Tulisan ini aku dedikasikan buat siapapun yang masih belum bisa menerima kenyataan yang saat ini sedang dihadapi. Sudah menjadi satu dari sekian hukum alam ada keadaan yang tidak bisa kita kendalikan. Semua terjadi begitu saja tanpa ada aba-aba, tanpa ada pemberitahuan. Hal paling meyakitkan adalah ketika hal tersebut datang dan kita dalam kondisi tidak siap menghadapinya. Serasa mendapatkan hantaman besar dan langsung melumpuhkan.
Kenyataan pahit yang dihadapi oleh masing-maaing orang tentunya beragam. Ada kehilangan, penolakan, hujatan, dan lain sejenisnya. Tingkat heart disaster juga beragam, semua bergantung dari beberapa poin di bawah ini.
1. Kondisi keimanan
Kenyataan tidak menyenangkan itu datangnya dari Tuhan. Ia hadir sebagai sarana pengujian bagaimana seorang hamba dalam menyikapi. Saat dia sedang jauh dari Allah pasti akan butuh effort yang tinggi agar dapat menerima. Tetapi, jika dia dalam kondisi baik akan lebih mudah menerima semua kejadian.
2. Kondisi Hati
Semua yang terjadi selalu tanpa kode, sehingga kadang kita tidak sempat menata hati agar mau ikhlas menerima semuanya. Hati yang lapang akan menerima semua cobaan dengan mudah. Hari yang sempit dan penuh tekanan akan menerima kenyataan sebagai racun dalam hidupnya.
3. Support system
Saat masalah datang menyambut hari-hari kita dukungan dari orang terdekat sangatlah penting. Support sistem disini tidak harus berasal dari keluarga atau temen. Ada salah satu penulis sinetron yang menggunakan BTS (boyband asal Korea) sebagai support sistem dalam hidupnya. Melalui lagu-lagu yang dibawakan membuat dia menjadi lebih baik.
4. Cara Pandang
Ini merupakan hal krusial dalam menghadapi kenyataan. Ketika cara pandangnya sempit tentang hidup rasa hancur akan semakin besar. Kita butuh memperluas cara pandang akan rasa keberterimaan semakin besar.
Ada satu kalimat yang cukup ampuh untuk sampai pada titik kesadaran. Jika kamu tidak dapat mengubah suatu keadaan maka ubahlah cara pandangmu. Mengubah cara pandang tidak semudah kepala kita menoleh kanan atau kiri. Banyak hal yang perlu kita ketahui agar cara pandang terhadap suatu takdir dapat berubah. Semua dari kita pasti sepakat bahwa Tuhan akan memberikan sesuatu yang terbaik bagi hamba-Nya. Tetapi menerima firman ini saat kondisi terendah menjadi sangat sulit.
Dalam Al Qur'an disebutkan, apabila engkau mendapatkan suatu masalah maka hadapilah dengan sabar dan sholat. Respon pertama saat masalah itu datang menunjukkan bagaimana kualitas diri kista sebenarnya. Perintahnya jelas, saat ada masalah hal pertama yang perlu dilakukan adalah bersabar. Ini artinya kita diminta untuk mengkondisikan diri menerima semua yang terjadi. Jika masih belum tenang, maka sholat agar semuanya menjadi lebih mudah. Bahkan tidak cukup sampai di situ. Allah melanjutkan dengan firman lainnya, Dia tidak akan membebani seseorang di luar batas kesanggupanNya. Ketika Sang Pencipta percaya kita bisa, yakin ini masih sanggup kita lalui kenapa kita tidak percaya?
Menerima seluruh kejadian dalam hidup tanpa syarat akan menjadikan hidup kita lebih bahagia dan bermakna. Tarohlah orang yang selama ini bersama dengan kita menikah lagi. Atau orang yang kita sayang meninggal dunia. Sikap apapun tidak akan bisa membuat semua kembali. Semakin kita tidak menerima kenyataan akan semakin menyakitkan. Padahal hidup harus terus dilanjutkan. Perlahan sampaikan kepasa diri secara perlahan, ajaklah dia menerima rangkaian kejutan kehidupan dari Sang Maha Hidup.
Lalu bagaimana cara paling ampuh agar kita bisa menghadapi kenyataan? Next tulisan, ya!
Tapi terkadang kl dalam kondisi yang sulit susah ya Kak. kita jadi terbawa suasana dan emosi
BalasHapusKena banget pas baca tulisan kakak, "Jika kamu tidak dapat mengubah suatu keadaan maka ubahlah cara pandangmu."
BalasHapusJadi ga sabar baca artikel lanjutannya
Kalau lagi sedih, kecewa, galau salah satu obatnya buka surah Ar Rahman untuk mengingat banyak hal yang patut disyukuri. Walaupun kadang nggak sanggup baca juga sampe selesai si
BalasHapusKeimanan ini menjadi hal mendasar ya, Kak. Dalam pendidikan anak, ini berkaitan dengan aqidah. Kalau aqidah kuat insya Allah dekat dengan Allah, dan akhirnya senantiasa menyandarkan segala urusannya kepada Allah.
BalasHapusYang paling penting di mindsetnya ya. Meskipun dukungan juga memberi pengaruh besar
BalasHapus