Untuk Apa Kamu Hidup?


 

"Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam." (QS Al-An'am: 162) 


Hidup yang kitan jalani terkadang seperti sebuah pensil yang dimasukkan ke dalam gelas berisi air. Ada pembiasan di dalamnya. Biasnya tujuan hidup yang kita lakukan membuat kita semakin tak tentu arah. Tanpa sadar sudah melakukan banyak sekali tindakan yang membuat kita melebar dari tujuan awal penciptaan. Setelah dewasa dan dapat menggunakan akal dengan baik, tidak pernah sedikitpun bertanya kepada diri untuk apa kamu hidup? Sebuah pertanyaan yang seharusnya kita lontarkan saat pertama kali mencoba mencari jati diri. Agar visi dan mimpi hidup yang kita susun tidak bertentangan dengan visi Allah dalam menciptakan kita ke dunia ini.


Dalam surat Al An'am di atas sudah sangat jelas dan gamblang Allah menciptakan manusia agar dia senantiasa berorientasi kepada Allah. Bahwa dalam menjalankan kehidupan adalah dalam rangka untuk mendapatkan Allah. Bukan lainnya. Apa-apa yang ada di dunia ini bukanlah sebuah tujuan akan tetapi, sebuah sarana. Ya, sarana untuk kita sampai kepada Allah. Harta, ilmu, pekerjaan, karir, dan lain sebagainya adalah sarana untuk mendapatkan Allah. Sudah ada perjanjian bahwa seluruh hidup dan mati hanya untuk Allah.

Dari Zaid bin Tsabit RA, ia mendengar, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa tujuan hidupnya adalah dunia maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barang siapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (HR Ahmad).

Jangan pernah kamu gunakan hidupmu untuk dunia, jadikanlah dia sarana untuk mendapatkan akhiratmu. Jadikanlah dunia untuk mendapatkan Ridha Allah. 


Ya, untuk apa kamu hidup? Untuk mendapatkan ridha Allah. Bagaimana jalan mendapatkan ridha Allah? Melalui rangkaian ibadah yang kita lakukan. Jadikan segala yang dilakukan bernilai ibadah. Jangan biarkan itu menjadi sesuatu yang sia-sia. Ibadah bukan hanya sekadar melakukan sholat, puasa, zakat, dan sedekah. Pekerjaan yang kamu lakukan, perkataan yang kamu lontarkan, tulisan yang kamu buat bisa bernilai ibadah. Mengejar impian yang kamu tetapkan juga bagian dari ibadah.

Untuk apa kamu hidup? Untuk menjalankan misi keTuhanan yang telah diberikan sejak awal Allah menciptakanmu. Menjadi pemakmur bumi, menjadi pemimpin bagi seluruh makhlukNya. Bukan untuk bermain atau bersenda gurau dengan teman. Allah telah melepaskamu ke dunia ini bukan tanpa apa-apa. Sudah dibekali akal untuk berfikir, raga untuk bergerak melakukan sesuatu, jiwa untuk selalu terhubung dengan kebaikan. Menjadilah manusia bermanfaat. Jika saat ini merasa tak memiliki apapun untuk diberikan kepada orang lain, masih merasa menjadi beban. Cobalah renungi, apakah Allah pilih kasih? Sampai kamu tidak diberikan apapun. DIA pasti memberikanmu sebuah keistimewaan. Tugasmu sekarang adalah mencari keistimewaan diri itu. Bukan hanya sekadar mengutuki diri, bersembunyi dari keramaian dan merasa rendah diri. Kamu akan menjadi pahlawan, kamu akan menjadi bintang. Teruslah berproses


Untuk apa kamu hidup? Untuk menjadi pemenang dalam riuh pertandingan manusia. Kamu adalah pengemban misi suci menebar kebaikan dan kebermafaatan bagi semesta. Mari bergegas, tetapkan jalan untuk mendapatkan Allah. Jalan apa yang akan kamu tempu agar bisa sampai kepada Allah.


Ingat, dunia dan segala pernak-perniknya ini adalah sarana. Jangan sekalipun terlena dengan dunia yang hanya sementara dan lupa dengan akhirat yang kekal lamanya. Durasi kita di dunia hanyalah sebentar.



0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.