Perpisahan memang sangat menyakitkan. Tidak jarang membuat manusia menjadi hilang kendali. Tidak mampu lagi mengendalikan diri untuk mengontrol emosi. Rasanya, tangisan tidak akan mampu mempertemukan. Pada masa seperti ini jangan sesekali mengambil keputusan. Karena semua bisa jadi bersifat luapan. Ya, hanya luapan atas rasa ingin bertemu tetapi tidak mampu.
Rindu adalah residu yang megusik kalbu. Ingin rasanya menembus ruang dan waktu agar dapat mengulang dan memperbaiki keadaan. Tetapi, itu sudah tidak lagi mungkin dilakukan. Kehilangan adalah rangkuman dari semua perasaan. Kehilangan kesempatan, kehilangan momen, kehilangan seseorang.
Kita harus tetap hidup dalam sebuah realitas. Tidak semua hal terjadi sesuai dengan keinginan. Tidak semua kejadian membutuhkan persetujuan dari kita. Semua adalah kuasa Tuhan. Lalu apatah yang dapat kita lakukan? Hanya satu yang bisa dilakukan, menerima kenyataan dan berdamai dengan keadaan.
Rindu datang karena saling berjarak. Tidak mampu saling menggenggam. Tidak ada lagi kata menguatkan. Seolah masing-masing berjalan sendirian. Rindu adalah risiko dari sebuah perpisahan. Perpisahan yang memang menjadi pilihan atau karena mengikuti takdir Tuhan.
Ya...rindu ini adalah residu
Betul, rindu itu karena jarak yang tak memepertemukannya walau itu hanya untuk hitungan jam saja
BalasHapusDan tetap rindu
Orang kalau udah rindu susah sembuhnya, kecuali bertemu. Bahkan rindu itu yabg dimakan adalah psikis, jadi jangan memendam rindu Kak.
BalasHapusKadang rindu pada sosok orang yang dekat namun tak lagi sama, rindu dia yang dulu
BalasHapusSuka banget sama kalimat, "Kita harus tetap hidup dalam sebuah realitas. Tidak semua hal terjadi sesuai dengan keinginan. "
BalasHapusAh si rindu, kenapa suka hingga aja ya hahahaha
Aku pikir awalnya puisi lho kak, kalau dibikin jadi puisi kayaknya menarik :)
BalasHapusRindu memang berat, tapi ia harus ada karena ada harapan di balik kerinduan. Bagiku sih gitu... Meski tak selamanya harapan itu jadi nyata.
BalasHapusKetika rindu adalah residu, berapakah nilai residu dari rindu itu sendiri? Ah sudahlah, lupakan, Rindu memang bukan melulu karena dua hati, bisa juga karena rindu akan senyum seseorang, rindu akan suasana di rumah. Suka gaya penulisannya mb.
BalasHapus