Belajar Menulis

Hal yang menyakitkan adalah, saat ide bertebaran tetapi tidak mampu untuk dituliskan. Dari mau nulis A-Z, tapi itu hanya hidup di angan saja. Seolah jemari jauh dari tools keyboard. Rencana sudah dibuat, time line juga sudah...tetapi disiplin dalam menulis ga ada. Inilah masalah besar yang sedang dihadapi olehku.

Ada yang menyarankan untuk punya buku ide. Aku sudah punya... tapi ngisinya cuma pas awal-awal punya. Inilah permasalahan terbesar yang dimiliki orang ambivert,moody. Eh, tetapi kadang munculnya ide di tempat yang kurang tepat, misalnya di kamar mandi, di jalan saat nyetir motor atau di tengah derasnya pekerjaan.
Melihat kondisi ini, sepertinya aku memang butuh partner yang mampu "memaksaku" untuk menulis. Terbiasa hidup di bawah kilatan pedang dan buaian belati. Sedikit saja ada kelonggaran keenakan deh.

Ada juga yang bilang, penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Awalnya aku tidak punya anggaran khusus untuk membeli buku. Setelah ada petuah tersirat dari "guru" menulis pertamaku akhirnya aku sengaja menyisihkan uang untuk membelinya. Buku sudah terbeli, masalahnya buku yang masih berplastik menumpuk. Jadinya aku punya hobi baru... menumpuk buku.

Awal-awal aku rajin membaca kemudian membuat resensi. Akhir-akhir ini sifat pemalasku datang lagi. Efek lembur akhir tahun apa ya.... Ah, itu ga bisa jadi alasan. Berarti, seharusnya aku memiliki waktu khusus untuk membaca dan menulis. Waktu yang paling asik untuk membaca dan waktu paling keren untuk menulis, em....kapan ya? Oia, ada masalah lagi... Aku ingin konsen menulis dengan tema pelajar dan konsep diri, tapi buku yang aku beli dan yang sering aku baca tentang sejarah. Nahhh, iniii menyiapkan racikan tulisan dengan gaya santai tapi penuh makna.

Jadi ingat salah satu poin dari karakter pribadi muslim, teratur dalam segala urusan. Berarti sekarang memang harus segera berbenah.
Yang ingin aku lakukan cuma satu bisa istiqomah dalam menulis. Tujuanku menulis adalah untuk beribadah kepada Allah melalui aksara. Aku ingin menyebarkan kebaikan melalui kata sederhana. Aku ingin mendampingi remaja menemukan jati dirinya dan lebih mencintai negerinya. Aku ingin tulisan ku menjadi sebab masuknya ayah dan ibuku ke dalam surga-Nya.

Kata Hamka, jika memiliki kehendak mulia Allah akan memberikan ilham dalam pekerjaannya. Ya Allah, saksikanlah tujuanku bukan untuk selain-Mu. Bimbinglah aku menemukan rangkaian aksara untuk sampai pada Mu.



instania

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.