Gedung biru, tempat berkumpulnya orang-orang yang selalu
bermimpi untuk negeri tembakau. Tempat dengan kata sambutan di depan pintu
"One plan for all". Satu perencanaan untuk semua.Tempat dengan ritme
bekerja sangat cepat dan selalu padat agenda rapat.
Pada bulan puasa ini di tempat ini, ada seseorang yang
pekerjaannya menjadi lebih ringan dari hari-hari biasa. Dia adalah orang yang
bertugas mengantarkan minuman setiap harinya. Saat puasa datang, aktivitas itu
tidak pernah dia lakukan. Meski ada yang tidak berpuasa, mereka menghormati
kawannya.
Pekerjaannya nampak sepele memang, hanya mengantar minuman
ke setiap ruangan di pagi hari. Sore hari dia bertugas mengambil gelas. Tetapi,
setelah menelisik lebih dalam tugasnya ternyata tidaklah semudah yang selalu dibayangkan
kebanyakan orang.
Tangannya terkadang terasa sakit, karena dia harus membawa
baki berisi gelas besar dengan air minum penuh. Dibawa naik ke lantai dua.
Belum lagi permintaan dari satu orang dengan orang yang lain berbeda-beda. Ada
yang mintanya teh setengah manis, teh tawar, teh muanis, air putih, atau
sekadar menggunakan tutup gelas kesayangan. Kata beliau, “Saya harus
menghafalkan permintaan dari masing-masing orang itu dalam waktu sehari.” Bagi
orang pelupa, sangat tidak disarankan mengambil pekerjaan ini (bagi yang
ngerasa ajah #melet ah)
Sepintas pekerjaan itu mudah, ya... sangat mudah. Hanya
mengantarkan minuman ke seluruh penghuni kantor. Kemudian sore hari mengambil
gelas-gelas kosong. Bisa jadi, seperti itu pula orang memandang pekerjaan kita.
Pekerjaan yang sedang kita jalani begitu mudah dan menyenangkan. Padahal, mudah
tidaknya sebuah pekerjaan tergantung cara pandang yang menjalankan. Senang atau
tidaknya menjalankan tergantung bagaimana cara kita menikmati pekerjaan. Tidak
ada pekerjaan yang mudah, yang ada adalah pekerjaan yang akan kita nikmati
sehingga semuanya menjadi mudah.
0 comments:
Posting Komentar