Ulasan Buku A untuk Amanda




 A untuk Amanda adalah sebuah novel karya Annisa Ihsani. Novel yang terbit pada taun 2016 ini mengisahkan tentang salah seorang murid berprestasi di sebuah sekolah terbaik. Murid tersebut bernama Amanda. Dia selalu mendapatkan nilai A untuk semua mata pelajaran. Namun, kesempurnaan nilai ini menjadi awal pemicu dia mengalami tekanan. Dia berfikir bahwa semua yang dia dapatkan hanya karena sebuah keberuntungan bukan karena memang dia memiliki kemampuan. Amanda merasa dia telah menjadi seorang penipu karena dia sebenarnya tidak selalu tahu. 

Terdapat dua peristiwa yang membuat Amanda semakin yakin bahwa dia adalah seorang yan tidak jenius. Pertama, saat mengerjaan tugas biologi. Dimana saat itu dia mengerjakan secara asal dan tidak menyiapkan dengan baik tetapi guru memberikan nilai A. Amanda merasa nilai itu diberikan karena guru tertipu dengan perdikat pemilik nilai sempurna. Kejadian kedua adalah saat kelas ekonomi, guru memberikan pertanyaan kemudian Amanda mengangkat tangan dengan percaya diri namun, guru mengatakan agar Amanda memberikan kesempatan kepada yang lain. Ternyata, saat itu jawaban yang akan Amanda berikan salah. Kejadian ini kemudian membuat Amanda semakin yakin bahwa nilai sempurna yang dimilikinya hanyalah sebuah keberuntungan. Dia semakin yakin bahwa para guru telah tertipu olehnya. 

Belum lagi kisah dia dengan pacarnya Tommy yang merupakan teman sejak masa kecilnya. Ketika Amanda memberikan sinyal bahwa dia tidak baik-baik saja Tommy seseorang yan dianggap memahami Amanda memberikan respon yang semakin membat Amanda tertekan. Untungnya Amanda masih mau meminta bantuan kepada ibunya dan ibunya cukup terbuka dan memahami situasinya. Singkat cerita Amanda menjadi memiliki rutinitas pekanan untuk bertemu dengan psikolog.


Ulasan

Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Dengan setting tempat sebuah kota suburban di daerah tropis. Alur yang digunakan campuran. Pada beberapa BAB membahas saat terjadinya kecelakaan Ayah Amanda dan interaksi Amanda dengan ayahnya. Tokoh utama dari novel ini adalah Amanda. 

Insight yang didatapkan

Kita dapat mengambil beberapa pelajaran dalam novel ini 

1. Pemicu Depresi Anak Pintar adalah pencapaiannya

Kita tentu tidak akan menduga jika seorang yang memiliki nilai sempurna memiliki pemikiran dirinya sebagai seorang penipu. Dia seolah tidak yakin bahwa capaiannya merupakan hasil dari kerja kerasnya. Hanya sebuah keberuntungan belaka. Saat membaca ini di awal responku juga sama dengan Tomy wkwk, gimana sih Amanda. Masak orang pinter minder. Amanda tidak yakin dengan kemampuannya tetapi dia juga tidak ingin mendapatkan nilai bukan A. Bagi dia saat nilanya bukan A maka kedoknya akan terbongkar.

2. Berikan Respon yang tepat kepada orang yang merasa depresi

Jika suatu saat nanti kita mendapatkan cerita dari teman atau keluarga mengenai beban hidupnya jangan ditanggapi dengan bercanda atau jawaban seolah meremehkan. Karena hal tersebut sebenarnya adalah sinyal untuk dia mendapatkan pertolongan. Jawaban yang menurut kit biasa penyampaiannya dapat berakibat fatal.

3. Tidak ada yang salah dengan orang datang ke psikater

Di beberapa kalangan masyarakat masih ada stigma negatif jika seseorang melakukan konsultasi dengan psikiater. Judge sebagai orang gila sangat mudah disematkan. Padahal tidak berarti kehilangan kewarasan. Sepertinya membutuhkan sebuah edukasi lebih di masyarakat bahwa datang ke psikiater adalah untuk menyembuhkan luka batin. Dan posisinya setara dengan seorang dengan luka fisik ke dokter.

4. Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini

Belajar dari Amanda, tidak ada yang sempurna dalam hidup kita. Setiap orang pasti memiliki jatah gagal dan sukses. Saat kita tidak mendapatkan nilai sempurna artinya kita sedang menjadi manusia pada umumnya

5. Jangan memikirkan pendapat orang lain

Ketakutan Amanda jika tidak memiliki nilai sempurna salah satunya adalah tidak ingin membuat ibunya kecewa. Satu hal yang perlu kita pahami bersama bahwa kita tidak bisa selamanya memberikan kebahgaiaan kepada orang lain. Berfikir bodo amat sangat dibutuhkan. Menjadi diri sendiri itu membahagiaan dengan tanpa beban bagaimana cara orang memandang.

0 comments:

Posting Komentar

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.