Anak dan Induk Ayam

Istilah, teknologi mendekatkan yang jauh itu benar adanya. Sejak beberapa bulan ini aku sering berkomunikasi dengan sahabatku saat masih kuliah di Prodi Pendidikan Fisika Unnes. Namanya Ana Latifatul Hamidah. Orang yang pertama ngobrol saat registrasi mahasiswa baru.
Aku tidak begitu ingat bagaimana ceritanya dulu kami bisa akrab. Kita satu kelas dan satu organisasi, satu bidang pula. Aku dan Ana sama-sama di bidang Pembinaan dan Pengkaderan Forum Kajian Islam Fisika.
Kita berdua tim yang solid, setiap kali membuat pamflet kegiatan tugasku adalah berkhayal tentang bentuk pamfletnya. Nah, tugas Ana adalah menggambarkan bayanganku dengan spidol warna. Setelah dia selesai menggambar, kita pergi ke fotokopian lalu menempelkannya. Di antara kita ga ada yang bisa corel atau sejenisnya, terpaksa manual deh.

Dia adalah sahabat yang selalu mengetahui IP ku sebelum aku melihatnya. Jadwal kuliahku juga sering diisikan sama Ana. Maklum password ku sudah dihafalin sama dia. Sudah dipastikan, setiap hari aku sekelas dengannya. Dia sahabatku yang sangat sabar, karena setiap pagi aku akan telpon dia dengan pertanyaan yang sama.
"Na, kita kuliah di ruang mana? Dosennya belum dateng kan?" Dengan suara tergopoh-gopoh dan nafas terengah-engah.
Padahal setiap semester, dia sudah ngeprintkan jadwal kuliahku. Namanya juga kertas, ilang wajar kan? He....
Tak jarang dia sms padaku, "Reni....cepetan, dosennya sudah masuk."
Tak pikir-pikir aku orang yang memprihatinkan ya.... Inilah alasan kenapa aku ingin kuliah S2, mau memperbaiki kesalahan saat menempuh jenjang S1. Si Ana hebat juga ya... dia sabar bersahabat denganku.

Kami mempunyai panggilan khusus, aku memanggilnya Anak Ayam dan dia memanggilku Induk Ayam. Ini bermula dari kebiasaan sapaan kami, biasanya akan memanggil dengan sapaan "Nduk". Yang lebih sering memanggil kayak gitu si ana sih. Kalau aku seringnya memanggil dia Ana dengan akhiran aksen huruf K. Tidak jarang aku lengkapi dengan Anak Ayam. Walhasil, kami berdua menjadi anak dan induk ayam he....

Kangen Ana, kapan kita kemana yuk. Sekedar makan di warung sebelah FMIPA atau ngobras di Masjid Baitul Alim. Buat gambar lagi, atau menengok gedung D3.

Salam dari mahasiswa dengan NIM 42101406517

Negeri Tembakau, 1 Januari 2016



instania

2 komentar:

  1. mbah ren.... (hahahaha...) kayaknya lagi banyak proyek nih... ah maafkan aq... aku terlena dengan aktivitas dunia yang lain sehingga melupakan "pekerjaan" kita yang tak kunjung usai.... hahah... gimana apakah jadi? ato ku tanyakan saja pada rumput yang bergoyang? biar ramai biar berdera biar gaduh sampai penuh.........

    BalasHapus
  2. Alllll,,,, kemarin mb ren akhirnya ketemuan sama inung...........

    BalasHapus

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.