Tipe Adonan Donat Vs Bola Bekel



Perlakukan seseorang seperti apa engkau ingin diperlakukan. Manis banget ga sih ini kata-kata? Manis banget dong, pada bilang manis loh...awas aja kalau enggak! đź’…Awalnya aku juga suka dengan prinsip ini. Seperti kalau kamu tidak mau diberi racun jangan pernah menyodorkan racun kepada orang lain. Tetapi, ternyata tidak selamanya benar ungkapan ini. Baru tersadar saat beberapa waktu lalu melakukan pelatihan fasilitator kemudian sampai pada pengenalan bakat. Secara kaca mata bakat kalimat yang tepat adalah, perlakukan seseorang sesuai dengan orang tersebut. Semuanya pasti bersepakat jika setiap orang dilahirkan dengan unik dan berbeda. Maka, dalam perlakuannya pun tidak dapat disamakan antara satu dengan lainnya.

Kita tidak dapat menghakimi seseorang hanya menggunakan satu dalil kemudian menganggap dalil lain tidak tepat. Dalil disini maksudnya bukan dalil dari langit loh, tapi dari seseorang. Kecuali Al Qur'an dan As Sunnah masih dapat kita kritisi dan tolak, bukan? Semenjak masa pandemi kemarin sering banget berseliweran kalimat, jangan hanya diam saja. Kamu itu bukan adonan donat yang diam lalu bisa berkembang. Dalam konteks kalimat agar kita tidak mager lalu melakukan sesuatu tentu saja tepat. Bener banget malah. Emangnya kita punya kekuatan super sampai diam saja banyak hal yang kita dapatkan. Semua butuh diusahakan dan diupayakan.

Cuma, kemarin terfikir saja sih, mungkin kalimat mengenai adonan donat ini juga cocok digunakan untuk orang yang enggan bergerak dari zona nyamannya. Ada istilah yang menyebutkan bahwa tidak ada pertumbuhan di zona nyaman. Padahal, ada loh orang yang tidak bisa berkembang saat tertekan dan merasa tidak nyaman. Jadi, memang ada orang yang butuh seperti adonan donat yang dia seperti tidak melakukan apapun, diam di tempat tetapi dapat bertumbuh mengembangkan diri sesuai bakat dan minatnya. 

Disisi lain ada juga orang yang tipenya seperti bola bekel. Dia perlu dibanting agar terpelanting, bahkan capaiannya melebihi ekspetasi diri. Perlu untuk ditekan, butuh rasa sakit untuk menjadi yang terbaik. Inilah orang yang harus keluar dari zona nyamannya agar dapat bertumbuh dan menebar manfaat bagi orang banyak. 

Maka, bagi siapapun yang memiliki hubungan dengan manusia. Baik guru, orang tua, atau lain sebagainya yang berharap agar orang lain dapat berkembang sesuai dengan bakat minatnya perlu mengetahui terlebih dahulu tipe apakah dia. Tidak semua orang dapat melejit karena tekanan. Ruang nyaman tidak selamanya melenakan. 

Buat yang belum tau dia lebih mirip ke adonan donat atau bola bekel, segera sadari. Dimanakah engkau akan berkembang dan menebarkan semerbak. Dengan cara apa agar dapat memberikan keluasan manfaat. 

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.