Manfaat Layanan Keuangan Digital

Layanan keuangan digital yang sedang digalakkan oleh pemerintah cukup menarik untuk kita perhatikan. Pemerintah melalui Bank Indonesia gencar melakukan sosialisasi penggunaan layanan keuangan digital bukannya tanpa dasar. Ada berapa hal yang mendorong pemerintah untuk memperkenalkan sistem layanan keuangan digital ini kepada masyarakat luas. Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2011 masyarakat yang mengakses bank jumlahnya paling rendah jika dibandingkan dengan negara di benua Asia. Padahal jumlah pengakses terhadap bank menjadi salah satu tolok ukur kemajuan suatu negara. Selain itu, dalam penggunaan uang kertas atau uang logam dibutuhkan biaya yang cukup besar per tahun. Biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan pencetakan uang baru dan perawatan uang sebesar 2 triliun rupiah per tahun, tentu saja ini bukan jumlah yang kecil. Ketika kesadaran masyarakat terhadap penggunaan layanan keuangan digital akan mampu memberikan dampak yang cukup signifikan.

Manfaat penggunaan layanan keuangan digital tidak hanya memberikan keuntungan bagi negara. Masyarakat yang menggunakan layanan keuangan digital pun akan banyak menerima manfaat. Setidaknya terdapat dua manfaat yang didapatkan saat kita menggunakan layanan keuangan digital. Pertama, mempermudah dalam melakukan transaksi. E-money yang merupakan instrumen dari layanan keuangan digital cukup membatu kita dalam melakukan transaksi. Bukan hanya saat kita belanja bahkan membayar token litrik, air, dan membeli pulsa dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan bermodal smartphone. Tidak perlu antri panjang di ATM atau antri panjang di bank untuk menarik uang tunai, semua sudah terbayar dengan mudahnya. Asiknya lagi, saat kita bertransaksi menggunakan layanan keuangan digital kembalian uang recehan bahkan dalam bentuk sen akan kita dapatkan. Sering kita temui di beberapa pertokoan ketika selisih kembalian Rp. 50,- atau Rp. 25,- uang akan dibulatkan ke atas. Dengan transaksi menggunakan layanan keuangan digital kita akan mendapatkan kembalian secara utuh.

Kedua, terbiasa menabung dan mengelola keuangan dengan baik. Untuk dapat melakukan transaksi tentunya kita harus memiliki saldo dan hal ini bisa kita lakukan saat rajin menabung. Dengan demikian pengelolaan keuangan kita akan lebih termenej. Tidak asal suka barang lalu kita membeli tetapi tetap harus menggunakan asas penting dan tidak penting. Jangan sampai keinginan kita menggunakan layanan keuangan digital untuk lebih baik dalam hal manajemen keuangan malah terjerumus kepada penggunaan uang yang sia-sia.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.