Bayar Parkir dengan Non Tunai, Pemerintah Tuai Keuntungan


Uang parkir yang hanya seribu atau lima ribu itu ternyata dapat memiliki andil besar dalam pembangunan daerah. Pajak retribusi menjadi salah satu pemasukan kas daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Banyaknya volume kendaraan yang terparkir akan memberikan dampak pada banyaknya pendapatan daerah. Penerapan pembayaran parkir melalui Terminal Parkir Elektronik sempat menuai pro dan kontra hal ini perlu dimaklumi karena dalam setiap peralihan budaya pasti akan ada penolakan. Seiring berjalannya waktu para pengguna TPE merasakan banyak manfaatnya. Kemudahan dalam membayar parkir menjadi aspek kenyamanan masyarakat dalam penggunaan terminal parkir elektronik ini.

Bagi pemerintah sendiri, pelaksanaan pembayaran non tunai bagi beragam kendaraan dapat memberikan banyak keuntungan. Pertama, menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemberlakuan membayar parkir dengan non tunai memungkinkan untuk seluruh uang yang dibayarkan untuk parkir masuk ke kas daerah. Tidak dapat kita pungkiri, bahwa banyak terdapat oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menggunakan biaya parkir yang seharusnya dapat masuk kas daerah digunakan untuk kepentingan pribadi. Kita bayangkan, jika dalam sehari ada seribu kendaraan yang parkir dikalikan dua ribu maka dikalikan 356 hari maka dalam satu tahun uang yang dapat masuk ke kas daerah melalui parkir sekitar 712 juta rupiah. Hampir satu milyar yang dapat masuk sebagai tambahan Kas Daerah. Kedua, membantu pemerintah dalam menghilangkan pungli di daerahnya. Beberapa kejadian telah membuktikan, ada tukang parkir yang menyebutkan biaya parkir seenaknya sendiri. Terutama untuk kendaraan-kendaraan yang berasal dari luar daerah. Ada beberapa yang meminta uang parkir dibayar diatas batas kewajaran. Rantai pungli tukang parkir ini akan sulit untuk dihilangkan. Akan tetapi dengan pembayaran non tunai saat parkir akan menyebabkan berkurangnya aktivitas pungli di daerah tersebut.

Tentunya ada yang bertanya, bagaimana dengan nasib tukang parkir apabila sistim pembayaran dilakukan secara non tunai. Pemerintah haruslah bersikap bijak, di kawasan yang akan dipasang terminal parkir elektronik perlu memberdayakan tukang parkir lama sebagai operator TPE dan mereka mendapatkan gaji bulanan. Hal ini untuk menghindari bertambahnya kemiskinan karena ada sepetak lahan pekerjaan yang diambil alih oleh mesin. Pemerintah yang bijak akan menerapkan pembayara parkir non tunai ini di daerahnya.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.