Bulan penuh berkah. Banyak orang
berbuat kebaikan lebih dari biasanya untuk memburu pahala yang berlimpah dari
Allah. Orang-orang beruang akan berlomba-lomba mengeluarkan uangnya, dengan
berbagai macam rupa. Ada yang memberikan zakat kepada fakir miskin di
sekitarnya, memberikan santunan kepada anak yatim, mebagikan makanan kepada
kaum papa dan sebagainya.
Di sisi lain, bulan ini juga
menjadi bulan penuh berkah untuk mereka orang dari golongan biasa saja.
Tersebutlah di sebuah perkampungan di tengah kota megapolitan. Seorang saudagar
kaya,bulan ini dia mempunyai ide untuk membagikan ta’jil kepada seluruh penduduk
kampung setiap sore. Dia selalu memberikan ta’jil dari catering ternama di kota
itu. Setiap sore,rumahnya selalu ramai di kunjungi warga yang berbaris antri
untuk mendapatkan menu buka puasa. Mereka berdesak-desakan untuk mengambil
jatah.
Dalam bilik sederhana, terlihat
pemandangan kontras dari pemandangan dalam rumah mewah itu. Seorang anak
perempuan terlihat muram dan mengomel kepada ayahnya.
“Seharusnya, bu Suharsani tidak
setiap hari membagikan ta’jil gratis kepada warga. Itu sama saja dia mematikan
usaha kita selama ini, Ayah!” Kata Ine dengan sedikit emosi.
“Kita bisa berbuat apa, dia
melakukan kebaikan kepada seluruhwarga di kampong kita. Apa salah?” Sahut
ayahnya menenangkan.
“Kenapa dia harus memilih
membagikan ta’jil kepada warga, padahal kita, tetangganya setiap sore berjualan
ta’jil. Dan itu menjadi sumber penghasilan kita…,” sahut Ine dengan sedikit
terisak.
0 comments:
Posting Komentar