Dalam Samudra Aksara



Hanya penyair yang percaya dengan tenaga kata-kata. Dengan kekuatan katanya dia dapat mengobarkan semangat orang lain. Dengan ketajaman penanya dia mampu menghadirkan cahaya dalam gulita. Dia adalah darah yang mengalir dalam peradaban. Dia adalah kobaran dalam pembakaran batu bata perubahan. Aku yang ada disini, ingin ikut menyelam dalam arus kata-kata para penyair.
Aku ingin hidup lama di dunia ini. Mungkin bukanlah ragaku yang akan bertahan ratusan tahun, tetapi aku ingin semangat dan jiwaku terus hidup. Ya... terus hidup sampai matahari terbit dari tempat tenggelamnya. Sangat berharap jiwa, semangat dan pemikiranku akan menjadi rujukan dalam pembangunan peradaban. Aku menyadari, bahwa aku hanya bagian dari generasi penyambung yang bertugas menyampaikan pesan dari generasi sebelumku kepada generasi setelahku. Aku adalah generasi perubahan, yang mempersiapkan pondasi perubahan kepada generasi setelahku. Seluruh pesan akan perananku akan kusampaikan melalui untaian aksara.
Aku adalah seoraang anak yang sedang berharap mejadi kunci pembuka pintu surga untuk ayah dan ibuku. Kebaikan yang aku lakukan semoga dapat mempermudah mereka menapaki jembatan sirot. Usiaku memang berbatas tapi aku berharap  kebaikanku akan terus mengalir. Mendapatkan golden ticket sebagai MLM kebaikan. Pahala akan terus mengalir kedalam rekening kehidupanku. Dengan rekening itu aku mampu menjadi pembuka kunci pintu surga untuk kedua orang tuaku.
Melalui tulisan aku ingin mengekspresikan segala rasa luka, suka, cinta, dan air mata. Hanya dalam samudra kata aku mampu mengelabui persepsi manusia. Bisa jadi aku menangis, tetapi mereka menyangka aku seedang tertawa. Bisa jadi aku sedang berduka tetapi mereka menyangka aku sedang bahagia. Aku bisa menyembunyikan beragam rahasia dalam kuncian kata. Berbagai macam diksi dapat aku gunakan semauku, dengan arti hanya aku yang tahu. Biarkan segala rasa berubah menjadi tulisan yang bernilai berbeda. Lebih berharga, meski semua adalah bentuk lain dari tumpahan air mata atau ribuan luka. Melalui kata, aku ingin mereka yakin bahwa aku baik-baik saja, mereka tetap percaya bahwa aku adalah manusia yang tegar dengan ketegran melebihi batu karang. Tetap meyakini bahwa aku adalah manusia yang mampu membuat ombak dengan deburan lebih dahsyat dari deburan dalam samudra.
Itu adalah rangakaian alasan mengapa aku ingin menulis. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk oang lain. Aku ingin dengan untaian kata-kataku bisa membuatku menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi umat manusia. Beberapa waktu ini sedang ingin konsen menulis mengenai pembentukan karakter pelajar. Siapapun dari diri kita mempunyai tanggung jawab untuk membangkitkan kebaikan pelajar yang sedang mati suri. Menuntun pelajar Indonesia menemukan cita rasanya. Membantu mereka menemukan konsep hidupnya. Berbahasa sesuai dengan bahasa mereka. mencoba menyelami kehidupan pelajar masa kini.  Selain sedang menulis mengenai pelajar, aku juga sedang menuliskan beberapa ekspresi hati yang hanya aku dan Tuhan yang tahu. dalam bahasa penuh diksi, terkadang menyayat hati. Tetapi...tetap saja hanya aku dan Tuhan yang akan memahami dari ruang mana kedalaman kata itu berasal.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.