Peselancar Samudra Aksara

Aku hanyalah anak desa yang di sana tak akan ditemui sinya internet kecuali menggunakan kartu merah. Itu saja harus gesar geser si android untuk mendapatkan sinyal. Jika suatu hari nanti ingin main ke tempat kelahiranku jangan mengandalkan GPS, dijamin mbak-mbak GPS galau atau mengantarkan Anda ke jurang. Zaman orba dulu desaku masuk dalam daftar inpres desa tertinggal.


Akan tetapi, dari tanah itu aku awali petualangan hidupku semenjak 29 tahun yang lalu. Desa Kwarakan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah itulah tanah kelahiranku. Ayahku selalu berpesan, "Boleh kita berasal dari desa, tapi pemikiran tetap kota". Ayahku selalu menggambarkan orang kota sebagai orang modern yang menerima informasi dengan cepat dan mudah menerima perubahan. Sejak saat itu alam bawah sadarku selalu berkata, "Boleh saja penampilanmu tak se-mbois mereka tetapi isi kepalamu melebihi dari yang mereka miliki".


Sebagai anak yang tinggal di desa dengan predikat tertinggal mohon jangan cerita tentang pengalaman saat TK. Soalnya, aku adalah anak akselerasi yang tidak mengalami masa TK. Sebelum masuk SD ayahku selalu mengajarkan cara membaca dan menulis.


Sejak kecil aku suka membaca buku milik ayahku yang bekerja sebagai seorang guru SD. Saat SMP aku sudah membaca buku Sigmun Freud.

Kebiasaanku dulu menulis puisi, bahkan sejak SD sampai SMP aku sudah punya buku kumpulan puisi karyaku sendiri. Sayangnya sampai sekarang aku tak tahu buku tersebut berada dimana. Kebiasaan menulisku sempat berhenti setelah tsunami Aceh tahun 2006. Pada salah satu majalah ditulis kurang lebih seperti ini, "Allah memberikan kepada para penulis kemampuan meramal masa depannya melalui tulisan yang dibuat. Misalnya Chairil Anwar, sebelum dia meninggal dia sempat menulis puisi dengan judul di atas kuburan. Kemudian, seorang sastrawan dari Aceh pernah menuliskan sebuah cerita tentang bencana yang terjadi diakibatkan oleh air. Dan akhirnya dia meninggal saat bencana tsunami". Sejak saat itu aku merasa takut untuk menulis. Aku takut dengan tulisan yang nantinya akan kubuat.

Tetapi, kebiasaan menulis itu masih tetap ada hingga sampai setelah kuliah mendapatkan informasi untuk bergabung dengan komunitas menulis besuta temen-temen Purwokerto. Ya, Kompilasi (Komunitas Menulis Siap Beraksi) menjadi tempat pertama setelah sekian lama yang membuatku semangat untuk menulis kembali. Di komunitas itulah aku serasa ditempa tentang kepenulisan. Mulai dari target membaca buku, membuat habit menulis, disiplin, tujuan menulis dan sebagainya. Bahkan gegara komunitas ini pula aku mulai menyisihkan uang untuk membeli buku setiap bulannya. Terimakasih Inung, pak Nasirun Purwokartun, dan mbak Syifa yang telah memperkenalkan dan menggembleng saya disini.


Setelah itu aku bergabung dengan komunitas penulis lepas bersama mba Isah Kambali. Menulis artikel sesuai permintaan pelanggan. Asik, menarik, dan menantang. Setiap minggu mendapat tema  dengan jumlah dan kata kunci yang bebeda. Disini aku mendapatkan banyak ilmu baru. Mulai dari pertanian, fashion, dekorasi, teknologi. Kalau tengok ini blogku kalian bakal nemuin banyak tulisan tentang non tunai. Nah, itu salah satu job untuk menulis tema tersebut. Lumayan kan?  Blog keisi dab dapat bayaran pula, hehehe. Tetapi setelah kehamilanku aku off dari grup penulis lepas.


Aku, sebagai peselancar samudra aksara masih belajar menulis dan membaca. Menulisku masih sering melanggar aturan EYD. Membacaku masih terbata untuk mengambil kesimpulan dari tiap bacaan.


Aku, peselancar samudra aksara ingin selalu khusuk melakukan peribadatan kata. Dzikirku ada dalam tiap kata, jiwaku luruh melebur dalan setiap tinta.

Aku, peselancar samudra aksara...  bersemoga setiap kata menjadi alasan Allah memasukkanku dan keluargaku ke dalam surgaNya.

Aku, peselancar samudra aksara ingin berbagi kebaikan melalui kata. Semoga di istiqamahkan dalam peribadatan kata.

Aku Titania Az Zahra, sang peselancar Samudra aksara.


Read More

Keajaiban Dalam Diri Seorang Ibu



Menjadi seorang ibu baru dengan pengalaman minim seperti saya serasa memasuki episode penuh drama dan deg-degan luar biasa. Lagi nimang-nimang kemudian debay melek aja udah khawatir, khawatir nanti meleknya lama dan tidurnya malam. Tetapi, kondrat sebagai seorang wanita tersebut adalah takdir luar biasa. Bayangkan saja, di bawah telapak kakinya terdapat surga untuk anak-anaknya.

Kelahiran anak pertama dan langsung di SC itu rasanyaaa. Begitulah.... Menyandang status baru sebagai seorang ibu yang mengharu biru plus menjadi korban pisau bedah. Taukah rasanya? Terkadang muncul rasa gagal menjadi ibu ketika rasa sakit pasca sc menjadi penghalang untuk full mendampingi. Akan tetapi di sisi lain tatapan mata anak kita mampu melelehkan semua rasa sakit.

Setiap kali merasa ingin menyerah, pasrah, dan sudahlah jadi ibu amatir aja selamanya pasti ada bisikan dari hati untuk mengingkarinya. Ada beberapa hal yang mengakibatkan seorang ibu amatir bangkit dari segala rasa sakit pasca melahirkan, baik normal/sc.

1. Merasa anak sebagai amanah dari Allah.
Yaps, anak adalah titipan dari Allah. Keberadaannya menuntut kita agar menjaganya dengan baik. Perasaan bahwa dia adalah anakku yang kepada Allah kelak kita akan bertanggung jawab dapat memunculkan sebuah keajaiban yang tidak diduga.

2. Ada sebuah ideologi yang akan diturunkan.
Melahirkan dengan cara apapun tetaplah meninggalkan rasa sakit yang luar biasa. Bagi ibu rasa sakit tersebut akan di abaikkan. Karena, dia tahu anaknya membutuhkan dirinya. Bukan hanya karena perkembangan dirinya tetapi juga karena ada sebuah ideologi yang ingin ditumbuhkan dalam diri si anak. Kekuatan besar seperti kekuatan bulan tersebut akan meluruhkan segala rasa sakit.

3. Tugas Sebagai Madrasah Pertama
Menjadi guru pertama mengajarkan banyak hal. Bukan hanya sekedar mengajari adab, tetapi membuat anak-anak mencintai adab. Bukan sekedar mengajarkan beribadah tetapi mencintai dalam beribadah.

Udah ah ngeditnya wkwkskwk. Menulis dalam keadaan mengantuk ituuu memang tralala

Tulisan ini di edit pada Senin,12 Maret 2018 pukul 17.59


Read More

Jalan Kebaikan

Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.  (Al-Insan: 30)

Jalan yang dimaksud dalam surat tersebut adalah jalan kebaikan. Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa manusia tidak bisa memberikan hidayah kepada dirinya sendiri. Tidak bisa memasukkan keimanan ke dalam dadanya. Tak mampu memilih jalan yang baik. Kecuali dengan ijin Allah. Ayat ini seperti ingin memberikan peringatan kepada manusia agar tidak merasa hebat ketika mampu berbuat baik, karena yang menghebatkannya adalah Allah.

Tak perlu sombong dengan sedekah berlimpah yang diberikan kepada kaum papa. Tak perlu tinggi hati dengan tahajud yang amat lama. Tak perlu merasa paling sholih karena jumlah hafalannya paling banyak di antara teman-temannya. Karena Allah lah yang memampukan kita melakukan semua.

Allah Maha Mengetahui siapa saja yang berhak mendapat hidayah ataupun orang yang akan disesatkan. Orang yang menurut Allah berhak mendapatkan hidayah maka akan dipermudah oleh-Nya untuk berbuat kebaikan. Allah lah yang akan menuntun setiao hamba-Nya. Jika Allah berkehendak seaeorang mendapat hidayah maka dia tak akan pernah dapat disesatkan. Akan tetapi, ketika Allah berkehendak orang tersebut disesatkan maka dia tidak akan mampu memilih jalan lurus. Semua adalah hak preogratif Allah. Allah yang Maha Tahu Maha Bijaksana atas segala jalan hidup yang akan ditempuhi setiap ciptaan-Nya.

Mari kita semua berdoa agar Allah memberikan kemudahan untuk memilih jalan kebaikan. Agar Allah memperkenankan hidayah kepada kita bukan kesesatan. Semoga Allah ridha atas hidup kita dan kita pun ridha dengan segala putusanNya. Semangat berbuat baik. Selalu ada jalan dibalik setiap niat baik. Bismillah...,

(Mb Ar... Ga tau ini ada berapa kata wkwkwk daripada ga nulis yaaa.... Hihi)

Intinya mari kita berdoa agar Allah berkenan atas kebaikan hidup kita. Cumungut bumuuud.  Salam ibu jari.


Read More

Adaptasi: Tangga Ujian Pertama Dari Sebuah Tujuan


Adalah sebuah kepastian adanya Ujian dari Tuhan kepada setiap hambaNya. Beberapa firmanNya telah meneguhkan hal tersebut, Al Baqarah, Al Ankabut, Al Insyirah dan surat-surat lainnya. Beragam ujian diberikan kepada manusia dengan kadar dan maksud berbeda-beda. Ada yang di uji karena memiliki "PR" dalam dia menjalani hidup, ada yang di uji karena kelas selanjutnya menanti, ada pula yang di uji untuk mengetes ketetapan hati atas putusan hidupnya.

Hidup ini adalah jalinan dari satu pilihan ke pilihan lainmya. Semua pasti beresiko, semua pasti ada nggak enaknya. Hanya saja dal pengambilan keputusan pastilah dipikirkan segala sesuatunya. Semua keputusan diambil pastilah sepaket dengan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, seorang ibu rumah tangga yang juga berkarir pastilah dia punya tujuan mulia dibalik semuanya. Pun wanita karir yang berhenti bekerja karena ingin mengurusi anak-anaknya semua pastilah memiliki argumen dan maksud baik.


Di tengah keputusan kita, mau tidak mau akan dihadapkan dengan kondisi dan lingkungan berbeda. Kemampuan kita beradaptasi menjadi tangga pertama lulus atau tidaknya kita dari ujian Tuhan. Pada tangga adaptasi inilah Allah akan menguji seberapa keras tekad kita untuk mewujudkan tujuan yang di ambil. Allah ingin mengetahui seberapa jujur diri kita dalam mengungkapkan setiap tujuan.


Seperti halnya ikan mujair yang dipindah kolam, pastilah pada awalnya ada yang mati dan banyak yang tetap hidup. Ikan di kolam yang hidup akan terus tumbuh besar dan beranak pinak, sedangkan yang mati ya sudahhh kisanya berakhir.

So, bagi siapapun yang sedang beradaptasi entah dengan status, pekerjaan, lingkungan, atau apapun yang baru tetap harus mampu sesegera mungkin menyesuaikan diri. Semakin cepat kita menyesuaikan diri maka, semakin cepat pula kita mengembangkan diri dan memberikan kontribusi. Yuk ahhh bareng-bareng beradaptasi tuk menjalani hidup yang penuh inspirasi kembali.

#ku dedikasikan kepada sahabat-sahabat yang sedang beradaptasi dan menata hidupnya kembali. Cumunguuutsz


Read More

Dek Bidan Itu Bernama Wullan

Hari kesekian janjian ngeblog. Rada-rada pilek dan lagi miskin inspirasi. Eh... tetiba pengen nulis tentang saudara sepupu yang sekarang jadi dek Bidan. Sungguh ga nyangka anak lulusan SMK jurusan elektro jadi bidan, kukira jadi tukang listrik 😁.


Yahhh, memang jalan hidup itu tak pernah ada yang tahu. Terkadang kita berencana tapi pada akhirnya keputusan Tuhan pula sebagai penentunya. Hari ini belajar listrik, katoda, anoda,,, besoknya jadi ahli tentang KIA, ketuban, dan sejenisnya.


Bagi anak pertama ku, dek bidan adalah malaikat tanpa sayap. Bulan pertama kelahiran, kayaknya cuma bayi cantikku yang dapat perawatan ekstra dari bidan. Tiap pagi dan sore dimandikan, digantiin baju, dibersihkan mulutnya, diambil upilnya, dipotongin kuku, telinganya diperiksa, dan setiap pagi di SPA.

Bagiku, dek Bidan anak yang cukup ringan tangan untuk membantu orang di sekitarnya.  Care dengan kondisi kesehatan orang-orang. Mungkin pengaruh aktivitasnya di dunia kesehatan yang menuntutnya untuk seperti itu.

Belum bisa dibilang senior memang, tetapi aku cukup melihat semangatnya untuk senantiasa belajar dan menyalurkan setiap ilmu bayi kepada para emak-emak new zaman now kayak guweh. Sabar menghadapi ibu-ibu amatir. Selalu mengkampanyekan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan, meski dia konon pas kecil udah dicekokin nasi sama bapaknya pas usia 2 bulan 😆. Cukup memberikan rasa tenang ketika si emak merasa khawatir dengan saran-sarannya. Gegara kehadirnya Tabina Evren Karissa binti Setya Adhy Nugraha menjadi bayi modern yang tak mengenal pupur 😂.


Bidan yang dulu pernah 'dimadu' oleh cowoknya ini, kini aveliable looh. Lagi ngejomblo. Meskipun dia bilang lagi deket sama someone tapiii kan dia belum dihalalin 😇 jadi bagikuh dia tetap jomblo.

Dek bidan yang jomblo, hobi makan pete. Bapaknua adalah juragan pete yang meramaikan dunia perpetean di Temanggung. Musim pete gini bisa bawa 2 mobil pick up untuk mengangkut petenya. Makanyaaaa si dek bidan jadi hobi makan pete. Alibinya, "Masak anak juragan pete ga doyan pete". Bau? Ya lumayan ketutup sama wajah cantiknya kok #ben seneng 😉. Asline ora.

Temen shoping adek kuh yang paling cantik se jagad (soalnya adek kandung cuma satu hahaha, jadi ga ada bandingannya). Entahlah, setiap kali ada kesempatan libur mereka pasti jalan bareng. Pamitnya sih beli sepatu tapii pulang maghrib. Ijinnya ambil HP di Kranggan tau-tau update sarapan di Magelang. Entahlah mungkim itu karena faktor jomblo.


Dia termasuk jomblo unfaedah loooh. Bisa nangis sesenggukan gegara nonton drakor. Saat libur, seharian waktunya akan dihabiskan untuk menonton episod demi episod drama tanpa di percepat. Tlaten dan dan unfaedah, kan? Daripada gitu kan dia bisa aja di rumah nyuci genteng atu-atu, nguras sumur belakang rumah....kayaknya lebih berfaedah, deh.


Oia, kemarin dia habis jatuh untuk yang kedua kalinya dalam sebulan. Ga terlalu parah sih, cuma motornya rungsek tak tega buat liatnya. Kalau melihat caranya naik motor emaaang, pembalap banget. Nakutin. Hmh... ngebut biut pokoknya. Persis kayak jomblo akut lagi ngejar jodohnya 😂.


Yaps, dek Bidan itu bernama Wullan. Jomblo yang sedang nunggu buat dihalalin katanya (Sudah dibilangin cetak undangan dulu aja, waktu dan pasangan dikosongin dulu kan bisaaa daripada jadi jomblo halu hihihi). Semangat berproses dek Bidankuuh. Semoga segera dipertemukan dengan sosok imam terbaik dari Allah. Yakinlah, Allah tidak pernah terlambat dalam mempertemukan dua insan dalam sebuah perjanjian agung yang disebut pernikahan. Terimakasih atas segala bantuan dan ilmu kebidanannya. Ribuan semoga membawa berjuta doa rahasia kulangitkan untuk kebaikanmu. Sekali lagi, maatih ya, mbloo udah jadi bahan tulisanku. Ga usah ngomong pasti juga di ijinin.


Read More

Inspirasi dari Sinetron Catatan Harian Aisha


Di pagi buta, sekitar pukul 03.00 liat jam di HP kemudian membaca beberapa status WA. Nah, di salah satu status WA seorang anak SMA dituliskan kalau, CHA (Catatan Harian Aisha) tamat. Wuaaa... langsung deh memanfaatkan paket mid nigt buat liat episode terakhir melalui yutube. Niat banget ya? hahaha.... Maklum emak-emak setengah sholihah, bangun jam segitu bukannya sholat malah pensaran dengan ending sinetron tontonan anak SMA hihihi. Wajarlah kalau masih rada ke SMA-SMAan. Biar tetep kekinian gitu, pas ngobrol sama mereka #alibi.

Tapi ini sinetron bukan sinetron sembarangan loh. Hanya tayang sebanyak 66 episode terus udahan, mungkin ratingnya turun terus kisahnya di udahin begitu aja. Tapi kabarnya sih, si penulis naskah mengundurkan diri. Beda banget sama beberapa sinetron yang biasanya sampai ribuan episode. Biar ga penasaran tak kasih dulu deh sinopsis CHA dari wikipedia.

Aisha (Tissa Biani), gadis sholeha yang berada di tengah kehidupan remaja kota penuh hedonisme. Siswi pindahan Sukabumi ini tampil mencolok dengan penampilannya yang berbeda 180 derajat dari teman-teman di sekolah barunya.

Aisha jadi pusat perhatian saat pertama kali datang ke sekolah. Tak terkecuali Rafa (Bio One), Siswa yang memiliki kehidupan bagai langit dan bumi dengan Aisha. Aisha berasal dari keluarga muslim yang taat, sedangkan Rafa berasal dari keluarga yang jauh dari nilai agama dan kurang kasih sayang dari orangtuanya.

Kehadiran Aisha mengganggu Rafa. Ditambah dengan pertemuan pertama mereka yang kurang menyenangkan, yaitu saat mobil Rafa lecet karena sepeda Aisha. Rafa merasa Aisha tak pantas berada di sekolahnya dan siapa pun yang membantunya akan bernasib sama dengan Aisha.

Aisha menguatkan dirinya untuk terus beradaptasi di sekolah. Ridho (Umay Shahab) cowok alim dan lembut diam-diam mengagumi Aisha. Aisha selalu tergerak hatinya untuk membantu masalah teman-teman di sekitarnya. Aisha menuliskan beragam hal yang dialaminya di akun blog miliknya. Kesederhanaan dan ketulusan hati Aisha inilah yang nantinya membuat Aisha disayangi teman-temannya di sekolah.


Sekarang ijinkan saya, emak-emak yang masih gaul sama anak SMA ini untuk menyampaikan suara hati (mau bilang review kon kayak WOW biut hahaha) tentang sinteron ini.

1. Penampilan sosok ukhtifillah

Sejak awal cuplikan iklan sinetron ini sudah cukup menarik perhatian saya. "Wuah... ada sinetron yang mau mengangkat tentang sosok uktifillah nih," batin saya. Pemerannya masih muda pula. Awalnya saya kira pemeran Aisha memang seorang yang berjilbab, eh ternyata oh ternyata kagak hahaha #rada kecewa. Episode pertama, saat Aisha menghadap kepala sekolah sempat ditegur dengan pakaiannya yang tidak seperti siswa-siswa lainnya. Berjilbab lebar di antara anak-anak hedon memang menjadi aneh. Jawaban Aisha cukup membuat tralala si kepala sekolah yang kebetulan juga seorang wanita. Begini kira-kira jawaban Aisha, "Saya tidak mau aurat saya tertutup rapat di saat terakhir hidup saya dengan menggunakan kain kafan". Bisa jadi refrensi jawaban buat anak zaman now, kan? Di hari pertama sekolah dia mencari mushola untuk melakukan sholat dhuha. Naaah kan. Terus pada salah satu kesempatan ditampilkan Aisha membaca Al Qur'an di taman sekolah. Pemandangan yang dirindukan, bukan? Sadar ataupun tidak saat ini sebenarnya masyarakat membutuhkan hiburan segar dan banyak kandungan gizinya. Dan, sinetron ini dibalik beragam kekuranggannya cukup lumayan mendinglahhh

2. Pendidikan Keluarga Mempengaruhi Perilaku Anak

Dalam sinteron ini benar-benar menampilkan berbagai macam anak dari beragam kondisi. Raffa anak orang kaya yang ayah dan ibunya sibuk dengan urusan pekerjaan akhirnya menjadi anak dengan kepribadian keras. Aisha terlahir di keluarga yang taat beragama. Kesulitan apapun yang menimpa selalu dikembalikan kepada Allah. Keluarga pak Ahmad (Ayah Aisha) menjadi contoh keluarga ideal yang seharusnya banyak terbentuk di era sekarang. Contoh sederhana, makan bersama kemudian salah satu anggota keluarga memimpin doa. Setelah sholat maghrib membaca Al Qur'an bersama. Selepas isya keluarga berkumpul sambil minum teh dan saling bercengkrama. Menanamkan kepada anak-anak bahwa Allah tidak akan menyalahi janji. Di episode 65, ketika Aisha menceritakan kepada Ummahnya tentang perasaan Aisha kepada Rafa. Ummah berpesan agar tidak mengungkapkan perasaan tersebut dan mengingatkan Aisha jangan sampai kecintaan kita kepada Makhluk melebihi kecintaan kepada manusia.

3. Kata-Kata Bagus Tentang Cinta dan Persahabatan Yang Bisa Bikin Baper

Di sinetron tersebut dikisahkan ada 3 laki-laki yang mecintai Aisha yaitu, Arga (playboy teman Raffa), Rafa, dan Ridho. Arga adalah orang pertama yang ketauan menyukai Aisha. Kemudian Aisha berkata kepada Arga bahwa kebaikannya kepada Arga selama ini karena menganggap Arga sebagai sahabat baiknya. Daaan selama ini Aisha mengenal Arga sebagai orang yang baik. Ridho, sebagai anak alim dan punya prinsip ga ada pacaran sebelum pernikahan ga bakalan ngungkapin perasaannya.

Di episode terakhir Ridho berkata dalam hati, "Biarkanlah perasaan ini tersimpan dalam setiap sujud-sujud panjangku".


Lalu, ketika Aisha meminta maaf kepada Rafa karena tidak bisa mengungkapkan perasaan yang sama kepadanya.

Aisha berkata, "Biarkan ini semua tetap seperti ini hingga takdir mempertemukan kita".


Dalam sinetron tersebut terdapat berapa percakapan tentang persahabatan. Misalnya, "Sahabat yang baik akan menerima keadaan kita, apapu itu".

Persahabatan kalau sudah sampai pada puncak permasalahan, saling marah misalnya maka persahabatan tersebut akan semakin kuat.

4. Semoga Tidak Menjadi Muhajir Ummu Qais

Di episode trakhir pula, kalimat Rafa untuk Aisha adalah, "Bagiku, kamu adalah yang pertama dan terakhir, Sha. Aku berjanji akan menjadi lebih baik lagi". Nah,.. langsung deh keingetan tentang ashabul wuruud hadits arbain pertama yang berbicara tentang niat. Jadi, dikisahkan ada seorang sahbat yang rela hijrah dari mekkah ke madinah untuk dapat menikahi Ummu Qais sehingga dia mendapat julukan Muhajir Ummu Qais dan dia tidak mendapatkan Allah serta RasulNya. Hanya mendapatkan wanita yang diinginkannya. Semoga, kalimat yang di ungkapkan oleh Rafa bukan hanya berdasar pada keinginan untuk menjadi imam yang baik untuk Aisha saja tetapi memang diniatkan karena Allah.

Ada lagi ga ya? udah kayaknya. Meskipun usia periodenya termasuk singkat (bagi sinetron Indonesia), tetapi cukup memberikan kita gambaran nyata dalam kehidupan. Bahwa anak SMA pasti ada tugas kelompok, ada juga yang ga mau pacaran, ada yang rajin sholat dhuha saat istirahat. Bukan melulu tentang genk, rebutan pacar, dan nonton bioskop. Saya juga meyakini, di negeri ini masih ada keluarga yang mampu mendidik anak-anaknya sebagaimana ayah Aisha mendidik kedua putrinya. Meski singkat tetapi sinetron ini cukup memberikan sebuah kesan.
Read More

Tips Memberi Nama Anak


Udah jam setengah 10 malam. Setengah jam lagi batas upload tulisan. Haduhhh mencoba nulis tulisan rada seirus malah ngeblank. Ya udah lah... nulis yang ringan-ringan aja. Setengah curcol seperti biasa. Hahaha.... Curcolnya kali ini agak berfaedah kok, buat orang lain. Yups tentang tips memberi nama anak yang dulu-dulu saya lakukan.

Setiap anak memiliki tanggung jawab untuk membesarkan nama yang tersemat pada dirinya.


Begitu sebuah kalimant yang menyemangati saya memberikan nama anak tidak menggunakan nama-nama tokoh besar. Karena kelak ketika dia dewasa dia memiliki tugas untuk membesarkan nama yang melekat padanya. Jika hari ini manusia mengenal siapa itu Lady Diana, mengenang siapa itu Soekarno, terpesona dengan kehebatan Al Fatih, maka kelak suatu hari anak kita memiliki tugas untuk membuat namanya terkenang oleh sejarah.

Tentukan permasalahan umat yang harus diselesaikan oleh anak kita kelak di masa depan.


Begitu taujih dari Ust. Anwar Jufri yang masih sangat lekat dalam ingatan. Beliau waktu itu mencertiakan sebelum menikah bahkan sudah melist permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Kemudian menyusun 10 permasalahan yang paling gawat dan urgen untuk diselesaikan. Akhirnya ketika memiliki 10 anak, masing-masing anak menjadi pakar dalam 10 bidang yang menjadi permasalahan umat tersebut.

Sematkan harapan agar dia menjadi bagian dari sebuah doa


Setiap orang tua pastilah mengharapkan hal terbaik untuk anak-anaknya. Dan harapan itu akan terlukiskan pada nama yang diberikan kepada anaknya. Segala harapan baik senantiasa dilangitkan oleh kedua orang tua. Saya yakin, setiap orang tua selalu berharap anaknya menjadi lebih baik daripada dirinya. Maka, itu dapat diawalai dengan memberikan rangakaian arti pada nama anak sesuai harapan kelak dia setelah mendewasa. Kalau saya sih gitu, nyari dulu pengennya nama anak punya arti apa kemudian nyari di internet bahasa per kata dari beragam bahasa. Ada bahasa arab, yunani, sansekerta, dan lain sebagainya. Misal saya berharap anak saya kelak akan menjadi inspirator kebaikan bagi semesta, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah. Maka mulailah saya sercing-sercing refrensi arti nama anak per kata kemudian mencoba menggabungkannya.

Udah ah, tiga aja tipsnya, keburu jam 21.43 hahaha. kurang 17 menit lagi dari waktu yang ditentukan. Okay, selamat malam. Selamat menulis. Dan tetap jaga kewarasan. Salam ibu jari #eh.
Read More

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.