Menjadi seorang ibu baru dengan pengalaman minim seperti saya serasa memasuki episode penuh drama dan deg-degan luar biasa. Lagi nimang-nimang kemudian debay melek aja udah khawatir, khawatir nanti meleknya lama dan tidurnya malam. Tetapi, kondrat sebagai seorang wanita tersebut adalah takdir luar biasa. Bayangkan saja, di bawah telapak kakinya terdapat surga untuk anak-anaknya.
Kelahiran anak pertama dan langsung di SC itu rasanyaaa. Begitulah.... Menyandang status baru sebagai seorang ibu yang mengharu biru plus menjadi korban pisau bedah. Taukah rasanya? Terkadang muncul rasa gagal menjadi ibu ketika rasa sakit pasca sc menjadi penghalang untuk full mendampingi. Akan tetapi di sisi lain tatapan mata anak kita mampu melelehkan semua rasa sakit.
Setiap kali merasa ingin menyerah, pasrah, dan sudahlah jadi ibu amatir aja selamanya pasti ada bisikan dari hati untuk mengingkarinya. Ada beberapa hal yang mengakibatkan seorang ibu amatir bangkit dari segala rasa sakit pasca melahirkan, baik normal/sc.
1. Merasa anak sebagai amanah dari Allah.
Yaps, anak adalah titipan dari Allah. Keberadaannya menuntut kita agar menjaganya dengan baik. Perasaan bahwa dia adalah anakku yang kepada Allah kelak kita akan bertanggung jawab dapat memunculkan sebuah keajaiban yang tidak diduga.
2. Ada sebuah ideologi yang akan diturunkan.
Melahirkan dengan cara apapun tetaplah meninggalkan rasa sakit yang luar biasa. Bagi ibu rasa sakit tersebut akan di abaikkan. Karena, dia tahu anaknya membutuhkan dirinya. Bukan hanya karena perkembangan dirinya tetapi juga karena ada sebuah ideologi yang ingin ditumbuhkan dalam diri si anak. Kekuatan besar seperti kekuatan bulan tersebut akan meluruhkan segala rasa sakit.
3. Tugas Sebagai Madrasah Pertama
Menjadi guru pertama mengajarkan banyak hal. Bukan hanya sekedar mengajari adab, tetapi membuat anak-anak mencintai adab. Bukan sekedar mengajarkan beribadah tetapi mencintai dalam beribadah.
Udah ah ngeditnya wkwkskwk. Menulis dalam keadaan mengantuk ituuu memang tralala
Tulisan ini di edit pada Senin,12 Maret 2018 pukul 17.59
Keajaiban Dalam Diri Seorang Ibu
Maret 11, 2018
No comments
0 comments:
Posting Komentar