Lintasan 12: Cara Mengetuk Pintu Langit-Nya



Pintu-pintu langit senantiasa terbuka, menerima segala pinta dari penghuni dunia. Rangkaian kata dalam bentuk doa didengar Sang Pencipta. Setiap keturunan Adam mempunyai berbagai macam cara yang berbeda dalam mengajukan permohonan kepada Tuhannya. Mereka meminta dengan cara sesuai kadar pemahaman yang dipunya. Selama di penghujung bulan doa ini ada beberapa jenis cara orang untuk meminta. Barangkali penuh pro dan kontra. Bagiku, yang penting tidak dicabut nikmat untuk berdoa.

Jenis orang pertama, dia akan meminta dengan memaksa. Sebagaimana doa nabi Muhammad saat perang badar al kubra. Dia meminta sampai sorbannya terjatuh, pundaknya gemetar. Beliau berdoa, “Jika Engkau tidak memberikan kemenangan kepada kami, maka tidak akan ada lagi manusia yang akan menyembah-Mu. Maka, berikanlah kemenangan kepada kami.” Memaksa dan mengancam *uuuh

Bentuk yang kedua adalah dengan merendahkan diri di hadapan Allah. Dia benar merasa sebagai hamba yang dhaif, lemah, dan tidak berdaya. Tidak akan mampu berbuat apa-apa tanpa campur tangan-Nya.

 Ada pula jenis berdoa yang ketiga, dia meminta dengan sangat detail kepada Tuhannya. Menyebutkan segala keinginannya dengan sangat rinci dari mulai jumlah, waktu.

Ada juga jenis keempat, yang dia tidak mau menyebutkan secara rinci doanya. Dia akan meminta secara garis besar untuk kehidupannya. Baginya, Allah lebih tau apa yang dia butuhkan melebihi dirinya sendiri.

Ada juga orang yang tidak pernah meminta untuk dirinya sendiri. Ini adalah jenis kelima. Dia selalu memintakan untuk orang-orang yang ada di sekitarnya. Dia meyakini bahwa, saat dia meminta untuk orang lain maka, malaikat akan mendoakan hal yang sama untuk dirinya.

Selain itu, ada orang yang meminta dengan jenis keenam. Dia selalu mengungkapan syukur kepada Rabb-Nya. Misal, ketika mempunyai hajat dalam pilkada. Dia berkata,” Terimakasih ya Allah, karena Engkau telah memberiku kepercayaan untuk memimpin daerah ini.” Padahal, pemilihan belum juga berlangsung.

Yang terakhir atau yang ketujuh, ada manusia yang berdoa menggunakan tawasul atas kebaikan yang sudah pernah dia lakukan. Sebagaimana cerita 3 orang yang berada dalam goa. Masing-masing dari mereka menggunakan tawasul kebaikan yang dipunya.

Apapun caranya, semoga kita teta diberikan hidayah untuk selalu berdoa kepada Allah. Bukankah Allah pernah berfirman dalam surat Al Baqarah 186, “Jika mereka bertanya dimanakah Aku maka sesungguhnya Aku dekat, dan jika mereka memohon kepada Ku maka pasti akan Aku kabulkan.” Allah itu dekat, lebih dekat dari urat nadi kita. Yakinlah, Allah bersamamu dan selalu mendengarkan rintihan dan keinginanmu.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.