Masih Bagian Pertama: Pencarian Stasiun Kehidupan



Dalam lintasa pikiran yang baru saja berlalu he...tetiba terfikirkan bahwa karakter itu seperti halnya dengan masa jenis. Nilainya tetap meskipun dia berada dalam ruangan yang berbeda. Ya..itulah karakter nilai yang ada dalam dirinya tidak akan berubah dalam kondisi apapun. Misalnya masa jenis dari air adalah 1000 kg/m3 , ketika dia dimasukkan kedalam gelas piala massa jenisnya tetap segitu, dimasukkan ke dalam botol juga tetap segitu. Akan tetapi perlu kita ingat bahwa yang namanya karakter itu dapat kita bentuk atau dapat kita rubah. Sebagaimana massa jenis air tadi, massa jenis air memang 1000 kg/m3 akan tetapi akan berbeda antara massa jenis air dengan massa jenis air gula atau air garam. Massa jenis dari air gula atau garam nilainya lebih besar dari 1000 kg/m3 . Semuanya bergantung pada banyaknya kadar gula atau garam yang dimasukkan. Pun sama dengan karakter yang sudah kita punya. Em..konon karakter itu ada dua jenis yaitu karakter yang dibawa sejak lahir dan karakter yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Ibaratnya karakter sejak lahir itu seperti halnya sifat air yang cair..ditambahkan unsur apapun sifat zat cair akan tetap melekat padanya. Sedangkan karakter yang dipengaruhi lingkungan bisa kita umpakan dengan massa jenis zat cair yang akan berubah ketika ditambahkan unsur lain, atau sifat zat cair yang akan berubah ketika kita memberikannya perlakuan. Misalnya, zat cair yang didinginkan maka dia akan menjadi es, zat cair yang dipanaskan dia akan menjadi uap. Dalam teori pembentukan karakter disebutkan bahwa kita dapat melakukan pembentukan karakter melalui tiga hal yaitu:
1.   Berfikir dan mengamati diri sendiri
2.   Melakukan penilaian terhadap diri sendiri
3.   Menyempurnakan dan mempertahankan diri
Mari kita membayangkan bahwa kita adalah zat cair yang disebut dengan air. Ketika kita mengamati diri kita bukan hanya sekedar bagaimana tampilan fisik kita tetapi juga bagaimana sifat-sifat kita. Bagaiman jika kita berada dalam sebuah ruangan sempit, berada dalam danau yang sangat luas, jika kita ditambahkan unsur lain. Kita juga perlu berfikir, siapakah kita, mengapa kita ada, untuk apa kita diciptakan. Mengamati betapa sempurnanya diri kita dengan segala indra dan perangkat lunak dalam diri kita. Yang selalu bersinergi dan bertempat pada tempat yang tepat halaah. Ternyata kita adalah makhluk yang punya perasaan, berhubungan dengan orang lain. Saling membutuhkan, tidak bisa hidup sendirian. Menjadi hal yang wajar ketika usia remaja kemudian kita merasakan melodrama percintaan dan persahabatan. Masa ini adalah masa pencarian arti dari secuil keping kehidupan. Perlahan tapi pasti kita akan semakin mantap siapakah sebenarnya yang mencitpakan kita dan apa tujuan kita. Siapakah muara atas segala gundah gulana di masa transisi ini..di masa pencarian ini. Kita juga sebaiknya menemukan stasiun pemberhentian yang baik itu berada dimana.
Langkah kedua kita melakukan penilaian terhadap diri kita. Kita akan menemukan berada di titik manakah kita sekarang berada. Ketika kita mengetahui titik awal kita berada maka dengan mudah kita akan menetukan target nilai yang akan kita capai. Tentunya dengan berbagai macam cara untuk sampai pada titik tersebut. Terkadang penilaian kita dengan orang lain itu berbeda tergantung pada titik acuan dan alat ukur apa yang akan kita gunakan, Semua masuh serba mungkin dan masih serba ada kelasahan dalam pengamatan. Maka, lebih bijaksana ketika kita mampu menggunakan alat ukur yang paling valid pengamatannya.
Setelah kita melakukan penilaian maka sudah semestinya segala nilai diri yang baik untuk kita pertahankan dan nilai yang kurang baik perlahan kita buang. Berjalan beriringan kemudian kita akan senantiasa menyempurnakan diri kita dalam perbaikan. Tidak akan sempurna memang tetapi paling tidak kita mencoba untuk menyempurnakan diri. Menjadi pribadi magnetik, menginspirasi, mempesona dan menawan. Bukan karena fisik dengan dandanan yang habis-habisan, tetapi karena karakter, sifat, dan watak kitalah maka kitapun akan semakin mempesona.

2 komentar:

  1. maka kita pun akan semakin mempesona. .. hehehe ada beberapa kata yang sepertinya perlu diperbaiki qaqa... but that so wonderfull :D

    BalasHapus
  2. wkwkwk...ember, tu masih acak adut, itulah fungsi editor hihihi

    BalasHapus

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.