Lintasan 10: Jawaban Kerinduan




Semilir angin menyapa kota atlas. Membawa seribu satu pikiranku hilir mudik tak tentu arah. Satu persatu memori dalam kepala berputar begitu saja. Entah kemana seluruh lintasan pikiran itu akan bermuara. Aku berasa ada di tengah empat penjuru mata angin. Seluruh aliran angin bertemu tepat di kepala. Membuat rambutku menari-nari. Aku harus menemukan jalan atas kebuntuan segala pikiran dalam otakku. Aku harus menemukan sebuah muara yang dapat membawaku kedalam kedamaian.

Ah, tiba-tiba aku diserang rasa rindu yang membuncah. Kerinduanku pada ketenangan hidup. Entah berapa kali aku bersujud dengan sebenar-benarnya sujud. Tetiba rindu itu menyusup dalam relung hidup. Dimanakah sebenarnya DIA dalam hidupku? Benarkah aku telah pasrah dengan sebenar-benarnya pasrah tentang segala hidupku. Bukankah DIA pemeberi petunjuk atas segala jalan hidupku? Apatah aku telah benar-benar menjadikan DIA tempat bersandar atas segala hidupku?

Semilir angin sore ini membawa banyak pertanyaan dan beribu kerinduan. Ya... rindu untuk benar-benar menjadi ciptaan-Nya yang tidak durhaka. Rindu untuk benar-benar mendapati hidup nan diberkahi.

"Perbaiki diri, maka Allah akan memberikan yang terbaik." Entah, kalimat itu terngiang kembali di telingaku. Pesan dari seseorang, ah aku sungguh ingin bermunajat dengan benar. Aku ingin berlatih menjadi manusia taat.

Ku raih ponselku lalu ku ketik pesan untuk sahabatku, "Aku ingin mengenakan hijab."

Dia meyakinkanku kembali bahwa, berhijab itu tidak harus sempurna. Tapi dia akan membawa kita belajar lebih untuk menjadi sempurna. Tidak ada orang yang baik, yang ada hanyalah orang yang sedang belajar menjadi baik.

Lalu lalang kendaraan menjadi melodi yang meyakinkan. Bersambut suara adzan aku kuatkan azam. Ku penuhi perintah-Mu, kulakukan kewajibanku. Terimalah aku wahai Tuhanku.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.