Ah, perkataan ibu itu emang sesuatu. Saat menimang nimang bayi dewasa, eh dianya malah cerita. Akhirnya aku ingat dua peristiwa tentang Thomas Alfa Edison dan Imam Masjidil Haram.
Pada suatu hari, ibu Thomas menerima surat dari sekolah yang intinya mengeluarkan anaknya. Nilai anaknya sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Setelah mendapat surat tersebut ibu Thomas berkata bahwa sekolahnya sudah tidak mampu mendidiknya karena Thomas terlalu jenius, dan mulai dari sekarang dia akan belajar dengan ibunya. Si Ibu tidak pernah bilang kepada Thomas bahwa dia dikeluarkan karena dia "bodoh". Bayangkan andaikan si ibu berkata Thomas Alfa Edison bodoh dan dia memarahi dia habis-habisan, mencaci maki karena ketidakmampuan mengikuti pelajaran, hari ini kita tidak akan mengenal penemu lampu bernama Thomas Alfa Edison.
Saat Sudaish membuat berantakan meja makan, sang ibu marah sambil berkata bahwa anaknya akan menjadi imam masjidil haram. Akhirnya, kita kenal beliau sebagai imam masjidil haram.
Dua cerita ini selalu membayangi setiap aku mendampingi putri kecilku yang dewasa 😀. Kujaga benar perkataan untuknya. Saat mau mimim lalu dia ngoceh aku bilang padanya, "Calon pembicara internasional, penguasa 9 bahasa". Saat dia nakal, orang sekitar berkata buruk padanya kutatap kedua matanya dan berkata hal baik tentangnya. Kujelaskan kepadanya tentang kesalahpahaman orang-orang tentangnya. Lalu ku kecup keningnya dan berkata, "Ibu sayang Tabina, bapak sayang Tabina, itu tandanya Allah juga sayang Tabina".
Jika kataku adalah sabda, dan ridhoku adalah ridhoNya maka aku tahu harus bagaimana aku berkata padamu. Sayaaaang kamu, Tabina Evren Karissa.
Ah.... Perkataan Ibu Itu
Maret 27, 2018
No comments
0 comments:
Posting Komentar