Bagian Pertama tak Sempurna



Masa remaja adalah sebuah masa transisi dari fase anak-anak ke fase dewasa, dari masa tanpa identitas ke masa pemilihan identitas. Keguncangan biasanya terjadi dalam masa transisi, masih perlu menemukan pola yang pas, akan menjadi manusia dewasa yang seperti apakah nanti?. Ada yang berkata bahwa masa remaja itu seperti popcorn yang meletup-letup, sangat dinamis. Siapapun pastinya ingin punya cerita yang menarik di masa ini, yang akan disimpan rapi dalam memori dan akan diceritakan kepada anak cucu mereka untuk menjadi sebuah pelajaran berharga. Bahkan tidak sedikit yang berharap ceritanya lebih manis dari kembang gula, dan berakhir dengan bahagia sebagaimana cerita-cerita FTV. Aroma tentang cinta, persahabatan, pencarian jati diri, mengejar eksistensi diri amat kental pada masa ini. Kesan nakal, centil, arogan, mudah tesulut emosi menjadi bumbu penyedap masa transisi.
 Ada juga yang berkata kalau kehidupan remaja itu ibarat seseorang yang telah meninggalkan stasiun lama tetapi belum menemukan stasiun baru. Atribut lama ditinggalkan tetapi belum mendapatkan atribut baru. Apabila masa transisi ini tidak dapat diselesaikan dengan baik maka akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik untuk masa depannya. Permasalahan yang dapat timbul akibat kegagalan masa transisi ini adalah terhambatnya perkembangan potensi yang dimiliki oleh remaja.
Masa remaja berkisar antara usia 12–21 tahun bagi perempuan dan usia 13-22 tahun bagi laki-laki. Remaja awal itu berada pada usia 12/13 sampai17/18 tahun, dan remaja akhir itu pada usia 17/18 tahun samapai 21/22 tahun. Masa remaja akhir merupakan masa yang paling rawan karena pada masa itu orang tua sudah mulai mengurangi perhatiannya. Kalau dibuat masa sekolah berarti masa remaja awal itu saat SMP sampai dengan SMA atau awal masuk kuliah. Masa remaja akhir itu masa-masa mendekati akhir kuliah.
Bagi yang merasa masih berada di usia remaja sangat penting untuk bisa menemukan jalan terbaik agar identitas anda sebagai manusia dewasa dapat ditemukan dengan baik. Bagi yang sudah berada pada fase dewasa atau sudah menjadi orang tua maka perlu mengetahui bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan remaja. Agar potensi yang mereka punya dapat berkembang dan berguna bagi kedamaian dunia he.
Tatanan nilai yang berkembang disekitar remaja sangat mempengaruhi penemuan jati dirinya. Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik atau benar dalam lingkungan masyarakat. Nilai yang berada dalam sebuah lingkungan masyarakat secara tidak langsung akan membentuk pola pikir dari remaja yang merupakan bagian dari masyarakat tersebut.
Contoh bahwa nilai akan mempengaruhi pola pikir seseorang dapat kita pelajari pada masa perkembangan Fisika. Saat terjadi perbedaan pendapat mengenai pusat tata surya antara pihak gereja dan beberapa ilmuwan. Saat itu pihak gereja lebih sepakat bahwa pusat tata surya adalah bumi, sedangkan kepler, copernicus dan galileo menyatakan bahwa pusat tata surya adalah matahari. Ketika pendapat dari ilmuwan tersebut bertentangan dengan tata nilai yang sudah ada sejak lama maka beberapa ilmuwan berada pada posisi yang salah meskipun sebenarnya mereka menemukan sesuatu yang benar. Hingga pada akhirnya pembuktian bahwa pusat tata surya adalah matahari dapat diterima. Dan sekarang pihak gereja ataupun ilmuwan menemukan sebuah titik kesepakatan bahwa pusat tata surya adalah matahari. Dari contoh tersebut terlihat bahwa kepercayaan mengenai sesuatu yang benar akan sangat mempengaruhi pola pikir yang berkembang di masyarakat. Saat seseorang berada pada lingkungan yang kurang tepat dan dia menemukan nilai yang berbeda dengan masyarakat di sekitarnya maka memerlukan sebuah keberanian untuk membuktikan bahwa apa yang dia percayai adalah sebuah kebenaran. Siap menerima resiko ketika tata nilai yang dia miliki berbeda dengan orang sekitarnya. Dari contoh tersebut juga dapat kita petik sebuah hikmah bahwa nilai yang dimiliki seseorang selain didapatkan dari lingkungan dimana dia tinggal juga didapatkan dari sebuah penerungan yang mendalam. So..bagi kalian yang belum menemukan sumber atau pijakan dari pikiran yang ada dalam diri segera temukanlah. Ada sebuah nilai yang tidak diragukan lagi kebenarannya, yaitu nilai yang berasal dari Tuhan tersampaiakan melalu seorang Rasul dalam bentuk Firman yang kemudian kita sebut dengan Al Quran dan As Sunnah.
Pola pikir seseorang ini akan mempengaruhi visi, visi itu adalah tujuaan adalah impian dia adalah arahan kehidupannya. Untuk dapat memahami penjelasan mengenai visi, kita akan belajar mengenai vektor kehidupan. Vektor memiliki besaran dan arah. Jika besaran adalah nilai dari seseorang maka arah itu akan menunjukkan kemanakah seseorang bergerak. Visi itu memiliki pengertian yang sama dengan sebuah tujuan. Busur kehidupan kita akan diarahkan kemana? dengan gaya berapa newton? itu adalah contoh sederhana dari vektor kehidupan.
----

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.