Di Indonesia sendiri sudah banyak hutan yang dibabat kemudian dijadikan lahan perkebunan atau perumahan. Belum lagi pembalakan hutan yang juga berakibat pada kondisi tanah. Deforestasi ini mengingatkan pada sebuah Novel yang berjudul Dunia Ana. Dalam novel tersebut diceritakan mengenai kondisi dunia di masa depan akibat perilaku manusia di jaman sekarang yang tidak dapat menjaga keseimbangan alam. Terlalu serakah mengambil apa yang ada di bumi tanpa berfikir anak cucunya di masa depan. Bukannya tidak mungkin apa yang diceritakan dalam dunia Ana mengenai punahnya habitat baik flora ataupun fauna setiap hari akan terjadi.
Namun memang, seolah sangat sulit ketika ingin melawan pelaku deforestasi. Kenapa demikian? Karena tentunya kita masih perlu mengakui bahwa uang menjadi kuasa di atas segala sesuatunya.
Ada baiknya, kita sekarang membahas mengenai hutan dan deforestasi di Indonesia.
HUTAN DI INDONESIA
Wilayah di Indonesia yang merupakan kawasan hutan pada tahun 2022 menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah 62,97% dari luas daratan Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa hutan di Indonesia sangat luas. Bahkan lebih luas dari kawasan yang digunakan sebagai lahan perumahan penduduk. Akan tetapi, ternyata jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan luas hutan pada tahun 1984. Karena menurut data dari kementrian selama 36 tahun terakhir (1984-2020) terdapat pelepasan kawasan hutan seluas 7.3 juta hektare. Pelepasan kawasan hutan ini biasanya digunakan sebagai lahan perkebunan. Di Kalimantan dan juga Sumatra alih fungsi kawasan hutan ini biasanya digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit.
DEFORESTASI DI INDONESIA
Menurut Wikipedia Penggundulan hutan, penebangan hutan, atau deforestasi adalah kegiatan menebang hutan atau tegakan pohon sehingga lahannya dapat dialihgunakan untuk penggunaan nonhutan, seperti pertanian dan perkebunan, peternakan, atau permukiman. Dari statistik Lingkungan Hidup tahun 2017 wilayah Indonesia yang paling luas mengalami deforestasi adalah pulau Sumatera, yaitu 47,5% dari total deforestasi. Kemudian diikuti oleh pulau Kalimantan dengan luas areal 34,3 persen dari total deforestasi. Penyebab luasnya deforestasi tersebut adalah adanya kebakaran hutan pada tahun 2015.
Jika kita membuat list penyebab deforestasi adalah sebagai berikut
1. Bencana Alam
Bencana alam disini maksudnya adalah kebakaran hutan yang tidak disengaja oleh manusia. Karena faktor kemarau berkepanjangan sehingga banyak daun kering dan saat bergesekan menimbulkan percikan api.
2. Perluasan Lahan Pertanian
Semakin bertambahnya jumlah populasi manusia maka kebutuhan akan makanam juga semakin meningkat. Maka salah satu jalan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan adalah pembukaan lahan pertanian. Akan tetapi, jika tidak hati-hati dalam pembukaan lahan ini malah akan menimbulkan dampak yang bahaya. Pernah terjadi ketika sekelompok masyarakat bermaksud membakar rumput agar luas lahan pertanian meningkat malah berakibat dengan kebakaran hutan yang sangat hebat. Bahkan asap tebal yang dapat mengganggu pernafasan.
3. Ilegal loging
Para pelaku ilegal loging adalah orang yang tidak ingin susah. Mereka tidak mau menanam terlebih dahulu bibit pohon. Maunya langsung mendapatkan pohon dalam ukuran besar. Khilaf karena godaan uang akhirnya mereka mengambil pohon di hutan dengan tanpa ijin. Baik dari masyarakat adat maupun pemerintah.
4. Pembukaan lahan baru untuk rumah
Pada jaman orde baru digiatkan untuk melakukan transmigrasi, dari pulau Jawa menuki pulau tertentu. Biasanya untuk para transmigran sudah disiapkan rumah untuk ditempati. Nah, lahan yang digunakan oleh para transmigran adalah hasi deforestasi.
5. Pembukaan perkebunan dalam skala besar dan kecil
Ini yang paling sering terjadi. Meski ijinnya ribet tetapi pada kenyataannya alih fungsi kawasan hutan banyak yang digunakan sebagai lahan perkebunan cukup luas. Seperti yang suda saya sebutkan di atas, padahal biasanya perkebunan itu adalah perkebunan kelapa sawit. Dimana sawit memiliki sifat menyerap air tanah, sehingga tanah yang sudah ditanami sawit akan cenderung berkurang tingkat kesuburannya. Dan tidak bisa ditanami oleh jenis tanaman lain.
Alih fungsi hutan menjadi beberapa lahan lain tentunya sudah memiliki regulasi yang mengatur. Akan tetapi tetap saja ada oknum-oknum yang melanggar regulasi tersebut. Padahal dampak dari deforestasi sangat banyak dan bersifat global.
Pertama, mengingat luas wilayah hutan di Indonesia adalah yang paling luas Mak deforestasi di Indonesia dapat berdampak pada pemanasan global. Suhu rata-rata bumi menjad meningkat sehingga es di kutub Utara mencair. Hal ini berakibat pada meningkatnya tunggu permukaan air laut. Setiap tahun permukaan air laut akan bertambah sekitar 1 meter. Jika ini dibiarkan bukannua tidak mungkin bumi akan menjadi tenggelam.
Kedua, punahnya populasi flora dan fauna. Hutan menjadi tempat tinggal beraneka ragam hayati. Kerusakannya membuat mereka kehilangan rumah bahkan harus mati. Tak mengherankan jika sering kita dengar ada segerombolan monyet atau gajah yang menyerang lahan pertanian. Sebenarnya mereka tidak sedang benar-benar menyerang. Mereka hanya sedang mencari makan, karena tempat biasa mencari makan sudah tidak ada lagi.
Ketiga, menurunnya kualitas udara. Lahan gundul akibat dari deforestasi juga dapat berakibat pada kualitas udara. Penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin menyumbang CO2 yang sangat banyak. Dan hanya sedikit pohon yang menyerapnya, artinya akan banyak gas karbon dioksida yang berkeliaran dan mengganggu kualitas udara.
Keempat, akan berdampak pada bencana lainnya. Misal tanah longsor dan banjir. Fungsi hutan juga dapat sebagai tempat penyerapan air. Ketika sudah tidak ada lagi maka dia bencana tersebut sudah ada di depan mata.
Mari kita jaga hutan kita sebagai warisan untuk anak cucu kita kedepan. Sayangilah hutan dan mari gerakkan menanam pohon dan merawatnya. Jangan sampai generasi setelah kita hanya mendapatkan kerusakan alam saja.
0 comments:
Posting Komentar