Smart Citizen, Bayar Parkir Tak Perlu Recehan


Peredaran uang receh seribuan sekarang sudah mulai langka, ada kemungkinan akan diikuti oleh uang bernilai kecil lainnya. Semakin rendahnya nilai mata uang akan menghilangkan uang recehan dari muka bumi. Hilangnya uang recehan dari dompet kita juga dapat menjadi tragedi, apalagi saat kita bepergian ke suatu tempat yang disana dikenakan biaya parkir. Uang receh tak ada, setelah melewati pintu/tukang parkir uang selembar kita akan disulap menjadi berlembar-lembar atau bahkan berlogam-logam. Tentu akan memakan waktu lama apabila kita tidak memiliki uang pas untuk membayar parkir. Akan tetapi pengalaman tersebut hanya akan menjadi bagian dari masa lalu saat Anda memasuki kawasan smart city.

Beberapa kota di Indonesia telah mendeklarasikan diri sebagai smart city. Teknologi sangat dimanfaatkan dengan baik di kota-kota tersebut. Salah satunya adalah teknologi dalam dunia perparkiran. Telah banyak disediakan Terminal Parkir Elektronik (TPE) di berbagai sudut kota. Penerapan TPE ini memungkinkan Anda untuk melakukan pembayaran parkir dengan sistem pembayaran parkir on street via mesin TPE. Tentu saja hal ini sangat memudahkan Anda, tidak perlu pusing mencari recehan ketika menninggalkan tempat parkir tinggal masukka kartu lalu pencet-pencet pembayaran selesai.

Berikut ini cara melakukan pembayaran parkir secara non tunai:

1. Masukkan uang elektronik Anda ke dalam mesin terminal parkir elektronik

2. Memilih jenis kendaraan yang Anda pakai

3. Masukkan nomor kendaraan Anda, setelah itu mesin akan menghitung besar biaya parkir yang harus Anda bayarkan.

Untuk membayar parkir melalui terminal parkir elektronik Anda diharuskan memiliki uang elektronik yang dikeluarkan oleh beberapa bank. Transaksi non tunai benar-benar akan memanjakan kita dalam bertransaksi. Bukan hanya kemudahan dalam berbelanja saja tetapi dalam hal perkirpun dapat dilakukan dengan mudah.

Disisi lain, pelaksanaan pembayaran parkir secara non tunai menjadi salah satu bentuk dukungan dari pemerintah daerah terhadap gerakan nasional non tunai. Apalagi kota-kota yang akan membranding dirinya sebagai smart city menyuseskan gerakan non tunai memiliki porsi perhatian yang lebih dibandingkan kota lain. Yuk, jadi smart citizen yang selalu memanfaatkan pembayaran non tunai dalam aktivitasnya.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.