Dolanmu Dalan Rejekiku #1

Yuhuu pada suatu hari, aku sedang naik mobil bersama my Djo. Di depan kami ada sebuah mobil, aduh merknya lupa. Nah, di belakang mobil itu ada tulisan. Bunyinya gini, "Dolanmu dalan rejekiku". Otomatis dong ya aku ketawa ketiwi. Idihh tu mobil depan tau aja kalau dibelakangnya ada seorang wanita yang menikah dengan agen tour and Travel Semarang. Suamiku sih bilangnya itu mobil rental. Tapi aku terlanjur mengartikan lain.

Menjadi istri dari agen tour and travel tu banyak menyisakan cerita. Iya, kalau pas banyak perginya semua B aja, kalau pas nggak kudu rada prihatin dikit. Jujur saja, sebagai anak yang dibesarkan di keluarga PNS mendapat suami yang berbisnis tu butuh banyak penyesuaian. Padahal dulu aku dengan PD bilang sama ibuk kalau aku bakal nikahin seorang pengusaha wkwkwkwk daaaan posisi belum kenal sama doi. Back to topic, penyesuaian yang aku maksud adalah ritme dalam penerimaan uang. Ibuku memiliki kebiasaan berbelanja kebutuhan rumah selama sebulan pada tanggal muda. Huum pas gajian gitu langsung cus meluncur pergi ke pasar langganan membeli semua yang dibutuhkan. Mulai dari sabun, shampo, gula, teh, beras, mi goreng, semua sudah lengkap. Sepertinya nggak ada kamus ngecer dalam hal perbelanjaan ibuku.

Tapi, setelah aku menjalani hidup dengan keluarga kecilku hal tersebut belum bisa dilakukan. Mungkin karena suamiku belum menerapkan sistim menggaji dirinya sendiri. Ini kami masih berbenah sih. Menata pengelolaan keuangan. Memisahkan antara keperluan operasional kantir, laba, dan kebutuhan pribadi. Terima uang tidak harus di awal bulan. Bisa ditengah bahkan di akhir. Kami berdua menyadari kok perlu sesegera mungkin melakukan penataan keuangan. Kalau tidak bisa berabe di masa yang akan datang. Sebagai seorang agen tour and travel, suamiku tentu memiliki impian untuk keluarganya. Mulai dari daftar tempat yang ingin dikunjungi bersama keluarga, rencana investasi, dan warisan untuk anak keturunannya.

Aku kini berstatus sebagai full mommy. Pilihan yang tidak mudah sebenarnya. Karena pihak keluarga kurang sepakat dengan apa yang aku pilih ini. Lha tapi gimana lagi aku berfikir bahwa puncak karir seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga yang sukses. Sukses membawa kebahagiaan untuk keluarganya. Jenuh, iya kadang aku merasa seperti itu. Keseharian dengan ritme yang itu-itu saja membuatku kadang merasa tak nyaman. Makanya, sekarang sedang dapat tawaran buat bantu my Djo menangani isi web dan blog. Aku udah menawarkan, aku bantu jadi freelance writer lagi atau mending aku bantu suamiku ngurus bisnisnya. Kebetulan sekarang doi nggak punya karyawan.

Eh, bentar ini tulisan kon rada nggak yang seperti aku bayangin ya wkwkwkwk. Udah kuganti kok judulnya jadi Dolanmu Dalan Rejekiku #1.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.