Beberapa hari terakhir ini selalu terngiang dengan kalimat itu. Sebuah kalimat yang disampaikan oleh Rasulullah kepada Hudzaifah saat terjadi perang khandaq atau perang parit. Dikisahkan bahwa suasana perang Khandaq sangat mencekam. Tidak ada baju hantam sebagaimana perang yang lainnya maka, tidak mengherankan jika perang Khandaq juga disebut dengan perang urat syaraf. Pasukan Quraisy tentu sangat terkejut dengan sambutan kaum muslim. Mereka sudah berharap akan berhasil menggempur kaum muslim langsung ke Madinah, tapi parit arit sepanjang 5544 meter, selebar 4,62 meter dan kedalaman 3,234 meter menyambut mereka. Strategi buyar.
Kondisi saat itu sangatlah dingin dan mencekam. Hingga ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabat, adakah yang bersedia menyusup ke barisan pasukan Quraisy tidak ada satupun yang mengajukan diri. Bahkan, Rasul sampai bertanya sebanyak tiga kali dan hasilnya sama. Tetap tidak ada. Kemudian beliau bersabda, Qum Yaa Hudzaifah! Mendengar namanya disebut serta merta dia bangkit dan langsung melaksanakan perintah untuk menjadi telik sandi. Hudzaifah tidak menawar, dia langsung sigap dengan ketaatan penuh menjalankan perintah Rasulullah.
Dan Hudzaifah ini selalu menjadi contoh bagi sikap ketaatan seorang anak buah kepada pimpinan. Saat berada dikawasan kaum Quraisy dia memiliki kesempatan membunuh Abu Sufyan, tetapi tidak dilakukan karena tugasnya hanya mengintai. Ketika kecurigaan pasukan Quraisy tentang adanya penyusup lalu melakukan inspeksi tentara dia bisa lolos dengan mudahnya. Bagaimana cara dia menyikapi perintah dan menjalankan tugas dengan sangat rapi dan baik? Ketaatan dengan pemahaman yang penuh mampu memunculkan kecerdasan dan ketenangan dalam bertindak.
Sebuah pertanyaan lain kemudian muncul, adakah pada masa sekarang orang seperti Hudzaifah? Yang dia melakukan perintah dengan penuh kebahagiaan, bersegera tanpa mengenal kata tunda dan tidak ada suara tak penting yang mengiringi? Ada, pasti masih ada. Lalu, kenapa sekarang jarang ditemui, sosok seperti Hudzaifah?
Bagaimana kalau pertanyaan kita balik, adakah pemimpin sekarang yang seperti pemimpinnya Hudzaifah? Pemimpin dengan pancaran ketaatan kepada Allah yang tergambar jelas. Meski lembut tetapi kuat dan memiliki ketajaman berfikir. Mampu mendirect "anak buah" untuk mewujudkan visi besar. Menyayangi para pasukan dengan penuh ketulusan.
Kita perlu meyakini, sesosok Hudzaifah pasti akan ditemui kembali asalkan ada seseorang yang mencontoh Rasulullah memimpin.
0 comments:
Posting Komentar