Yang Sering Terlihat Hanya Hasil Bukan Proses


"Dia sudah gagal".
"Ternyata dia tidak terlalu pintar, nilainya rendah".
"Waaah hebat dia juara"
"Dia tidak lagi punya kesungguhan"
"Ahhh itu sih gampang, makanya dia bisa"
"Harusnya dia bisa, kan sudah mudah to?"

Begitu kira-kira celetukan yang sering kita dengar dari sekitar atas apa yang terjadi dengan diri kita. Mereka -orang luar- tak pernah merasakan proses yang kita lakukan. Hanya sebatas cover yang bisa saja kita manipulasi dengan beragam emoticon 😷. Kepayahan, kesungguhan mana ada yang bisa menilai. Yaps, karena pada akhirnya akan dipahami bersama bahwa proses menjadi penilaian Allah atas diri tiap hamba. Sedangkan manusia sebatas penonton "hasil jadi" dari setiap usaha yang sudah dilakukan.

Merasa diremehkan dan disepelekan atas peluh yang telah dikeluarkan memang menyakitkan. Tetapi Allah lebih detail melihat proses kita. Allah lebih tahu berapa mili jumlah air mata yang tumpah membasahi pipi. Air mata itu tak terceritakan, kesedihan itu tak tercitrakan. Lalu, apa kau masih peduli pake banget dengan penilaian manusia?

Setiap orang berhak menilai, tapi kita tetap harus meyakini pemberi nilai terbaik dan tertepat hanyalah Allah. Manusia bisa saja memberikan penilaian tak sesuai karena titik acuan penilaiannya sekehendak dirinya atau dia tidak melihat keseluruhan perjalanan secara utuh dan menyeluruh.

Teruslah berproses, setiap kejadian pastilah Allah menyediakan berjuta kebaikan. Jalan hidup yang ditempuh hari ini akan membuatmu lebih mendewasa serta membawa imanmu pada tangga yang lebih tinggi. Sesungguhnya sholatmu, ibadahmu, hidupmu, dan matimu hanya untuk Allah. Selamat menikmati jamuan dari Sang Maha. Semoga selamat sampai JannahNya.


3 komentar:

  1. yupz, abaikan kata-kata yang aan meluruhkan semangat

    BalasHapus
  2. Yuhuuu, meski kadang tetep kudu begitu dulu

    BalasHapus
  3. Yuhuuu, meski kadang tetep kudu begitu dulu

    BalasHapus

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.