Jogja Selalu Istimewa



Pagi itu aku menghirup segarnya udara pegunungan yang berbeda dari biasanya. Berjarak hanya 4 Km dari pucak Merapi. Dari samping rumah biasanya hanya nampak biru dengan sedikit kepulan asap di atasnya. Sayup terdengar lantunan ayat Ar-Rahman,“Dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan.” Hatiku bergetar bisa menatap sebuah mahakarya Tuhan. Subhanallah... beberapa waktu yang lalu tempat ini bersuhu sekitar 6000o celcius. Kalau buat goreng telur langsung gosong kayaknya.
Beberapa orang berteriak menandakan kegembiraan bisa mencapai titik ini. Tapi aku, meneteskan air mata. Sepanjang perjalanan tadi sopir yang mengantarkan kami dalam lava tour (jadi nama acaranya lava tour ya...) menceritakan tentang kejadian saat Merapi meletus beberapa saat lalu. Cerita beliau ini yang membuat aku terdiam, kemudian terisak. Jogjakarta memang istimewa.
Aku membayangkan, bagaimana proses bangkitnya warga lereng merapi dari keterpurukan. Rumah, harta, bahkan keluarga mereka luluhlantak di sabet wadus gembel. Tempat bermukim mereka di relokasi karena sudah tidak aman lagi untuk dihuni. Sumber air mati, sungai mengering. Aku membayangkan, jika aku dalam posisi mereka entah butuh berapa lama untuk bisa bangkit dari keterpurukan.
Sebidang tanah yang awalnya rumah salah satu penduduk, sudah hancur akhirnya di sulap menjadi sebuah museum merapi. Barang-barang yang rusak karena terjangan lava di jadikan pajangan, dijadikan objek wisata. Jalan yang rusak, tidak berbentuk dijadikan jalur off road. Luar biasa, mereka boleh kehilangan sumber penghasilan utama sebagai petani tetapi, mereka berhasil membuka kran penghasilan lain. Melalui jalur pariwisata.
Setiap musibah Allah selalu menyertakan hikmah. Ingin memberikan pelajaran kepada seluruh hambanya. Yakinlah... di balik batu yang besar tersimpan mata air yang menyegarkan, di balik terik matahari tersimpan awan yang meneduhkan, di balik hujan yang lebat telah disiapkan pelangi untuk kita. Jogja memang selalu istimewa

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.