Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan telah menghampiri.
Orang di sekitarku bersiap menjemput malam, yang lebih mulia dari seribu bulan.
Malam dimana segala pintu ampunan terbuka lebar.
Ada pesan pengingat dari guru kehidupanku, untuk berada di
masjid pada tiga hari pertama saat sepuluh hari terakhir Ramadhan. Sungguh aku
sangat ingin bersegera melakukan hal itu. Berdua dengan Allah di malam-malam
ganjil.
Di hadapanku sekarang masih ada setumpuk kertas penuh
coretan. Notebook masih menyala, terbuka file tugas terakhirku sebagai
mahasiswa. Ya, siang tadi aku baru saja menemui dosen pembimbingku. Alhasil,
banyak coretan menghiasi draf skripsiku.
Aku di persimpangan jalan. Di satu sisi aku sangat ingin
menghidupkan sepuluh malam terakhir ini di masjid. Tilawah sampai air mataku
tumpah, meminta ampunan atas segala kesalahan. Siapa tahu ini adalah ramadhan
terakhirku. Di sisi lain, ini adalah hari-hari terakhir dosen aktif di kampus.
Janji ku untuk ayah dan ibuku harus segera ku penuhi. Janjiku dua setengah
tahun yang lalu.
Bayangan wajah ayah, ibu, dan adik ku tiba-tiba membayangiku
dengan kuat. Terasa dekat dan sangat lekat.
Bismillah, dua hari ini akan aku ikhtiarkan untuk memenuhi
Janji kepada kedua malaikatku. Setelah itu aku akan bermesraan dengan Rabb ku
di dalam rumah-Nya. Wahai Allah, tetap mudahkanlah aku untuk senantiasa dekat
dengan Mu.
0 comments:
Posting Komentar