Dalam menjalani kehidupan kita harus memiliki keyakinan akan besarnya rahmat Allah dan rasa takut terhadap adzab Allah. Kedua sifat ini dikenal dengan Khouf (takut) dan Roja' (pengharapan). Khouf dan roja' haruslah dilakukan dengan seimbang, sebagaimana sayap burung. Kita tidak boleh terlalu condong terhadap rasa takut kepada Allah sampai melupakan ampunan Allah, karena ini akan menyerupai sifat dari kaum khawrij. Pun sebaliknya, tidak hanya mengingat rahmat Allah sehingga kita tidak memiliki rasa takut dalam melakukan kesalahan terhadap Allah sebagaimana kaum murji'ah. Seimbangkan kedua sifat khouf dan roja' sebagaimana pada ulama ahlul sunnah wal jamaah.
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: «قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ! إِنَّكَ مَا دَعَوتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلَا أُبَالِي. يَا ابْنَ آدَمَ! لَو بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ. يَا ابْنَ آدَمَ! إِنَّكَ لَو أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئاً لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً» رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Hai anak Adam, sesungguhnya selagi engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni dosa yang ada padamu dan aku tidak peduli. Hai anak Adam, seandainya dosa-dosamu setinggi langit (begitu banyak), kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni. Hai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku tanpa menyekutukan-Ku dengan apa pun, pasti Aku akan menemuimu dengan ampunan sepenuh bumi pula.”
(HR. Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Hadits Arbain ke-42 di atas mengingatkan kita betapa besarnya ampunan Allah. Sebanyak apapun dosa yang kita lakukan Allah tidak peduli mau setingggi langit ataupun sepenuh bumi, pasti Allah maafkan. Bahkan dengan gamblang Allah melalui hadis yang disampaikan oleh Rasulullah ini telah memberitahukan kepada kita mengenai apa yang harus dilakukan agar mendapat pengampunan Allah.
"Dan Rabbmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu....
(Al Mu'min:60)
Dalam doa yang kita lakukan tentunya sangat mengarapkan pengampunan Allah atas segala dosa yang telah kita lakukan. Meletakkan harapan kepada Allah dengan rasa takut dan harap dalam satu paket permohonan.
Kedua, istighfar (mohon ampun kepada Allah)
Meskipun dosa kita setinggi langit atau para ulama ada yang menyebutkan sejauh mata memandang Allah akan memberikan pengampunan asal kita memohon ampun dengan istighfar. Istighfar dapat bernilai dua hal, yaitu taubat dan doa. Istighfar bernilai tobat saat kita melakukan istighfar dengan meninggalkan dosa yang kita lakukan akan tetapi, akan bernilai doa apabila ternyata lisan beristighfar akan tetapi tetap melakukan perbuatan dosa. Sehingga dosa inilah yang akan menjadi penghalang terkabulnya doa. Maka, memohon ampunlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya agar Allah mengampuni dosa kita yang setinggi langit itu.
Ketiga, tidak menyekutukan Allah
Dosa manusia yang sepenuh bumi akan diampuni asalkan kita sudah menanggalkan penyekutuan kepada Allah. Apabila kematian menemui kita tentu berharap seluruh diri kita baik hati, badan, maupun perbuatan adalah dalam rangka menjalankan ketauhidan kepada Allah. Karena hanya dengan hal tersebut seluruh dosa akan diampuni oleh Allah. Dalam buku Al Ulum Wal Hikam disampaikan, ahli tauhid akan dilemparkan ke neraka tidak seperti orang kafir, yang melemparkan ahli tauhid dan orang kafir juga berbeda, ahli tauhid tidak akan kekal ke dalam neraka sebagaimana orang kafir. Jika semakin sempurna iman seseorang maka dia akan mendapatkan pengampunan dan tidak akan masuk ke dalam neraka.
Disusun dalam rangka mengerjakan tugas Bu Nyai Caruban 😇
0 comments:
Posting Komentar