Insight Tafsir Al Falaq (Fi Zhilalil Qur'an)


 


Uqbah Bin Amr r.a berkata, Rasulullah bersabda: Tahukah kamu, ayat-ayat yang diturunkan tadi malam, yang tidak ada ayat-ayat yang setara dengannya? Yaitu Qul a'uudzu birobbil falaq dan qul a'uudzu birabbinnas. (HR Malik, Muslim, Tiemidzi, Abu Dawud, dan An Nasa'i) 


Surat Al Falaq dan An Nas merupakan surat muawidztain atau surat istimewa. Surat ini merupakan surat perlindungan, sebuah surat yang mengajak pembacanya menuju arena yang dilindungi. Ibnul Qayyim dalam tafsirnya bahkan menggambarkan dalam surat ini seolah-olah Allah sedang membuka pintu perlindunganNya dan membentangkan naunganNya untuk mereka. Allah memberikan benteng perlindungan dan meminta manusia untuk masuk agar merasa tenang di dalamnnya. Allah sangat tahu jika manusia itu lemah maka membutuhkan tempat yang tenang, aman, dan menjamin keselamatan dari ancaman musuh-musuhnya.

Berikut adalah beberapa insight yang didapatkan setelah membaca tafsir Al Falaq

Pertama, kita harus meminta perlindungan kepada Allah.

Sebagaimana dalam ayat pertama, 

قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ الۡفَلَقِۙ

Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar)

Kita harus memohon perlindungan kepada Tuhan yang menguasai subuh. Tetapi jika kita juga melihat arti "falaq" sebagai makhluk berarti kita sedang berlindung kepada tuhan yang menguasai seluruh makhluk. Dan ini akan sangat relevan dengan ayat selanjutnya yang memohon perlindungan dari kejahatan makhluknya.

Tidak ada yang dapat melindungi kita sesempurna Allah. Rasulullah selalu membaca surat ini dan surat An Nas sebelum tidur. Aisyah ra. menceritakan jika Nabi Muhammad akan mengumpulkan kedua tangan kemudian meniupnya dan membacakan surat Al Falaq dan An Nas setelah itu mengusapkan keseluruh badan beliau. Dan Rasulullah mengulanginya sebanyak 3 kali. 


Kedua, kita meminta perlindungan kepada Allah atas empat hal

Pada ayat kedua sampai dengan keempat, manusia meminta perlindungan itu pada empat perkara yaitu: kejahatan makhlukNya, kejahatan di waktu malam, kejahatan sihir, dan rasa dengki orang lain.

مِنۡ شَرِّ مَا خَلَقَۙ

dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,


1. Kejahtan Makhluk-Nya

Kejahatan secara mutlak dan global. Dari kejahatan makhluk yang tampak maupun tidak tampak. Kita sedang memohon agar Allah melindungi kita dari segala kejelekan yang dapat ditimbulkan dari perbuatan makhlukNya. Secara eksplisit kita sedang meminta agar Allah memberikan kebaikan kepada kita.


وَمِنۡ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,


2. Kejahatan Malam

Secara bahasa Al Ghasiq artinya yang tumpah dan yang mengalir deras, sedangkan Al Waqab berarti galian di gunung yang mengalirkan air. Ini seperti saat malam telah tumpah dan menggenangi daratan. Suasanya mencekam dan menakutkan. Di saat gelap malam dan pekat rangat rentan muncul sesuatu baik yang nyata maupun tersembunyi. Saat itu binatang buas keluar untuk mencari mangsa, binatang melata keluar dari persembunyiannya, mata-mata keluar untuk mengintai dan mencari kelemahan, seseorang yang bersembunyi dan siap untuk membunuh, rasa was-was yang dibuat setan. Kesedihan-kesedihan yang menyiksa perasaan terkadang juga akan datang diwaktu ini. Pikiran-pikiran negatif kita seringkali memang hadir saat malam sunyi.

وَمِنۡ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الۡعُقَدِۙ 

dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),


3. Kejahatan Wanita Penyihir

An Naffasti fil 'uqad adalah wanita tukang sihir yang berusaha mengganggu dan menyakiti dengan jalan menipu syaraf, indra, dan meberikan kesan pada jiwa serta perasaaan. Saat kita melihat ada orang muntah paku dan lain-lain itu adalah bentuk dari penipuan dari tukang sihir atas indra dan syaraf kita. Rasa takut yang muncul karena hal-hal itu juga bagian dari cara kerja mereka. Semua itu hanyalah khayalan yang menipu indra kita.

Kisah Nabi Musa dengan para penyihir hebat Fir'aun adalah jawabannya. Pada saat para penyihir melemparkan tongkatnya kemudian menjadi ular, ternyata itu hanyalah bayangan saja. Bukan benar-benar menjadi ular. Bahkan digambarkan saat itu sebenarnya Nabi Musa juga merasa gentar ketika melihat ular-ular itu merayap. Namun, kemudian Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkatnya dan kemudian menjadi ular sungguhan, bukan lagi tipuan dan dapat memakan habis ular jadi-jadian para penyihir. Hal ini terdapat pada surat Taaha 66-69 yang artinya :

(Berkata Musa, "Silakan kamu sekalian melemparkan") maka mereka melemparkannya. (Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka) asal kata 'Ishiyyun adalah 'Ushuwwun, kemudian kedua huruf Wawu ditukar menjadi Ya, selanjutnya harakat huruf 'Ain dan Shad dikasrahkan, maka menjadi 'Ishiyyun (terbayang kepada Musa seakan-akan karena pengaruh sihir mereka ia) merupakan ular-ular (yang berjalan) atau merayap pada perutnya. (Maka timbullah perasaan) muncul perasaan (takut dalam hati Musa) dia merasa takut karena ternyata sihir mereka sejenis dengan mukjizatnya, sehingga akibatnya akan mengaburkan mana yang hak dan mana yang batil di mata orang banyak, yang nantinya mereka tidak mau beriman, disebabkan kejadian itu. (Kami berkata) kepada Musa, ("Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul) kamulah yang akan mengungguli mereka. (Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu) yakni tongkat (niscaya ia akan menelan) yakni akan melahap(apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir) ulah tukang sihir belaka. (Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang") dengan sihirnya itu. Lalu Nabi Musa melemparkan tongkatnya, maka tongkat Nabi Musa itu menjadi ular yang besar dan menelan semua apa yang diperbuat oleh para ahli sihir.


وَمِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki


4. Kejahatan orang yang dengki/hasad

Hasad adalah sikap jiwa terhadap kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain dan menginginkan agar nikmat itu hilang dari orang tersebut. Ayat ini juga dapat menjadi pelindung untuk kita terhindar dari penyakit ain. Sebuah penyakit yang disebabkan oleh rasa iri dan dengki.








0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.