Takdir-Ketidak Pastian Heisenberg



Sedikit belajar dari persamaan heisenberg. Sebelumnya aye kenalkan dulu sama om Heisenberg. Nama lengkapnya adalah Werner Karl Heisenberg (lahir di Würzburg, Jerman, 5 Desember 1901 – meninggal di München, Jerman, 1 Februari 1976 pada umur 74 tahun) adalah seorang ahli teori sub-atom dari Jerman, pemenang Penghargaan Nobel dalam Fisika 1932. Dia memiliki sebuah persamaan yang sangat fenomenal di fisika yang dikenal dengan Persamaan Heisenberg. Persamaan ini dikenal dengan hukum ketidakpastian Heisenberg. Dalam persamaan ini om Heisenberg menjelaskan bahwa kita tidak bisa menentukan dengan pasti jumlah partikel, tetapi kita mampu meramalkan atau memperkirakan kira-kira ada berapa dan dia ada dimana.
Saat iseng aye nemu di bukunya pakde Ipho Santoso yang menjelaskan mengenai takdir dengan menggunakan persamaan ini. Wuah....bener juga sih. Jadi gini, sebenarnya kita tidak pernah bisa memastikan mengenai takdir kita. Meskipun Allah sudah menjamin bahwa rejeki, jodoh, dan kematian sudah dipastikan oleh Allah kepada setiap hambaNya. Hanya saja, manusia tidak diberikan kekuasaan untuk mengetahui secara pasti manakah takdirnya sebelum dia benar-benar mendapatkannya.
Yang bisa kita lakukan hanya meperkirakan atau menduga dan bisa juga mengusahakan agar kita bertemu dengan takdir kita sebenarnya. Ada hal yang menarik, mengapa Allah tidak langsung memberitahu kepada manusia untuk mengetahui garis takdirnya masing-masing sejak dia menentukan pilihan. Coba deh bayangkan, kalau kita udah dibocorin ma Allah mengenai rejeki kita. Maka, bisa jadi kita pasrah aja...ga bakal usaha dengan kekuatan penuh. Kenapa? karena manusia menjadi tahu bahwa rejekinya segitu melalui pintu itu pada saat itu. Saat Allah masih menyembunyikan kemudian Allah memberikan berbagai macam penawaran maka, kita mampu mengerahkan segala kemampuan yang kita punya. Saat itu kita bisa menggunakan akal yang sudah diberikan untuk melakukan pertimbangan dan berbagai macam perkiraan.
Ya, masing-masing manusia memiliki garis takdirnya sendiri-sendiri. Kita tidak pernah tahu pasti mengenai takdir kita, tetapi Allah masih membukakan pintu untuk kita berusaha menjemput takdir kita masing-masing .

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.