Pintu-pintu langit senantiasa terbuka, menerima segala pinta
dari penghuni dunia. Rangkaian kata dalam bentuk doa didengar Sang Pencipta.
Setiap keturunan Adam mempunyai berbagai macam cara yang berbeda dalam
mengajukan permohonan kepada Tuhannya. Mereka meminta dengan cara sesuai kadar
pemahaman yang dipunya. Selama di penghujung bulan doa ini ada beberapa jenis
cara orang untuk meminta. Barangkali penuh pro dan kontra. Bagiku, yang penting
tidak dicabut nikmat untuk berdoa.
Jenis orang pertama, dia akan meminta dengan memaksa.
Sebagaimana doa nabi Muhammad saat perang badar al kubra. Dia meminta sampai
sorbannya terjatuh, pundaknya gemetar. Beliau berdoa, “Jika Engkau tidak
memberikan kemenangan kepada kami, maka tidak akan ada lagi manusia yang akan
menyembah-Mu. Maka, berikanlah kemenangan kepada kami.” Memaksa dan mengancam
*uuuh
Bentuk yang kedua adalah dengan merendahkan diri di hadapan
Allah. Dia benar merasa sebagai hamba yang dhaif, lemah, dan tidak berdaya.
Tidak akan mampu berbuat apa-apa tanpa campur tangan-Nya.
Ada pula jenis berdoa yang ketiga, dia meminta dengan
sangat detail kepada Tuhannya. Menyebutkan segala keinginannya dengan sangat
rinci dari mulai jumlah, waktu.
Ada juga jenis keempat, yang dia tidak mau menyebutkan
secara rinci doanya. Dia akan meminta secara garis besar untuk kehidupannya.
Baginya, Allah lebih tau apa yang dia butuhkan melebihi dirinya sendiri.
Ada juga orang yang tidak pernah meminta untuk dirinya
sendiri. Ini adalah jenis kelima. Dia selalu memintakan untuk orang-orang yang ada di sekitarnya. Dia
meyakini bahwa, saat dia meminta untuk orang lain maka, malaikat akan mendoakan
hal yang sama untuk dirinya.
Selain itu, ada orang yang meminta dengan jenis keenam. Dia selalu mengungkapan syukur kepada
Rabb-Nya. Misal, ketika mempunyai hajat dalam pilkada. Dia berkata,”
Terimakasih ya Allah, karena Engkau telah memberiku kepercayaan untuk memimpin
daerah ini.” Padahal, pemilihan belum juga berlangsung.
Yang terakhir atau yang ketujuh, ada manusia yang berdoa menggunakan tawasul
atas kebaikan yang sudah pernah dia lakukan. Sebagaimana cerita 3 orang yang
berada dalam goa. Masing-masing dari mereka menggunakan tawasul kebaikan yang
dipunya.
Apapun caranya, semoga kita teta diberikan hidayah untuk
selalu berdoa kepada Allah. Bukankah Allah pernah berfirman dalam surat Al
Baqarah 186, “Jika mereka bertanya
dimanakah Aku maka sesungguhnya Aku dekat, dan jika mereka memohon kepada Ku
maka pasti akan Aku kabulkan.” Allah itu dekat, lebih dekat dari urat nadi
kita. Yakinlah, Allah bersamamu dan selalu mendengarkan rintihan dan
keinginanmu.
0 comments:
Posting Komentar