Allah dalam setiap mengambil Keputusan

Ini tampak saat Arsen dan Neneknya mau melanjutkna wasiat dari ayahnya agar menikahi Ayla. Ceritanya sang Ayah sudah pernah menuliskan “Calon Menantu” di bawah foto Ayla kecil. Saat Keputusan kita sudah menyertakan Allah di dalamnnya maka yakinlah Allah juga akan selalu terlibat dalam menangani dampak dari Keputusan tersebut.

2.      Keangkuhan yang disirami dengan Cinta dan kesabaran akan luluh

Kesabaran dan ketulasn Arsen dalam mencintai Ayla pada akhirnya dapat meluluhkan keangkuhan dan keegoisan Ayla.

3.      Hati-hati dengan marahnya orang sabar

Orang yang biasanya sabar akan sangat menakutkan jika sudah mulai marah. Dia selayaknya air yang tenang kemudian saat menerima gangguan menimbulkan bah yang sangat berbahaya.

4.      Kita akan merasa memiliki setelah kehilangan

Saat masih bersama kadang merasa biasa saja. Namun, jika nanti dia pergi beberapa lama rasa rindu menyergap dan ada ketidakterimaan berada jauh tanpa kabar berita.

5.      Keyakinan jika Allah akan mengabulkan doa

Ini terlihat sekali saat mereka menantikan buah hati Dimana pihak Perempuan divonis sulit memiliki momongan. Dengan keyakinan dan tidak pernah berhenti doa dipanjatkan akhirnya Ayla hamil juga.

6.      Jangan menilai seseorang hanya dari masa lalunya

Setiap orang pastilah memiliki masa lalu. Tidak ada orang yang benar-benar sempurna. Jika engkau sudah menerima orang tersebut sebagai pasangan hidup artinya juga siap menerima dia dengan segala masa lalunya.

 


Read More

Apa Yang Kamu Inginkan?

Sebuah pertanyaan sederhana tetapi jawabannya terkadang mengobrak-abrik jiwa. Kamu mau apa? Ingin apa untuk hari ini, ingin apa untuk esok pagi? Bahkan pertanyaan ini lebih sulit dari fisika statistik. 

Ada bisikan yang berkata, bukankah Allah sudah mengatur dan menentukan segalanya? Ikuti saja alurnya daripada repot-repot memikirkan keinginan diri. Tapi, ada sebagian orang aku rasa (ini asumsi saja) yang dia memerlukan obsesi agar hidupnya lebih bermakna. Keinginannya yang tidak hanya sebatas besok mau apa, tetapi besok, besok, besoknya lagi mau apa? 

Pada hitungan angka usia yang tak pantas lagi disebut remaja, di angka usia yang seseorang lainnya sudah memiliki banyak skil, kompetensi, dan kemampuan. Ada rasa kesal pada diri sendiri yang sepertinya masuh menjalani hidup terlalh santai. Akhirnya, hari ini bertanya...apa yang kamu inginkan? 

Menulis disini setiap hari barangkali...membaca minimal 30 menit per hari mungkin, belajar konsisten menulis di Web dan memperdalam mengenai digital marketing mungkin. 

Ah sudahlah, sepertinya keinginanmu masih seperti keinginan yang dahulu-dahulu. Ayo, kerjakan satu persatu. Jadilah dirimu versi dirimu. Kebutuhanmu adalah belajar. Plus sekarang harus lebih bijaksana membaca situasi yang ada. 

TMA dan stifin harusnya cukup membantu untuk lebih mengenali apanyang kamu inginkan. Barangkali semua butuh di visualisasikan. 
Read More

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.