Tetiba saja pertanyaan itu berkelebat di depan mata. Ya... sudahkah aku jujur kepada Allah? Ketika labuhan tak seperti tujuan yang pernah kusampaikan pada Allah dalam selipan kata bernama doa. Ah...mungkin benar ada yang salah.
Rabb inginku selalu bersama kebaikan... bersama orang-orang baik dan membaikkan sekitar. Hanya saja, sepertinya hari ini aku menyadari tak segigih yang dibayangkan. Kepalaku berputar mencari dalil untuk menenangkan segala gundah. Ah... bukankah Allah pasti menyiapkan ujian untuk menguji niatan? Bukankah Allah menyediakan ujian untuk mengukur kadar keimanan?
Wahai diri, benarkah kau telah jujur kepada Allah?
Ketika kau merasa payah menjalani hari bukan berarti itu tanda kau tak jujur padaNya. Lelah itu residu yang harusnya mampu kau ubah menjadi sebuah energi besar dari untuk memulai hari. Jika hari ini kau merasa gundah dan merasa kalah bukan berarti Allah sedang marah. Tapi DIA ingin melihat kesungguhan. Yakinlah selalu ada jalan untuk kebaikan.
Perbaiki niat, mungkin masih ada salah pada niat. Lalu Allah tiupkan rasa bersalah dan lemah agar menyadari ada biduk niat yang mulai salah arah. Saat sebuah kapal salah arah seorang nahkoda pastilah berusaha keras melawan arah angin ataupun gelombang dahsyat agar sesuai tujuan awal. Tetapi, bukankah gelombang itu yang akan semakin mendidik sang nahkoda lebih banyak belajar.
Ah, tetap saja aku merasa belum jujur kepada Allah....
Hey, kalau kau merasa belum jujur kepada Allah jangan pernah jadikan itu sebagai alasan untuk menyerah. Inilah kesempatan untuk memperbaiki seluruhnya. Mulailah pembicaraan dengan Allah, mungkin permintaan maaf bisa jadi awalan pembuka atas sebuah penyesalan. Sudah... tak usah beralasan. Jujurlah atas keinginanmu pasti kau akan menemukan itu.
Yuk ah... perbanyak berbincang kepada Allah dengan mendoa dan membaca KalamNya. Rasa tak merasa tak jujur ini mungkin sebuah peringatan agar sujudmu lebih panjang, agar malammu tak lagi miskin dzikir pada Allah. Bergegas perbaiki diri Allah rindu dengan kebaikanmu. Allah rindu dengan kejujuranmu menyampaikan inginmu.
Wahai hati, hanya dengan mengingat Allah kau menjadi tenang. Bismillah, membuka lembaran hari dengan memperbaharui niatan dan mengkomunikasikan kembali tentang sebuah tujuan. RidhoMu atasku adalah tujuanku. Mati di jalanMu semoga benar menjadi inginku.
Renungku pada suatu hari.
Sudah Jujurkah Aku Kepada Allah?
Maret 20, 2018
No comments
0 comments:
Posting Komentar