Coretan 3 Paragraf



Kita tidak akan pernah memahami sebuah definisi jika kita belum pernah menjalani apa yang pernah ada dalam definisi itu. Hanya sekedar mengetahui tetapi tidak akan bisa merasakan setiap kata dalam definisi yang telah disediakan. Terkadang manusia tidak dapat memahami bahwa setiap kata memiliki nyawa, setiap kata memiliki tenaga. Semua punya kekuatan hanya saja tidak semua orang dapat merasakan kekuatannya tersebut. Tuhan telah menciptakan semuanya dengan penuh kesempurnaan, meski terkadanga manusia yang terlalu bangga dengan akal yang dipunyainya selalu mengkritisi ciptaan Tuhan. Mereka seolah lupa dari manakah asal akal tersebut. Seluruhnya dikritisi hingga akhirnya dia meletakkan hasil dari olah akalnya sebagai sesembahan dan kepercayaan yang dia anut. Ada dua tipe manusia yang mengagungkan akal saja sebagai dasar dia merenung dan mencari kebenaran hidup. Dia akan menjadi manusia yang sangat memahani eksistensi Tuhan atau akan menjadi manusia yang tidak lagi percaya dengan Tuhan. Semua harus sesuai dengan logika, padahal kita mempercayai Tuhan tidak selamanya logika begitu saja menerima. Sebuah logika keimanan yang merupakan pertemuan antara rasionalitas dengan perasaan, olah akal dan olah jiwa tentu akan berbeda dengan orang yang hanya menggunakan akalnya saja. Bagi dia semua harus tampak oleh mata. Sekarang bayangkan kalau semua harus tampak oleh mata maka, boleh jadi ilmuwan Fisika akan menjadi serombongan orang pertama yang merasa gila dengan penemuannya. Di dalam Fisika inti akan kita temui masa hidup sebuah partikel adalah 10-23 sekon. Apa mungkin alat indra yangterbatas dapat melihatnya..toh ketika menggunakan alat bagaimana dia bisa merasakan kehidupan dari partikel tersebut?.
Yah...begitulah hidup penuh dengan warna. Meski katanya manusia itu diciptakan dari tanah tetap saja akan menghasilkan tabiat yang berbeda-beda. Entah nyambung atau tidak tiba-tiba terlintas tentang dispersi cahaya. Dasi satu cahaya putih ketika menimpa sebuah kaca prisma pada sudut tertentu maka akan menghasilkan warna-warna yang berbeda. Manusia, yang semuanya adalah keturunan nabi adam (meski mungkin tidak semua orang mempercayainya) pada akhirnya akan memiliki berbagai macam perangai. Ada yang kemudian dia menjadi orang yang percaya bahwa dia adalah makhluk Tuhan yang berkewajiban untuk mengabdi kepadanya, menyembahnya dan meyakini bahwa segala kajadian adalah atas kehendaknya. Ada pula yang menjadi sangat tidak yakin bahwa Tuhan itu ada. Semua tergantung dia berada pada panjang gelombang yang mana sehingga warna jiwa dan warna akal antara satu dengan yang lainnya menjadi berbeda.
Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dengan sangat sempurna. Bayangkan...dalam sebuah efek fotolistrik kita dapat melihat betaa sempurna dan telitinya Tuhan dalam meciptakan Maha Karyanya. Fotolistrik tidak akan pernah terjadi jika frekuensi yang samapai pada plat logam tidak sama atau lebih besar dari frekuensi yang dimiliki oleh logam tersebut. Jika ciptaanya yang sangat kecil itu saja mampu di atur oleh Nya apalagi alam raya yang sangat luas ini. Alam semesta yang membutuhkan lebih dari 7 keturunan untuk dapat mengunjungi setiap sudutnya. Maha Besar Allah dengan Segala FirmanNya

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.