Pagi itu dingin masih menyapa. Kabut masih menggelayut
menyambut matahari. Aku terduduk dalam sebuah mobil, menunggu serombongan orang
yang belum datang. Mengamati aktivitas pagi di kota ini. Ada penjual bubur
kacang hijau sedang sibuk melayani pembelinya, ada warung makan sedang
berjubelan orang-orang yang mau sarapan. Beberapa kendaraan lalu lalang di
seberang jalan. Pandangan ku berhenti pada sebuah halte. Disana aku mendapati
pemandangan yang berbeda dari pemandangan sekitar.
Seorang ibu dengan pakaian compang camping sedang
menggunting botol air mineral. Di sampingnya ada tas berisi pakaian dan anak
kecil. Mungkin anak kecil itu anaknya, dan mereka habis camping #eh. Dia
menggunting botol itu dengan rapi, lalu meletakkan uang Dua ribu rupiah ke
dalam botol yang sudah digunting tadi. Uang Dua ribu rupiah diletakkan di
bagian paling atas, sedangkan uang recehan diletakkan di bagian bawah. Setelah
pengaturan posisi uang dirasa cukup dia meletakkan potongan botol berisi uang
itu di pojok halte (bawah kursi)... dia mengamati dengan detail dan sesekali
membenahi posisi uang dalam botol.
Setelah posisi botol dan uang pas, dia mulai membenahi
pakaiannya. Dibuat agar compang camping nya terlihat sempurna. Lalu membenahi
rambutnnya. Setelah dia selesai “berdandan” dia mulai menata penampilan
anaknya. Supaya lebih mendukung barangkali.
Terlintas dalam hati ini, luar biasa persiapan orang yang
akan meminta minta. Dia memperhatikan betul kepantasan penampilan dan peletakan
posisi uang, agar posisinya pas untuk dilihat dan menarik belas kasih orang.
Pekerjaan yang seringkali di anggap remeh temeh bahkan hina tetapi dia
mempersiapkan dengan baik. Ini adalah pesan dari Allah yang ditujukan padaku.
Jika ingin melakukan sebuah pekerjaan, apapun itu maka persiapkanlah dengan
baik. Lakukaknlah dengan ssempurna, hingga pantas untukmu mendapatkan belas
kasih-Nya. Kemudian, diijabah maksud dan keinginanmu oleh-Nya.
0 comments:
Posting Komentar