Lintasan 20: Cerita 10 Hari Terakhir



Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan telah menghampiri. Orang di sekitarku bersiap menjemput malam, yang lebih mulia dari seribu bulan. Malam dimana segala pintu ampunan terbuka lebar.

Ada pesan pengingat dari guru kehidupanku, untuk berada di masjid pada tiga hari pertama saat sepuluh hari terakhir Ramadhan. Sungguh aku sangat ingin bersegera melakukan hal itu. Berdua dengan Allah di malam-malam ganjil.

Di hadapanku sekarang masih ada setumpuk kertas penuh coretan. Notebook masih menyala, terbuka file tugas terakhirku sebagai mahasiswa. Ya, siang tadi aku baru saja menemui dosen pembimbingku. Alhasil, banyak coretan menghiasi draf skripsiku.

Aku di persimpangan jalan. Di satu sisi aku sangat ingin menghidupkan sepuluh malam terakhir ini di masjid. Tilawah sampai air mataku tumpah, meminta ampunan atas segala kesalahan. Siapa tahu ini adalah ramadhan terakhirku. Di sisi lain, ini adalah hari-hari terakhir dosen aktif di kampus. Janji ku untuk ayah dan ibuku harus segera ku penuhi. Janjiku dua setengah tahun yang lalu.

Bayangan wajah ayah, ibu, dan adik ku tiba-tiba membayangiku dengan kuat. Terasa dekat dan sangat lekat.

Bismillah, dua hari ini akan aku ikhtiarkan untuk memenuhi Janji kepada kedua malaikatku. Setelah itu aku akan bermesraan dengan Rabb ku di dalam rumah-Nya. Wahai Allah, tetap mudahkanlah aku untuk senantiasa dekat dengan Mu.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.