Dalam lintasa
pikiran yang baru saja berlalu he...tetiba terfikirkan bahwa karakter itu
seperti halnya dengan masa jenis. Nilainya tetap meskipun dia berada dalam
ruangan yang berbeda. Ya..itulah karakter nilai yang ada dalam dirinya tidak
akan berubah dalam kondisi apapun. Misalnya masa jenis dari air adalah 1000
kg/m3 , ketika dia dimasukkan kedalam gelas piala massa jenisnya
tetap segitu, dimasukkan ke dalam botol juga tetap segitu. Akan tetapi perlu
kita ingat bahwa yang namanya karakter itu dapat kita bentuk atau dapat kita
rubah. Sebagaimana massa jenis air tadi, massa jenis air memang 1000 kg/m3
akan tetapi akan berbeda antara massa jenis air dengan massa jenis air
gula atau air garam. Massa jenis dari air gula atau garam nilainya lebih besar
dari 1000 kg/m3 . Semuanya bergantung pada banyaknya kadar gula atau
garam yang dimasukkan. Pun sama dengan karakter yang sudah kita punya.
Em..konon karakter itu ada dua jenis yaitu karakter yang dibawa sejak lahir dan
karakter yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Ibaratnya karakter sejak lahir
itu seperti halnya sifat air yang cair..ditambahkan unsur apapun sifat zat cair
akan tetap melekat padanya. Sedangkan karakter yang dipengaruhi lingkungan bisa
kita umpakan dengan massa jenis zat cair yang akan berubah ketika ditambahkan
unsur lain, atau sifat zat cair yang akan berubah ketika kita memberikannya
perlakuan. Misalnya, zat cair yang didinginkan maka dia akan menjadi es, zat
cair yang dipanaskan dia akan menjadi uap. Dalam teori pembentukan karakter
disebutkan bahwa kita dapat melakukan pembentukan karakter melalui tiga hal
yaitu:
1.
Berfikir dan
mengamati diri sendiri
2.
Melakukan
penilaian terhadap diri sendiri
3.
Menyempurnakan
dan mempertahankan diri
Mari kita
membayangkan bahwa kita adalah zat cair yang disebut dengan air. Ketika kita
mengamati diri kita bukan hanya sekedar bagaimana tampilan fisik kita tetapi
juga bagaimana sifat-sifat kita. Bagaiman jika kita berada dalam sebuah ruangan
sempit, berada dalam danau yang sangat luas, jika kita ditambahkan unsur lain.
Kita juga perlu berfikir, siapakah kita, mengapa kita ada, untuk apa kita
diciptakan. Mengamati betapa sempurnanya diri kita dengan segala indra dan
perangkat lunak dalam diri kita. Yang selalu bersinergi dan bertempat pada
tempat yang tepat halaah. Ternyata kita adalah makhluk yang punya perasaan, berhubungan
dengan orang lain. Saling membutuhkan, tidak bisa hidup sendirian. Menjadi hal
yang wajar ketika usia remaja kemudian kita merasakan melodrama percintaan dan
persahabatan. Masa ini adalah masa pencarian arti dari secuil keping kehidupan.
Perlahan tapi pasti kita akan semakin mantap siapakah sebenarnya yang
mencitpakan kita dan apa tujuan kita. Siapakah muara atas segala gundah gulana
di masa transisi ini..di masa pencarian ini. Kita juga sebaiknya menemukan
stasiun pemberhentian yang baik itu berada dimana.
Langkah kedua
kita melakukan penilaian terhadap diri kita. Kita akan menemukan berada di
titik manakah kita sekarang berada. Ketika kita mengetahui titik awal kita
berada maka dengan mudah kita akan menetukan target nilai yang akan kita capai.
Tentunya dengan berbagai macam cara untuk sampai pada titik tersebut. Terkadang
penilaian kita dengan orang lain itu berbeda tergantung pada titik acuan dan
alat ukur apa yang akan kita gunakan, Semua masuh serba mungkin dan masih serba
ada kelasahan dalam pengamatan. Maka, lebih bijaksana ketika kita mampu
menggunakan alat ukur yang paling valid pengamatannya.
Setelah kita
melakukan penilaian maka sudah semestinya segala nilai diri yang baik untuk
kita pertahankan dan nilai yang kurang baik perlahan kita buang. Berjalan
beriringan kemudian kita akan senantiasa menyempurnakan diri kita dalam
perbaikan. Tidak akan sempurna memang tetapi paling tidak kita mencoba untuk
menyempurnakan diri. Menjadi pribadi magnetik, menginspirasi, mempesona dan
menawan. Bukan karena fisik dengan dandanan yang habis-habisan, tetapi karena
karakter, sifat, dan watak kitalah maka kitapun akan semakin mempesona.
maka kita pun akan semakin mempesona. .. hehehe ada beberapa kata yang sepertinya perlu diperbaiki qaqa... but that so wonderfull :D
BalasHapuswkwkwk...ember, tu masih acak adut, itulah fungsi editor hihihi
BalasHapus