Menurut pengertian, kenakalan remaja merupakan perbuatan yang tidak sesuai norma yang berlaku di masyarakat dan dilakukan oleh remaja. Yang memiliki usia 10-20 tahun.
Setelah mencoba mencari jenis atau macam kenakalan remaja, saya tertarik dengan istilah hubungan seksual pranikah. Hal ini memang sudah sangat marak sekali, bahkan beberapa waktu yang lalu kita dihebohkan dengan 179 anak putri di Ponorogo meminta dispensasi menikah ke pengadilan agama. Mirisnya, 60% dari peminta dispensasi itu tengah hamil. Angka ini tentu mencengangkan, tetapi juga masih ada daerah lain yang jumlah peminta dispensasinya lebih banyak hanya tidak terblowup media.
Hubungan seksual pranikah merupakan aktivitas hubungan badan antara laki-laki dan perempuan tanpa adanya ikatan pernikahan. Menurut cerita yang pernah saya dengar, di salah satu daerah di Temanggung ada anak kelas 6 SD yang sudah hamil, dan yang menghamilinya adalah anak SMP. Tentunya ini seperti sebuah tamparan keras bagi kita yang tinggal dan hidup pada budaya ketimuran. Dimana masih menjunjung tinggi norma dan adat istiadat.
FAKTOR PENYEBAB MARAKNYA HUBUNGAN PRANIKAH REMAJA
Banyak sekali faktor yang menyebabkan hubungan pranikah ini seolah menjadi hal lumrah, antara lain:
1. Keluarga
Biasanya para remaja yang berpacaran kemudian menemukan kenyamanan yang tidak dia temukan di keluarga menjadi faktor pertama. Meskipun orang tuanya masih hidup, tetapi dia kehilangan sosok orang tua terutama ayah karena kesibukannya dalam bekerja. Hal ini membuat remaja putri merasa bahwa dunianya adalah bersama dengan pacarnya itu. Dia tidak mau kehilangan dan membuat pacar menjadi kecewa, sehingga merelakan hal paling berharga dalam dirinya.
Selain hal di atas, minimnya informasi mengenai hubungan seksual pranikah yang disampaikan oleh orang tua. Anak-anak remaja yang masih ababil itu butuh teman dan pengarah, dan circle paling dekat dengan mereka adalah kedua orangtuanya. Disitulah madrasah sebenarnya bagi mereka.
2. Mudahnya Mendapatkan Akses Informasi
Di era 5.0 ini arus informasi sungguh sangat mudah didapatkan. Salah satunya adalah informasi mengenai hubungan seksual yang dibungkus dalam adegan pornografi. Bukan hanya YouTube saja, Facebook, Instagram, tiktok sudah sangat banyak menyajikan tampilan yang tidak senonoh dan itu mudah di akses oleh para remaja.
3. Adanya kesempatan
Pada salah satu penelitian menyebutkan hubungan seksual pranikah biasanya dilakukan dirumah sang pacar dikala rumah tersebut sepi. Atau mereka akan menyewa kamar hotel jika sedang pergi berdua.
4. Rasa ingin tahu
Anak-anak kita sangatlah kritis, melihat sebuah adegan yang tidak seharusnya kemudian penasaran ingin melakukannya. Saking besarnya rasa penasaran tersebut sampai lupa untuk mencari dampak dari apa yang dia lakukan.
5. Kebutuhan biologis
Masih dalam sebuah penelitian yang sama, seseorang yang sudah melakukan sekali dengan orang yang katanya mencintainya tersebut membuat efek ketagihan. Bukan hanya itu, bahkan konsentrasi menjadi terganggu.
6. Lingkungan Pertemanan
Tidak dapat dipungkiri, bahwa ada lingkaran pertemanan yang menganggap perawan sebagai hal kuno. Bagi mereka modern jika sudah melakukan hubungan seksual pranikah. Miris memang, tapi kenyataannya tidak sedikit geng remaja yang menganggap demikian.
DAMPAK HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH
Banyak sekali dampa mengerikan yang menghadang jika melakukan hubungan seksual pranikah, antara lain :
1. Penyakit kelamin
2. Sipilis
3. HIV/AIDS
4. Kehamilan yang tidak diinginkan
5. Gangguan jiwa
JIKA HAMIL HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH
Salah satu dampak yang jelas di depan mata dari hubungan seksual pranikah adalah hamil. Bisa dibilang kehamilan yang tidak diinginkan oleh mereka. Walaupun saat melakukan mungkin merasa bahagia, namun saat mereka hamil pastinya ada rasa panik dan takut. Langkah yang mungkin di ambil adalah melakukan aborsi. Padahal aborsi itu memiliki banyak sekali tantangan.
Bagi yang kehamilannya bertahan juga tetap mendapatkan banyak sekali hal tidak baik yang harus di hadapi. Ada peluang pacar yang kita anggap sebagai pemilik diri kita itu tidak bertanggungjawab. Dia kabur dan malah mempertanyakan kebenaran anak tersebut adalah anaknya. Atau, ketika dia mau bertanggungjawab tetapi belum memiliki penghasilan tetap. Sehingga efek domino kehamilan dari hubungan seksual pranikah ini akan bergulir sangat panjang. Efek domino yang akan terjadi
1. Menjadi orang tua yang Tidak Siap Mental
Karena kehamilan yang tidak diinginkan membuat calon orang tua baru tersebut tidak siap secara mental. Aktivitas saat masih lajang sangat bebas tentunya akan berbeda setelah berumah tangga. Masing-masing memiliki tugas dan tanggungjawab yang harus dilakukan. Rasa kaget dengan peran baru dapat menimbulkan permasalahan di masa yang akan datang. Diantaranya adalah meningkatnya jumlah JUS ( Janda Usia Sekolah) dan DUS (duda usia sekolah).
2. Baby Blues Menjadi Ancaman
Seorang yang bisa dikatakan masih anak-anak kemudian dia memiliki anak pastinya memiliki tekanan yang lebih besar. Karena seperti poin pertama tadi, belum adanya kesiapan mental. Maka wajar jika sekarang kita mendengar seorang ibu tega membunuh anaknya sendiri. Pasca melahirkan memang rawan terjadinya stress apalagi jika tidak memiliki support system yang baik.
3. Banyaknya anak mengalami stunting
Angka stuntimg di Indonesia cukup tinggi. Ditengarai salah satu pemicunya adalah adanya kasus anak yang sudah memiliki anak 😌. Karena kehamilan yang tidak diinginkan dan tanpa persiapan, sang ibu mungkin tidak sempat untuk belajar mengenai asupan yang dibutuhkan oleh bayi. Berapa takaran yang dibutuhkan sesuai dengan usianya. Sehingga anak-anak mereka terlahir sebagai anak stunting. Tentunya kita tidak dapat membayangkan, bagaimana nantinya generasi Indonesia di masa depan? Jika sejak kecil mereka tidak mendapat gizi berimbang.
4. Tumbuh kembang anak terganggu
Minimnya ilmu mengenai pengasuhan anak, sang Ibu kurang memberikan stimulus agar tumbuh kembang anak sesuai dengan milestone.
0 comments:
Posting Komentar