Crazy Rich Di Sekitar Rasulullah

Pada mulanya aku selalu berfikir sangat menakutkan menjadi orang kaya. Peluang untuk menjadi sombong sangat besar plus hisabnya nanti juga banyak. Kayak-kayaknya tu, ga pengen banget jadi orang yang banyak uang. Pengennya jadi orang yang cukup, pas mau apa-apa uangnya cukup gitu hihi. Ketakutan itu muncul disebabkan oleh penghayatan terhadap kisah Karun. Iyaaa Karun yang tenggelam bersama hartanya. Sampai lupa kalau para Sahabat di sekitar Rasulullah mereka juga bukan orang dengan keuangan kembang kempis. 

Gegara selalu terbayang uang = Karun sampai lupa ada Abdrrahman Bin Auf yang beliau kaya raya banyak uang dan tetap masuk surga dengan hartanya itu. Kalau pada masa Rasulullah para sahabat jadi enggan bekerja maka saat perang Tabuk tidak akan cukup perbekalan perang. Nggak bakal ada cerita itu Usman Bin Affan menyumbangkan 950 onta, 70 kuda, dan 1.000 dirham. Banyak banget, pada kepo nggak sih berapa aja kekayaan para sahabat yang ada di sekiar Rasulullah? Yuk, simak!

Daftar Kekayaan Sahabat Nabi
Abdurrahman Bin Auf
Salah satu orang yang ingin miskin dengan membeli kurma busuk dengan harga tinggi, eh... malah setelahnya ada orang yang mencari kurma busuk dengan harga yang sangat tinggi. Gagal miskin deh. Sahabat satu ini memang sering banget dijadikan rujukan para pengusaha muslim. Karena kesuksesannya dalam berwirausaha. Kekayaan beliau berupa 1.000 ekor unta, 1.000 ekor kuda,  ribuan kambing, seperempat harta warisannya aja 84.000 dinar. Kerennya lagi, beliau masih mewasiatkan agar seluruh alumni perak badar yang masih hidup diberi 400 dinar. Padahal alumni pasukan badar yang masih hidup pada waktu itu masih 100 orang. Dihitung aja berapa uangnya kalau full hihi. Ya gimana ya, sekali duduk dalam majelis infaknya aja ga kaleng-kaleng. Tu kotak infak masjid lubangnya ga muat, saking banyaknya uang yang di infakkan. Ga cuma infak, sebagai pebisnis ulung beliau juga ngga pernah absen dalam peperangan pada zaman Rasulullah.

Utsman Bin Affan
Sahabat yang dikenal kalem dan punya hobi berbagi. Saat wafat meninggalkan properti kekayaan senilai 200.000 dinar dan sejumlah onta serta kuda. Bahkan hingga saat ini masih ada kebun kurma, hotel, dan rekening atas nama Utsman Bin Affan. Saat Rasulullah masih hidup tentu banyak yang telah diberikannya untuk islam, selain infak saat perang Tabuk, Utsman juga membeli sumur dari Yahudi dengan harga tinggi agar umat muslim dapat mengakses air dengan mudah.

Thalhah Bin Ubaidillah
Ini juga ga kalah fantastis. Penghasilannya dari usah yang ada di Irak adalah 1.000 dinar per hari. Itu baru satu tempat usaha, gaes! Masih ada lagi usahanya yang ada di Yaman. Bisa dibilang penghasilan harian Thalhha Bin Ubaidillah lebih dari 1.000 dinar per hari. 

Sa'ad Bin Abi Waqqas 
Rumahnya bisa dibilang sangat mewah. Bayangin aja temboknya dari bahan yang sama seperti batu akik dengan halaman yang luas. Ketika wafat beliau mewariskan harta setara degan 15,38 M

Zaid Bin Tsabit 
Kekayaan sahabat Rasulullah yang satu ini adalah 100.000 dinar dan tanah. Selain itu masih ada emas dan perak. Konon karena saking banyaknya, saat harta warisannya akan dibagi harus dipecah degan kapak. Kebayang ga sih kalian gimana bentuk emasnya, sampai kapak maju.

Zubair Bin Awwam
Sahabat yang memiliki keahlian berkuda ini juga nggak kaleng-kaleng. Harta warisan yang beliau bagi-bagikan sebanyak 57.600.000 dirham ini setara dengan 3.543.724.800 rupah. Tiga trilyun lebih!! 

Abu Bakar 
Manusia yang timbangan keimanannya lebih berat dibandingkan dengan keimanan seluruh manusia ini juga memiliki kekayaan yang besar. Aku belum nemu sumber yang menjelaskan tentang berapa besarnya harta Abu Bakar sih, tapi kalau dilihat dari kisah-kisahnya kita bakal bisa menyimpulkan kalau Abu Bakar ini juga kaya. Bayangkan dia membebaskan budak, salah satunya Bilal Bin Rabbah. Selalu menjadi yang pertama dalam membantu orang kesusahan. Menginfakkan seluruh hartanya saat perang Tabuk. Jadi, bisa dibilang seluruh hartana digunakan untuk islam.

Umar Bin Khathab 
Umar Bin Khathab ini merupakan salah satu pengusaha properti yang sukses serta memiliki ladang pertanian seluas 70 ribu hektare. Dimana per hektare bisa menghasilkan uang setara 160 juta per tahun. Artinya dari hasil panen di ladangnya Umar akan mendapatkan penghasilan 2,8 T. Fantastis sekali, kan?

Realita ini seharunya cukup untuk menjadi penyemangat bagi orang islam untuk bekerja keras namun tetap berorientasi akhirat. Dalam artian dia tidak terlena dengan pekerjaan yang dilakukan. Spirit yang perlu dibangun adalah banyak ibadah yang memerlukan biaya. Banyak agenda dakwah yang butuh biaya. Yuk... bisa yuuuk semangat bekerja. Jadikan pekerjaan kita sebagai jalan mendapatkan surga-Nya.
Read More

Hai! Aku Tania Sahabat Gen Z dan Alfa

 Kemanapun aku mencoba mencari pelarian dan mencoba menentukan arah tujuan, akan selalu dipertemukan dengan hal yang sama. Dari dulu sampai sekarang ternyata perhatianku tidak pernah bergeser. Masalah anak usia SMP sampai dengan SMA. Entah mengapa aku merasa jika periode ini adalah periode krusial untuk ditemani. Selalu ingin memastikan mereka tumbuh sebagaimana mestinya. Maksimal usia 15 tahun mereka sudah selesai dengan dirinya. Sudah bisa menerima dan mensyukuri hidup yang dia miliki. Tidak pernah lelah untuk terus belajar, memperjelas jati diri dan jalan untuk meraih mimpi. Menjadi pribadi yang hidup bukan hanya untuk diri sendiri. Memiliki kejelasan pandangan tentang peran apa yang harus dimiliki. Tidak lelah meng-upgrade kemampuan diri.


Aku ingin membersamai mereka. Di penghujung tahun ini, aku menemukan ternyata permasalahan yang dihadapi hampir sama dengan zaman-zaman terdahulu. Masih seputar miras, narkoba, pornografi, hamil di luar nikah. Masalah-masalah yang di blowup maksimal adalah seputar kesehatan mental dan bullying. 


Kemarin sempat pusing banget sih, membayangkan masa depan. Anak yang hamil di usi sekolah, apa kabar kesiapan mereka menjadi ibu? Terus, kalau anak mereka sudah lahir, siapa yang akan merawat mereka? Jadi apa mereka di masa yang akan datang?


Anak yang sudah terbiasa dengan sebotol minuman, narkoba, atau melakukan hal asusia lainnya dikeluarkan dari sekolah, apa kabar masa depan mereka? Sekolah seolah bukan lagi tempat mendidik, bagi sekolah lebih baik mengamputasi mereka dari bangku sekolah daripada mencari jalan memperbaiki. Sampai pada kesimpulan, masa depan seorang anak tidak lebih penting dari reputasi sekolah. Jika sekolah sudah bermetamorfosa menjadi tempat transfernya ilmu pengetahuan saja, lalu?


Ah, tapi bisa jadi juga menurut sekolah itu adalah jalan terbaik. Daripada menularkan virus kepada lainnya, kan?  Atau bisa jadi ini bentuk keputusasaan. Saat mencoba berkolaborasi dengan orang tua, ternyata orang tuanya juga melakukan kesalahan yang sama. Sehingga, menurut mereka tidak masalah anaknya melakukan hal tersebut. Bisa banyangin ga sih, anak dari seorang pemabuk atau pemakai atau bahkan penjualnya? 


Inilah masalah selanjutnya, orang tua yang ternyata juga problematik. Ibaratnya sudah dicekoki dengna hal baik, sudah dicoba untuk diperbaiki tetapi rusak lagi oleh orang terdekat. Jika orang tua melihat anak yang penting bisa hidup kemudian terserah dia mau apa, ya gimana? Kepada siapa lagi harus berdiskusi untuk menyelesaikan masalah ini. Padahal keluarga adalah sebuah lingkungan terkecil yang mepengaruhi jati diri anak.


Entah harus mulai darimana untuk mengurai semua benang ini. 


Realita yang terus nampak ini memanggil hati nurani saya untuk bisa menyadarkan mereka semua. Agar kembali kepada jalan yang benar. Dengan bekal menulis ala kadarnya dan bisa sedikit-sedikit edit canva dan video, sepertinya menggunakan media sebagai wadah penyadaran adalah hal yang paling mungkin dilakukan. Selain tetap menyusun langkah-langkah pembinaan bagi mereka. 


Ya, melakukan propaganda isu bagi gen z, alfa, betam dan gamma adalah jalan ninjaku. Menulis di blog ini, aktivasi media sosial, dan  menulis buku atau novel mungkin  bisa menjadi salah satu pilihan. 


Jadi, sudah ketemu kan Ren? Peran apa yang akan kamu ambil. Sekarang saatnya belajar agar bisa melakukan propaganda tersebut. 


Yang jelas kepikiran sih melakukan riset, mengolah bahan, up. Bismillah ya Allah, ijinkan kami menjadi fasilitator kehidupan bagi mereka.

Read More

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.