Adaptasi: Tangga Ujian Pertama Dari Sebuah Tujuan


Adalah sebuah kepastian adanya Ujian dari Tuhan kepada setiap hambaNya. Beberapa firmanNya telah meneguhkan hal tersebut, Al Baqarah, Al Ankabut, Al Insyirah dan surat-surat lainnya. Beragam ujian diberikan kepada manusia dengan kadar dan maksud berbeda-beda. Ada yang di uji karena memiliki "PR" dalam dia menjalani hidup, ada yang di uji karena kelas selanjutnya menanti, ada pula yang di uji untuk mengetes ketetapan hati atas putusan hidupnya.

Hidup ini adalah jalinan dari satu pilihan ke pilihan lainmya. Semua pasti beresiko, semua pasti ada nggak enaknya. Hanya saja dal pengambilan keputusan pastilah dipikirkan segala sesuatunya. Semua keputusan diambil pastilah sepaket dengan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, seorang ibu rumah tangga yang juga berkarir pastilah dia punya tujuan mulia dibalik semuanya. Pun wanita karir yang berhenti bekerja karena ingin mengurusi anak-anaknya semua pastilah memiliki argumen dan maksud baik.


Di tengah keputusan kita, mau tidak mau akan dihadapkan dengan kondisi dan lingkungan berbeda. Kemampuan kita beradaptasi menjadi tangga pertama lulus atau tidaknya kita dari ujian Tuhan. Pada tangga adaptasi inilah Allah akan menguji seberapa keras tekad kita untuk mewujudkan tujuan yang di ambil. Allah ingin mengetahui seberapa jujur diri kita dalam mengungkapkan setiap tujuan.


Seperti halnya ikan mujair yang dipindah kolam, pastilah pada awalnya ada yang mati dan banyak yang tetap hidup. Ikan di kolam yang hidup akan terus tumbuh besar dan beranak pinak, sedangkan yang mati ya sudahhh kisanya berakhir.

So, bagi siapapun yang sedang beradaptasi entah dengan status, pekerjaan, lingkungan, atau apapun yang baru tetap harus mampu sesegera mungkin menyesuaikan diri. Semakin cepat kita menyesuaikan diri maka, semakin cepat pula kita mengembangkan diri dan memberikan kontribusi. Yuk ahhh bareng-bareng beradaptasi tuk menjalani hidup yang penuh inspirasi kembali.

#ku dedikasikan kepada sahabat-sahabat yang sedang beradaptasi dan menata hidupnya kembali. Cumunguuutsz


Read More

Dek Bidan Itu Bernama Wullan

Hari kesekian janjian ngeblog. Rada-rada pilek dan lagi miskin inspirasi. Eh... tetiba pengen nulis tentang saudara sepupu yang sekarang jadi dek Bidan. Sungguh ga nyangka anak lulusan SMK jurusan elektro jadi bidan, kukira jadi tukang listrik 😁.


Yahhh, memang jalan hidup itu tak pernah ada yang tahu. Terkadang kita berencana tapi pada akhirnya keputusan Tuhan pula sebagai penentunya. Hari ini belajar listrik, katoda, anoda,,, besoknya jadi ahli tentang KIA, ketuban, dan sejenisnya.


Bagi anak pertama ku, dek bidan adalah malaikat tanpa sayap. Bulan pertama kelahiran, kayaknya cuma bayi cantikku yang dapat perawatan ekstra dari bidan. Tiap pagi dan sore dimandikan, digantiin baju, dibersihkan mulutnya, diambil upilnya, dipotongin kuku, telinganya diperiksa, dan setiap pagi di SPA.

Bagiku, dek Bidan anak yang cukup ringan tangan untuk membantu orang di sekitarnya.  Care dengan kondisi kesehatan orang-orang. Mungkin pengaruh aktivitasnya di dunia kesehatan yang menuntutnya untuk seperti itu.

Belum bisa dibilang senior memang, tetapi aku cukup melihat semangatnya untuk senantiasa belajar dan menyalurkan setiap ilmu bayi kepada para emak-emak new zaman now kayak guweh. Sabar menghadapi ibu-ibu amatir. Selalu mengkampanyekan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan, meski dia konon pas kecil udah dicekokin nasi sama bapaknya pas usia 2 bulan 😆. Cukup memberikan rasa tenang ketika si emak merasa khawatir dengan saran-sarannya. Gegara kehadirnya Tabina Evren Karissa binti Setya Adhy Nugraha menjadi bayi modern yang tak mengenal pupur 😂.


Bidan yang dulu pernah 'dimadu' oleh cowoknya ini, kini aveliable looh. Lagi ngejomblo. Meskipun dia bilang lagi deket sama someone tapiii kan dia belum dihalalin 😇 jadi bagikuh dia tetap jomblo.

Dek bidan yang jomblo, hobi makan pete. Bapaknua adalah juragan pete yang meramaikan dunia perpetean di Temanggung. Musim pete gini bisa bawa 2 mobil pick up untuk mengangkut petenya. Makanyaaaa si dek bidan jadi hobi makan pete. Alibinya, "Masak anak juragan pete ga doyan pete". Bau? Ya lumayan ketutup sama wajah cantiknya kok #ben seneng 😉. Asline ora.

Temen shoping adek kuh yang paling cantik se jagad (soalnya adek kandung cuma satu hahaha, jadi ga ada bandingannya). Entahlah, setiap kali ada kesempatan libur mereka pasti jalan bareng. Pamitnya sih beli sepatu tapii pulang maghrib. Ijinnya ambil HP di Kranggan tau-tau update sarapan di Magelang. Entahlah mungkim itu karena faktor jomblo.


Dia termasuk jomblo unfaedah loooh. Bisa nangis sesenggukan gegara nonton drakor. Saat libur, seharian waktunya akan dihabiskan untuk menonton episod demi episod drama tanpa di percepat. Tlaten dan dan unfaedah, kan? Daripada gitu kan dia bisa aja di rumah nyuci genteng atu-atu, nguras sumur belakang rumah....kayaknya lebih berfaedah, deh.


Oia, kemarin dia habis jatuh untuk yang kedua kalinya dalam sebulan. Ga terlalu parah sih, cuma motornya rungsek tak tega buat liatnya. Kalau melihat caranya naik motor emaaang, pembalap banget. Nakutin. Hmh... ngebut biut pokoknya. Persis kayak jomblo akut lagi ngejar jodohnya 😂.


Yaps, dek Bidan itu bernama Wullan. Jomblo yang sedang nunggu buat dihalalin katanya (Sudah dibilangin cetak undangan dulu aja, waktu dan pasangan dikosongin dulu kan bisaaa daripada jadi jomblo halu hihihi). Semangat berproses dek Bidankuuh. Semoga segera dipertemukan dengan sosok imam terbaik dari Allah. Yakinlah, Allah tidak pernah terlambat dalam mempertemukan dua insan dalam sebuah perjanjian agung yang disebut pernikahan. Terimakasih atas segala bantuan dan ilmu kebidanannya. Ribuan semoga membawa berjuta doa rahasia kulangitkan untuk kebaikanmu. Sekali lagi, maatih ya, mbloo udah jadi bahan tulisanku. Ga usah ngomong pasti juga di ijinin.


Read More

Inspirasi dari Sinetron Catatan Harian Aisha


Di pagi buta, sekitar pukul 03.00 liat jam di HP kemudian membaca beberapa status WA. Nah, di salah satu status WA seorang anak SMA dituliskan kalau, CHA (Catatan Harian Aisha) tamat. Wuaaa... langsung deh memanfaatkan paket mid nigt buat liat episode terakhir melalui yutube. Niat banget ya? hahaha.... Maklum emak-emak setengah sholihah, bangun jam segitu bukannya sholat malah pensaran dengan ending sinetron tontonan anak SMA hihihi. Wajarlah kalau masih rada ke SMA-SMAan. Biar tetep kekinian gitu, pas ngobrol sama mereka #alibi.

Tapi ini sinetron bukan sinetron sembarangan loh. Hanya tayang sebanyak 66 episode terus udahan, mungkin ratingnya turun terus kisahnya di udahin begitu aja. Tapi kabarnya sih, si penulis naskah mengundurkan diri. Beda banget sama beberapa sinetron yang biasanya sampai ribuan episode. Biar ga penasaran tak kasih dulu deh sinopsis CHA dari wikipedia.

Aisha (Tissa Biani), gadis sholeha yang berada di tengah kehidupan remaja kota penuh hedonisme. Siswi pindahan Sukabumi ini tampil mencolok dengan penampilannya yang berbeda 180 derajat dari teman-teman di sekolah barunya.

Aisha jadi pusat perhatian saat pertama kali datang ke sekolah. Tak terkecuali Rafa (Bio One), Siswa yang memiliki kehidupan bagai langit dan bumi dengan Aisha. Aisha berasal dari keluarga muslim yang taat, sedangkan Rafa berasal dari keluarga yang jauh dari nilai agama dan kurang kasih sayang dari orangtuanya.

Kehadiran Aisha mengganggu Rafa. Ditambah dengan pertemuan pertama mereka yang kurang menyenangkan, yaitu saat mobil Rafa lecet karena sepeda Aisha. Rafa merasa Aisha tak pantas berada di sekolahnya dan siapa pun yang membantunya akan bernasib sama dengan Aisha.

Aisha menguatkan dirinya untuk terus beradaptasi di sekolah. Ridho (Umay Shahab) cowok alim dan lembut diam-diam mengagumi Aisha. Aisha selalu tergerak hatinya untuk membantu masalah teman-teman di sekitarnya. Aisha menuliskan beragam hal yang dialaminya di akun blog miliknya. Kesederhanaan dan ketulusan hati Aisha inilah yang nantinya membuat Aisha disayangi teman-temannya di sekolah.


Sekarang ijinkan saya, emak-emak yang masih gaul sama anak SMA ini untuk menyampaikan suara hati (mau bilang review kon kayak WOW biut hahaha) tentang sinteron ini.

1. Penampilan sosok ukhtifillah

Sejak awal cuplikan iklan sinetron ini sudah cukup menarik perhatian saya. "Wuah... ada sinetron yang mau mengangkat tentang sosok uktifillah nih," batin saya. Pemerannya masih muda pula. Awalnya saya kira pemeran Aisha memang seorang yang berjilbab, eh ternyata oh ternyata kagak hahaha #rada kecewa. Episode pertama, saat Aisha menghadap kepala sekolah sempat ditegur dengan pakaiannya yang tidak seperti siswa-siswa lainnya. Berjilbab lebar di antara anak-anak hedon memang menjadi aneh. Jawaban Aisha cukup membuat tralala si kepala sekolah yang kebetulan juga seorang wanita. Begini kira-kira jawaban Aisha, "Saya tidak mau aurat saya tertutup rapat di saat terakhir hidup saya dengan menggunakan kain kafan". Bisa jadi refrensi jawaban buat anak zaman now, kan? Di hari pertama sekolah dia mencari mushola untuk melakukan sholat dhuha. Naaah kan. Terus pada salah satu kesempatan ditampilkan Aisha membaca Al Qur'an di taman sekolah. Pemandangan yang dirindukan, bukan? Sadar ataupun tidak saat ini sebenarnya masyarakat membutuhkan hiburan segar dan banyak kandungan gizinya. Dan, sinetron ini dibalik beragam kekuranggannya cukup lumayan mendinglahhh

2. Pendidikan Keluarga Mempengaruhi Perilaku Anak

Dalam sinteron ini benar-benar menampilkan berbagai macam anak dari beragam kondisi. Raffa anak orang kaya yang ayah dan ibunya sibuk dengan urusan pekerjaan akhirnya menjadi anak dengan kepribadian keras. Aisha terlahir di keluarga yang taat beragama. Kesulitan apapun yang menimpa selalu dikembalikan kepada Allah. Keluarga pak Ahmad (Ayah Aisha) menjadi contoh keluarga ideal yang seharusnya banyak terbentuk di era sekarang. Contoh sederhana, makan bersama kemudian salah satu anggota keluarga memimpin doa. Setelah sholat maghrib membaca Al Qur'an bersama. Selepas isya keluarga berkumpul sambil minum teh dan saling bercengkrama. Menanamkan kepada anak-anak bahwa Allah tidak akan menyalahi janji. Di episode 65, ketika Aisha menceritakan kepada Ummahnya tentang perasaan Aisha kepada Rafa. Ummah berpesan agar tidak mengungkapkan perasaan tersebut dan mengingatkan Aisha jangan sampai kecintaan kita kepada Makhluk melebihi kecintaan kepada manusia.

3. Kata-Kata Bagus Tentang Cinta dan Persahabatan Yang Bisa Bikin Baper

Di sinetron tersebut dikisahkan ada 3 laki-laki yang mecintai Aisha yaitu, Arga (playboy teman Raffa), Rafa, dan Ridho. Arga adalah orang pertama yang ketauan menyukai Aisha. Kemudian Aisha berkata kepada Arga bahwa kebaikannya kepada Arga selama ini karena menganggap Arga sebagai sahabat baiknya. Daaan selama ini Aisha mengenal Arga sebagai orang yang baik. Ridho, sebagai anak alim dan punya prinsip ga ada pacaran sebelum pernikahan ga bakalan ngungkapin perasaannya.

Di episode terakhir Ridho berkata dalam hati, "Biarkanlah perasaan ini tersimpan dalam setiap sujud-sujud panjangku".


Lalu, ketika Aisha meminta maaf kepada Rafa karena tidak bisa mengungkapkan perasaan yang sama kepadanya.

Aisha berkata, "Biarkan ini semua tetap seperti ini hingga takdir mempertemukan kita".


Dalam sinetron tersebut terdapat berapa percakapan tentang persahabatan. Misalnya, "Sahabat yang baik akan menerima keadaan kita, apapu itu".

Persahabatan kalau sudah sampai pada puncak permasalahan, saling marah misalnya maka persahabatan tersebut akan semakin kuat.

4. Semoga Tidak Menjadi Muhajir Ummu Qais

Di episode trakhir pula, kalimat Rafa untuk Aisha adalah, "Bagiku, kamu adalah yang pertama dan terakhir, Sha. Aku berjanji akan menjadi lebih baik lagi". Nah,.. langsung deh keingetan tentang ashabul wuruud hadits arbain pertama yang berbicara tentang niat. Jadi, dikisahkan ada seorang sahbat yang rela hijrah dari mekkah ke madinah untuk dapat menikahi Ummu Qais sehingga dia mendapat julukan Muhajir Ummu Qais dan dia tidak mendapatkan Allah serta RasulNya. Hanya mendapatkan wanita yang diinginkannya. Semoga, kalimat yang di ungkapkan oleh Rafa bukan hanya berdasar pada keinginan untuk menjadi imam yang baik untuk Aisha saja tetapi memang diniatkan karena Allah.

Ada lagi ga ya? udah kayaknya. Meskipun usia periodenya termasuk singkat (bagi sinetron Indonesia), tetapi cukup memberikan kita gambaran nyata dalam kehidupan. Bahwa anak SMA pasti ada tugas kelompok, ada juga yang ga mau pacaran, ada yang rajin sholat dhuha saat istirahat. Bukan melulu tentang genk, rebutan pacar, dan nonton bioskop. Saya juga meyakini, di negeri ini masih ada keluarga yang mampu mendidik anak-anaknya sebagaimana ayah Aisha mendidik kedua putrinya. Meski singkat tetapi sinetron ini cukup memberikan sebuah kesan.
Read More

Tips Memberi Nama Anak


Udah jam setengah 10 malam. Setengah jam lagi batas upload tulisan. Haduhhh mencoba nulis tulisan rada seirus malah ngeblank. Ya udah lah... nulis yang ringan-ringan aja. Setengah curcol seperti biasa. Hahaha.... Curcolnya kali ini agak berfaedah kok, buat orang lain. Yups tentang tips memberi nama anak yang dulu-dulu saya lakukan.

Setiap anak memiliki tanggung jawab untuk membesarkan nama yang tersemat pada dirinya.


Begitu sebuah kalimant yang menyemangati saya memberikan nama anak tidak menggunakan nama-nama tokoh besar. Karena kelak ketika dia dewasa dia memiliki tugas untuk membesarkan nama yang melekat padanya. Jika hari ini manusia mengenal siapa itu Lady Diana, mengenang siapa itu Soekarno, terpesona dengan kehebatan Al Fatih, maka kelak suatu hari anak kita memiliki tugas untuk membuat namanya terkenang oleh sejarah.

Tentukan permasalahan umat yang harus diselesaikan oleh anak kita kelak di masa depan.


Begitu taujih dari Ust. Anwar Jufri yang masih sangat lekat dalam ingatan. Beliau waktu itu mencertiakan sebelum menikah bahkan sudah melist permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Kemudian menyusun 10 permasalahan yang paling gawat dan urgen untuk diselesaikan. Akhirnya ketika memiliki 10 anak, masing-masing anak menjadi pakar dalam 10 bidang yang menjadi permasalahan umat tersebut.

Sematkan harapan agar dia menjadi bagian dari sebuah doa


Setiap orang tua pastilah mengharapkan hal terbaik untuk anak-anaknya. Dan harapan itu akan terlukiskan pada nama yang diberikan kepada anaknya. Segala harapan baik senantiasa dilangitkan oleh kedua orang tua. Saya yakin, setiap orang tua selalu berharap anaknya menjadi lebih baik daripada dirinya. Maka, itu dapat diawalai dengan memberikan rangakaian arti pada nama anak sesuai harapan kelak dia setelah mendewasa. Kalau saya sih gitu, nyari dulu pengennya nama anak punya arti apa kemudian nyari di internet bahasa per kata dari beragam bahasa. Ada bahasa arab, yunani, sansekerta, dan lain sebagainya. Misal saya berharap anak saya kelak akan menjadi inspirator kebaikan bagi semesta, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah. Maka mulailah saya sercing-sercing refrensi arti nama anak per kata kemudian mencoba menggabungkannya.

Udah ah, tiga aja tipsnya, keburu jam 21.43 hahaha. kurang 17 menit lagi dari waktu yang ditentukan. Okay, selamat malam. Selamat menulis. Dan tetap jaga kewarasan. Salam ibu jari #eh.
Read More

Jujur Pada Allah, Maka Allah Akan Mengabulkan


Ini tulisan ala wanita sholihah, hehehe. Di saat kemarin dapat tugas menyampaiakan sebuah materi di sebuah majelis iman sampai sekarang masih terngiang dengan apa yang saya sampaikan. Sebuah sabda Rasulullah yang disampaikan kepada Syadad bin Al Haad.

"Ia jujur pada Allah, maka Allah mengabulkannya" HR. An Nasai.

Syadad bin Al Haad adalah seorang arab badui yang telah mengikrarkan keislamannya kepada Rasulllah. Dia datang kepada Rasulullah kemudian mengikrarkan keislamannya kemudian berkata, "Aku ingin berhijrah bersamamu". Kemudian salah seorang sahabat diperintahkan untuk mendapingin Al Haad. Hingga pada suatu hari, terjadi perang Khaibar. Al Haad turut serta dalam peperangan tersebut. Setelah perang berakhir, Rasulullah membagikan ghanimah perang kepada para sahabat yang turut berperang. Akan tetapi, Syadad bin Al Haad menolak pemberian ghanimah perang tersebut.

Syadad bertanya kepada Rasulullah, "Apa ini ya Rasulullah?"

Rasulullah menjawab, "Ini jatahmu".

Kemudian Syadad berkata, "Bukan untuk ini saya mengikutimu,akan tetapi agar leherku terkena anak panah lalu aku mati di jalan Allah kemudian aku masuk surga".

Kemudian Rasulullah berkata, "Jika dia benar maka Allah akan membuktikannya".

Lalu beberapa saat kemudian terjadilah sebuah perang, dan Syadad menemui kesyahidan sesuai yang dia inginkan. Terkena anak panah pada lehernya.

Satu pelajaran yang dapat kita ambil bersama, disaat kita berkata jujur kepada Allah maka Allah akan mengabulkannya. Terkadang kita berkata ingin berubah menjadi baik, tetapi ternyata hanya lipstik di bibir saja akhirnya menjadi manusia yang baik itu tidak pernah terjadi. Mari kita koreksi kembali doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah. Benarkah kita telah meminta dengan jujur?

Cek kembali amal-amal kita, benarkah sudah jujur dalam niatan? Jangan sampai kita mengatakan, "Aku berinfak ini agar mendapatkan surganya Allah". Padahal pada kenyataannya agar mendapat gelar sebagai orang dermawan dari manusia. Jika hari ini kita banyak berbuat, banyak berkata dan Allah belum mengabulkan barangkali kita masih berbohong kepada Allah baik dalam perbuatan ataupun lantunan doa. Jika hari ini harapan kita, cita-cit kita tak tersampaikan mungkin kita belum jujur kepada Allah tentang keinginan kita. Semoga Allah masih memberikan kepada kita kesempatan untuk jujur kepada-Nya.
Read More

TABINA EVREN KARISSA: Detik-Detik Kelahiran


Begitu nama yang akhirnya kusematkan padamu, putri kecilku. Setelah banyak drama kita lalui saat kau masih dalam rahim ibu, akhirnya 2 Desember 2017 pukul 18.48 kau lahir ke dunia melalui jendela, kata orang. Yups, akhirnya kau keluar juga di atas meja operasi setelah sayatan pisau bedah membuka perut ibumu ini.

Kukira cuma saat di dalam perut akan banyak drama, menjelang kelahiranmu pun masih menyisakan drama hahaha. Dari HPL kau mundur 1 pekan. 3 hari setelah HPL, ibu dan ayah pergi ke bidan... Susaptarti. Setelah di cek posisi sudah bagus, untuk merangsang kontraksi ibu diminta menyapu halaman setiap pagi (sebenarnya sejak minggu ke 32 udah di suruh, tapi.... ). Walhasil,setelah ibu menyapu halaman rumah yang lebih mirip lapangan bola voly itu ibu kecapean, hari berikutnya ga ngapa-ngapain soalnya capek 😂.

Terusss h+5 dari HPL ibu dan ayah ke dokter Hendro. Hasilnya...jreng-jreng...posisimu sudah bagus sudah dipintu, tapiiii kau tak tengkurap melainkan muka di atas. Konon kalau misal lahir normal akan membutuhkan waktu lebih lama. Iseng ku tanya, apakah yang harus kulakukan agar posisimu bisa berubah? Dan ternyataaaa nggak ada 😅. Ya sudahlaaah mungkin kamu memang akan lahir lebih lama.

Di meja beliau, dr. Hendro berkata, kalau sampai hari jum'at tidak merasakan apa-apa berarti siap-siap sabtu pagi pergi ke PKU untuk melakukan SC atau induksi. Disana ibu dan ayah ditawari untuk memilih sc atau induksi. Kau tau? Ayahmu ngeblank seketika...dan aku, ibumu masih mencoba biasa aja. Konsekuensi induksi, jika gagal bukaan ibu tetal di sc dan konon janin bisa stres, dengan sok alim ibu jawab tak istikharah dulu ya dok...tapi sepertinya mending sc, ya?

Di mobil ayahmu menangis, katanya terharu melihat kamu di layar usg. Haiih, emang tuh bapak-bapak gampang banget terharu. Untung ga seneng nonton sinetron indosiar itu...

Hari jum'at, kita deg-degan sekeluarga... Ibu tak merasakan apa-apa kecuali sakit perut yang memang sudah ibu rasakan sejak lama. Dan itu bukan kontraksi. Maghrib, pakaian ibu, administrasi, dan pakaianmu sudah siap di tas. Sabtu, jam setengah 7 pagi rencananya mau pergi ke PKU. Eh...jam setengah 10 malam saat ibu mau sholat isya' (habis maghrib ketiduran hihihi) air ketuban pecah. Awalnya ibu bingung itu air ketuban apa pipis. Tapi kalau air kencing kok giti banget,,, agak lengket gitu. Setelah ayahmu konsultasi dengan bulik wulan, akhirnya ibu bilang ke mbah putri kalau ketuban pecah. Langsung deh, geger terjadi. Mereka yang liat khawatir, ibu masih cengar cengir. Soalnya ga kerasa apa-apa...

Fiks jam setengah 11 malam mendarat di UGD PKU Muhammadiyah Temanggung. Setelah ditanya-tanya, akhirnya ibu dikasih alat yang berisik banget. Ternyata itu adalah alat untuk mengukur denyut jantung bayi. Kata petugas piket, kalau ada gerakan diminya mencet gitu. Sesi pertama ibu hanya merasakan satu gerakan. Petugas piket mulai khawatir dan ibu tidak paham apa yang dikhawatirkan.

Alat itu bekerja selama 20 menit.Okay, 20 menit pertama di anggap gagal. Basic ibu diminta membangunkan mu dengan suara di HP...dan gagal. Perut di guncang-guncang...horrraaay ada 3 gerakan. Owalah, nduk... iya itu jam tidurmu, tapi plis deh bangun. Dengan wajah setengah aneh aku bertanya, "Nanti diulangi lagi? ". Kalau di ulangi lagi kan berarti, aku di ruang UGD selama 1 jam....

Kau tau? Bagaimana wajah ayah dan nenekmu? Memprihatinkan dan penuh ke khawatiran. Untuuung mereka ga tau kalau petugas telp dr. Hendro bahwa detak jantungmu lemah.

Setelah 40an menit di UGD ibu dibawa ke ruang bersalin. Dari jam 12 malam sampai jam 9 pagi cuma bukaan 2. Si bapak udah gak sabar dengan penantian buat liat kamuh, minta segera di sc. Wkwkwkwk...

Jam demi jam terlewati tanpa sesuap nasi dan setetes air masuk ke perut. Para penunggu sudah datang silih berganti, ayah,nenek, mbah minah, mbah yayuk, bulik ratna, bulik wulan, bulik pita hingga jam 15.00 masih tetap bukaan 2. Akhirnya, baju operasi pun membalut tubuh ibu. Tapiii masih dalam antrian, nunggu sampai selesai operasi 4 orang dulu. Tau ga, awalnya mau diduluin ama orang gegara bidan yang jaga salah baca tulisan. Naik pitamlah si nenek karena antrian anknya mau diserobot.

Jam 15.00 ganti, jam 17.00 dibawa ke ruang operasi diiringi tetesan air mata orang yang menunggui. Kata bulik Ratna, "baca al ma'tsurat, mb". Ya ampuuun aku terharu dengan pesanmu, adikku sungguh.

Udah masuk ruang pertama ditunggui sama ayah. Eh...hampir digledhek ada ibu-ibu yang udah bukaan 10 dan belum keluar. Ya udah dehhh, beliau didahulukan. Rasanya udah ga nyaman gituu. Emosi-emosian ama ayah, dengan kesabaran berlipat ganda sang ayah bin suami ibu mencoba menenangkan. Awalnya si bapak mau ikutan masuk ruang operasi, tapi ga jadi. Hahaha.... Ya iyalah mana tega dia loat Ibu di bedah-bedah. Maghrib masuk ruang operasi dan diberi anestesi. Beberapa dokter yang belum sholat maghrib pada sholat dulu. Setelah itu...tepat jam 18 lebih berapa yaaa, 18.10 kayaknya operasipun dimulai. 18.48 terdengar tangisan pertamamu dan aku belum sempat melihatmu. Alat semacam jemuran baju menghalangi pandangan. Lamat-lamat terdengar, "Ga cuna mlumah, agak miring juga ternyata".Jilbab yang udah aneh bentuknya juga bikin ga liat, meski udah didekatkan.

Perempuan...berat dalam perdebatan. Ada yang bilang 3.7 ada yang bilang 3.6,,, ternyata 3.69 😂. Si dr. Hendro berkata, "besar to bu bayinya?", meringis lemah kujawab, "iya hehehe". Gegara bayi besar, ibu disuruh diet pas hamil...dan gagal. Malah ayahmu yang baik hati itu bilang sama ibu, "Biar aku ajaa yang diet... " Hellooow ngaruhnya ke janin jadinya apa cobaaa. Gegara bayi besar pula, kudu cek kadar gula ke prodia. Alhamdulillah, semua baik-baik saja.

Tau kau rasanya setelah kau lahir apa yang aku rasakan? LAPAR! Gila aja, dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore ga makan...daaan makannya baru jam 6 pagi lagi. Tapi ibu bahagia, terharu gimana gituuu, yang pasti lega sih. Di luar, pas dokter memanggil suami Nyonya Reni, yang maju serombongan 😂. Maklum cicit pertama, cucu pertama dan keponakan pertama.

Kau tau Tabina? Banyak orang yang menyayangimu. Terutama ayah dan ibumu. Selanjutnya, drama dalam panggung sandiwara ini akan kita lanjutkan, hingga kami menua dan engkau mendewasa.
Read More

Alumni Bumil Tolong Pahami Psikologi Bumil Baru Dooong


Taraaa... hari kedua kita, tante Ari. Setelah kemarin nulis tentang emak-emak new zaman now, sekarang mau ngebahas Para Bumil Baper. Hahaha.... Jujur aja, saya pernah mengalami fase itu. Perubahan hormon pada tubuh ibu hamil dapat memberikan beberapa pengaruh pada tubuh. Tak jarang juga berpengaaruh pada jiwa dan juga rasa. Tidak bisa dipungkiri, perasaan ibu hamil jadi lebih sensitif. Perkataan yang sebenarnya biasa aja bisa bikin baper tingkat kecamatan.

Terkadang kita berfikir, wanita yang nota bene pernah menjadi ibu hamil akan lebih memahami kondisi bumil. Namun, pada kenyataannya pria terkadang lebih care ketimbang alumni bumil. Bahkan tidak sedikit yang membandingkan kehamilannya dahulu dengan kehamilannya bumil di hadapannya. Misal nih... kita bilang, “Aku ga puasa soalnya muntah-muntah terus tiap pagi, sampai keluar kuning-kuningnya itu”. Terus lawan bicara kita nimpalinya, “Aku juga dulu gitu loh... tapi tetap puasa. Rasanya emang lemes-lemes gimana. Tapi saya waktu itu tetap puasa”. Sekilas jawaban itu biasa saja, tapi taukah kalian, alumni bumil? Jawaban itu menyakitkan. Perasaan mejadi orang yang lemah iman, hamba Allah yang aleman tetiba terbayang begitu saja.

Atau ketika di tempat kerja, jadi agak datang terlambat karena morning sicknes. Teman kerja bilang, “Dulu aku juga hamil, tapi ga pernah telatan.” Hey... alumni bumil, kalian tau kan orang hamil itu harus menjaga kebahagiaannya biar janin bahagia. Jawaban yang diucap ga ada lima menit itu menjadi alasan ketidakbahagiaan bumil dalam satu hari tersebut.

Berilah ruang pada bumil masa kini untuk memeriksakan kandungannya ke bidan atau USG ke dokter. Jangan ketika mereka ijin tidak berangkat kalian -para alumni bumil- berkata, “Aku aja dulu USG pas sudah mendekati HPL kok”. Atau, “Aku aja ga USG anaknya baik-baik saja.

Barangkali kita semua harus bersepakat kalau kondisi antara satu orang dengan orang lain itu berbeda. Kekuatan fisik tidak sama. Perlakuan keluarga yang satu dengan yang lan tak sama. Maka, berkatalah yang bijak ketika mendengar keluhan dari para bumil. Mereka bercerita kepada alumni bumil itu dengan harapan mendapat penguatan dan semangat. Bukan malah menghancurkan perasaan mereka. Bolehlah dalam hati kita bersuara, betapa manjanya sih ni bumil.... Tapi, plis ga usah di ungkapkan. Diperlukan sebuah kesadaran bahwa ujian satu orang dengan orang lain itu berbeda. Mari lebih bijak dalam berkata. Jangan mengeluarkan kata beracun untuk sesama.
Read More

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.