Lintasan 17: Resonansi Hati



"Jika disebut nama Allah maka bergetar hatinya, dan jika dibacakan ayat-ayatnya semakin bertambah keimanannya." Qs. Al Anfal ayat 2.
Ayat tersebut merupakan penggalan dari sebuah surat yang menceritakan tentang perang Badar. Sebelum Allah memberikan gambaran kepada kita tentang bagaimana perang badar, DIA terlebih dahulu memberikan tanda-tanda orang beriman. Coba kita renungkan apa maksud Allah tentang ini.

Dalam tafsir Fi Dzilalil Qur'an, Sayyid Qutb menjelaskan bahwa getaran yang terjadi itu merupakan sebuah bentuk resonansi antara ayat Al Qur'an dengan hati manusia. Resonansi merupakan peristiwa bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain yang mempunyai frekuensi sama. Ini artinya, hati manusia diciptakan satu frekuensi dengan ayat-ayat Al Qur'an.

Tidak semua manusia akan menangis saat membaca Al Qur’an. Sebagaimana Umar yang bergegas mengucap syahadat setelah mendengar surat Thaha. Atau salah seorang sahabat pingsan saat membaca surat yang berisi ancaman. Kebanyakan manusia ada yang biasa saja saat mendengarnya. Tidak ada getaran, tidak ada reaksi apapun dalam hatinya.

Adapun penyebab tidak bergetarnya hati manusia saat disebut nama Allah adalah karena adanya sifat fujur dalam hati manusia. Sifat fujur inilah yang menyebabkan frekuensi hati manusia menjadi tidak sama lagi dengan ayat Al Qur'an.

Maha Besar Allah atas segala ciptaan-Nya. Hati kita telah di desain sebegitu detailnya agar selalu dekat dengan-Nya. Karena ulah kita sendiri akhirnya kita menjadi jauh dariNya. Mari kita hilangkan sifat-sifat buruk dalam hati kita, agar dia kembali memiliki frekuensi yang sama saat awal penciptaannya.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.