Smart City Tak Lengkap Tanpa Transaksi Non Tunai


Secara arti, smart city memiliki pengertian sebagai kota cerdas.Sebuah kota dikatakan smart atau cerdas ketika kota tersebut dapat mengetahui berbagai macam hal dalam kota tersebut, baik potensi maupun kekurangan dan dapat mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Smart City merepakan sebuah konsep yang memanfaatkan teknologi untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dalam buku pengenalan dan pengembangan smart city, kota cerdas didefinisiakn dengan konsep pengembangan dan pengelolaan kota dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan pemantauan secara efektif dan pemberian pelayanan yang efisien.

Setidaknya terdapat 8 (delapan) aspek penting dalam pelaksanaan smart city, yaitu smart governance, smart infrastructure, smart technology, smart mobility, smart healthcare, smart energy, smart building, dan smart citizen. Melihat kedelapan aspek tersebut tentu ada hubungan yang sangat erat antara smart city dengan gerakan nasional non tunai yang digagas oleh Bank Indonesia. Kedepannya dalam kota cerdas diharapkan perputaran uang tunai dapat diminimalisir. Uang yang akan digunakan dalam bertransaksi akan beralih kepada transaksi non tunai. Bantuan pemerintah yang akan disalurkan kepada masyarakan dilakukan dengan menggunakan transaksi non tunai.

Pembangunan sarana untuk melakukan transaksi non tunai harus dilengkapi sebagai salah satu bentuk dukungan dalam mewujudkan smart city. Dalam kota cerdas seharusnya orang tidak perlu kesulitan untuk melakukan transaksi non tunai, pembangunan mesin ATM, pengenalan uang elektronik harus lebih digencarkan demi terwujudnya smart citizen. Bahkan dalam membayar parkir, beberapa smart city di Indonesia telah menggunakan non tunai untuk pembayarannya.

Kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha sangat diperlukan demi mewujudkan smart city. Kerja sama pemerintah dengan dunia perbankan, transportasi, industri, telekomunikasi dan beragam sektor perlu dilakukan. Dalam smart city, uang kertas dan logam akan berkonversi menjadi data digital yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam segala aktivitas. Namun, hal paling penting dalam pewujudan smart city adalah masyarakat dalam kota itu sendiri. Kesadaran mereka untuk meggunakan teknologi dan bertransaksi perlu masuk dalam agenda utama pembangunan smart city. Satu hal yang penting, smart city tanpa kesadaran utuh penggunaan transaksi non tunai tidak akan pernah lengkap. Smart city seharusnya mampu menjadi pilot project dalam pelaksanaan transaksi non tunai secara utuh dan menyeluruh.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.