Hari gini ada orang modern yang ngaku gaul tapi ga tau apa itu gerakan nasional? Sungguh tingkat gaulnya perlu dipertanyakan. Dimana-mana orang sudah mulai beranjak mengikuti gerakan nasional non tunai. Bukan cuma kerena menjadi warga negara yang baik dan benar saja sih, tapi emak asik kok kalau gabung sama gerakan non tunai. Untuk beberapa orang yang sudah suka dan asik kalau ditanya kenapa begitu bakal susah ngungkapin alasan. Beda banget sama orang yang masih belum mengenal, sida selalu berkata butuh banyak alasan agar bisa ikut dalam gerakan itu. Mungkin ada juga para jomblo yang berfikir kenapa negara ini tidak membuat gerakan lupakan para mantan #uhuk.
Well, kembali ke laptop. Kesempatan kali ini, ada niatan suci dari hati pengen ngajak pembaca yang budiman untuk menyimak apa aja sih yang menjadikan alasan orang-orang meninggalkan uang tunai dan beralih menjadi non tunai. Kertas dengan gambar-gambar pahlawan yang semula menjadi simbul kekayaan sudah mulai bergeser. Dompet tebal yang menjadi lambang sebagai anak kekinian sudah mulai ditinggalkan.
Satu, pakai non tunai itu sangat efektif dan efisien. Pakai non tunai menyebabkan kamu ga usah ribet harus ngitung lembar per lembar. Lebih mudah dalam melakukan pembayaran. Tinggal pencet-pencet semua beres. Mau apa aja ga perlu jalan jauh (buat yang pakai e-banking), terhubung dengan internet itu sudah lebih dari cukup.
Dua, satu rupiah tetap bisa terjaga di saldo kita. Sering banget ga sih kalau kita belanja di toko dikasih kembalian permen. Kadang mikir... mau ga sih toko itu kalau kita uangnya kurang kita bayar dengan permen? Tenang aja, dengan non tunai tragedi kembalian dengan permen itu tak akan pernah terjadi. Satu rupiahpun akan tetap bersarang di kartu ajaib milik kita. Aman terimpan dalam saldo, kaya cinta kamu sama dia #uhuk.
Tiga, menghancurkan bisnis uang palsu. Kadang gemes juga, udah ngitung susah dapetin uang juga ga mudah eh... ternyata uang itu uang palsu. Sebel aja pakai banget banget. Uang palsu hanya tinggal kenangan yang harus dilupakan saat kalian undah bertransformasi menggunakan non tunai. Bersama kita hancurkan pabrik uang palsu dengan berbondong bondong pakai non tunai.
Empat, tanda manusia paling modern dibanding manusia di jaman sebelumnya. Masing inget kan, manusia jaman dahulu kala sebelum ada listrik sering melakukan berter sebagai cara transaksi mereka. Kemudian beralih dengan logam, terus yang terakhir saat kita udang kenal sama ultramen bayar membayar dilakukan dengan uang kertas. Nah, setelah ada Panji Manusia Millenium ada pembayaran paling gres dan paling modern, yaitu dengan non tunai. Jelas banget kan, kenapa non tunai menjadi parameter modernitas seseorang.
0 comments:
Posting Komentar