Lintasan 13: Sudut Pandang



Gedung biru, tempat berkumpulnya orang-orang yang selalu bermimpi untuk negeri tembakau. Tempat dengan kata sambutan di depan pintu "One plan for all". Satu perencanaan untuk semua.Tempat dengan ritme bekerja sangat cepat dan selalu padat agenda rapat.

Pada bulan puasa ini di tempat ini, ada seseorang yang pekerjaannya menjadi lebih ringan dari hari-hari biasa. Dia adalah orang yang bertugas mengantarkan minuman setiap harinya. Saat puasa datang, aktivitas itu tidak pernah dia lakukan. Meski ada yang tidak berpuasa, mereka menghormati kawannya.

Pekerjaannya nampak sepele memang, hanya mengantar minuman ke setiap ruangan di pagi hari. Sore hari dia bertugas mengambil gelas. Tetapi, setelah menelisik lebih dalam tugasnya ternyata tidaklah semudah yang selalu dibayangkan kebanyakan orang.

Tangannya terkadang terasa sakit, karena dia harus membawa baki berisi gelas besar dengan air minum penuh. Dibawa naik ke lantai dua. Belum lagi permintaan dari satu orang dengan orang yang lain berbeda-beda. Ada yang mintanya teh setengah manis, teh tawar, teh muanis, air putih, atau sekadar menggunakan tutup gelas kesayangan. Kata beliau, “Saya harus menghafalkan permintaan dari masing-masing orang itu dalam waktu sehari.” Bagi orang pelupa, sangat tidak disarankan mengambil pekerjaan ini (bagi yang ngerasa ajah #melet ah)

Sepintas pekerjaan itu mudah, ya... sangat mudah. Hanya mengantarkan minuman ke seluruh penghuni kantor. Kemudian sore hari mengambil gelas-gelas kosong. Bisa jadi, seperti itu pula orang memandang pekerjaan kita. Pekerjaan yang sedang kita jalani begitu mudah dan menyenangkan. Padahal, mudah tidaknya sebuah pekerjaan tergantung cara pandang yang menjalankan. Senang atau tidaknya menjalankan tergantung bagaimana cara kita menikmati pekerjaan. Tidak ada pekerjaan yang mudah, yang ada adalah pekerjaan yang akan kita nikmati sehingga semuanya menjadi mudah.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.