Sudut Pandang

Gema Artisti Wahyudi, bgitu nama lengkapnya. Seseorang yang awalnya membuat penasaran. Menurut desas desus yang beredar beliau adalah orang yang “galak”. Sebagai seorang yang tledor dan sering kurang teliti dalam mengerjakan sesuatu, kabar itu menjadi ancaman. Belum pernah berinteraksi langsung dengan beliau. Saya tidak ingin cepat-cepat menyimpulkan. Prinsipnya,kesimpulan baru boleh diambil setelah melakukan beberapa penelitian.

Hari pertama beliau memasuki ruangan kami. Rasa agak gimana gitu mulai membayangi. Titah pertama yang belia berikan adalah: mengumpulkan seluruh buku-buku di bidang Sosbud, Kerangka logis, SK, Laporan realisasi anggaran terbaru. Kemudian, beliau menyampaikan kepada Kasubid yang sama-sama baru juga,”Selama Dua minggu ini kita gunakan untuk belajar.”

Setelah kehadiran beliau, rapat perdana yang dilakukan adalah rapat Masterplan Kesehatan. Ting..tong, entah ini apa maknanya untukku. Revisi surat dan sebagainyapun terjadi. Selera membuat surat antara beliau dengan Kabid yang lama cukup berbeda. Biarlah, toh juga masih sesuai kaidah bahasa hihi.

Ketika rapat dimulai dengan suasana berbeda (aku tanpa Mbak Dian huhu). Pihak penyedia jasa menyampaikan paparannya. Menurut beberapa orang, hasil pekerjaannya kurang memuaskan. Sampai-sampai kepala Dinas Kesehatan menyampaikan, “Saya malas meneruskan membaca, Karena ternyata masukan kemarin tidak dimasukkan. Diabaikan.” Begitu kira-kira redaksinya.

Bu Ema, begitu kami menyapanya. Sebagai orang yang baru pertama ikut dalam rapat ini (padahal ini rapat paparan akhir) tidak bisa diam ketika menemukan sesuatu yang mangganjal.  Penyedia jasanya juga parah, masak judulnya Visi Misi Kesehatan Daerah isinya visi misi daerah. Yaelah, siapapun juga bakal murka melihatnya keles. Beliau menyampaikan, Materplan ini akan digunakan sebagai induk pnyususnan Rencana Pemabangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Di ruang lingkup sudah salah, cara melakukan analisis SWOT juga kurang tepat. Sedangkan dari dinas yang berhubungan langsung dengan kesehatan mengomentari data-data yang diambil dari mereka dan salah. (Pas ini sempet mikir, halah tau gitu aku aja yang buat wkwkwk #sok).

Setelah bu ema berpendapat beliau berbisik kepada saya,”Aku kelihatan galak ya,Mbak?”.
Saya menjadwab”Nggak bu, saya juga akan melakukan hal yang sama kalau menjadi bu Ema.”

Kesimpulanku setelah hari itu, beliau adalah seorang pembelajar yang hebat dan perfeksionis. Akan bersuara sangat lantang ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan idealisme. Istilah lainnya tidak akan berkomentar terhadap sesuatu yang beliau mempunyai ilmunya.



0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.