Judul :
Teori Segala Sesuatu
Penulis : Stephen W. Hawking
Penerbit : Pustaka Pelajar
Tahun terbit : Januari 2004
Cetakan ke :
3
Tebal : 157 Halaman
Stephen Hawking seorang
ilmuwan Fisika besar abad ini. Seseorang
yang mempunyai penyakit sklerosis lateral amiotrofik. Penyakit syaraf motorik
yang menyerang sel syaraf pengendali otot, menyebabkan tubuh secara bertahap
lumpuh dan otot mengalami atrofi dan kejang-kejang. Sebelum mengemukakan teori
segala sesuatu dia juga pernah menyampaikan tentang partikel Tuhan.
Dalam buku ini Hawking
menyampaikan mengenai asal-usul dan kepunahan alam semesta. The Theory of everything atau Teori
Segala Sesuatu atau Teori Supersimetri merupakan teori yang menggabungkan empat
gaya dasar atau interaksi dasar alam semesta. Keempat interaksi itu dalah
interaksi kuat, interaksi lemah, interaksi elektromagnetik, dan interaksi
gravitasi. Interaksi kuat, merupakan interaksi yang menjelaskan gaya antar inti
sehingga menghasilkan kemantapan inti atom. Interaksi lemah, penjelas untuk
interaksi antar partikel bermuatan. Interaksi elektromagnetik, menjelaskan
peluruhan beta, partikel-partikel dan inti. Interaksi gravitasi, mengatur
interaksi yang bekerja pada semua benda yang memiliki massa dengan gaya yang
selalu tarik-menarik. Dengan menyatukan
keempat gaya dasar tersebut merupakan kemenangan besar terakhir dunia pemahaman
manusia. Karena itu, kemudian manusia dapat mengetahui pikiran Tuhan.
Hawking memaparkan
secara apik serta melibatkan sentuhan “psikologis” sehingga mencoba mengajak
kita untuk ikut berfikir bagaimana kita dapat mengetahui pikiran Tuhan.
Mengetahui pikiran Tuhan sama artinya dengan
memposisikan diri kita sebagai Tuhan. Buku ini disajikan dengan sangat
baik, sehingga memungkinkan kita untuk tergiring ke atheisme. Oleh karena itu,
ketika membaca ini yakinkan tetap mempertahankan keimanan kita untuk
mengimbangi berjalannya pikiran kita saat membaca buku ini. Dalam buku ini Hawking
berpendapat bahwa sebuah alam semesta yang mengembang tidak menyediakan tempat
bagi keberadaan Sang Pencipta, namun dapat menempatkan batas kapan Sang
Pencipta telah menyelesaikan pekerjaan-Nya. Hawking tidak memberikan persamaan
metematis mengenai penyatuan dari gaya dasar yang dia sampaikan dalam buku ini,
dia hanya memberikan penjabaran mengenai teorinya. Pada bagian akhir buku ini
terdapat glosari yang sangat membantu dalam memahami beberapa penjelasan
mengenai beberapa istilah yang dipakai.
Wah bukunya Stephen Hawking, bagus nih Kak. tapi belum pernah baca.. nice review.. :)
BalasHapus