Bukan Cuma Naruto Yang Punya Cakra, Kita Juga!!!




Membuka ef bi memang bisa menjadi  candu, bisa mengalihkan tujuan awal kita. Awalnya mau nulis tapi refreshing dulu gitu, eh... malah akhirnya stalking orang. Bukan stalking mantan kok...beneran ciyusan deh.

Ini judul udah ku buat lama, kemarin mau ngisi tulisannya belum keidean. Akhirnya sekaranglah saatnya... eaaa. Judul ini berangkat dari hobi nonton naruto pas lagi hamil. Jadi kenal sama istilah cakra. Padahal dulunya cuma tau cakra itu merk tepung terigu untuk buat roti. Sedangkan materinya, merupakan ingatan saat masih di Semarang dan ikutan kajian bu Dyah Rahmawati tanpa Soekarno Putri 😆

Dalam kajian tersebut bu Dyah menjelaskan bahwa dalam tubuh manusia terdapat tiga aura yang menyelimuti. Tapi, biar sesuai sama judul mau saya ganti dengan dilindungi oleh tiga cakra. Cakra pertama adalah cakra spiritual, cakra akal, dan terakhir cakra badan.

Ketiga cakra tersebut berlapis, dan lapis paling luar dalam tubuh manusia adalah cakra spiritual. Seseorang dengan cakra spiritual yang bagus akan mamiliki tameng terkuat dibandingkan orang lain. Mungkin kita sering mendengar ada ibu-ibu yang aktif menebar kebaikan dengan jumlah binaan belasan majelis ilmu. Anaknya pun julmlahnya lebih dari bilangan angka satu. Semua pekerjaan rumah dilakukan tanpa pembantu. Baca Al Qur'an lebih dari satu juz, sholat malam tak ketinggalan. Kerennya dia tidak pernag sakit, tak pernah lelah.... Naaah saya curiga orang macam tu memiliki cakra spiritual yang amaaat besar. 
Konon, orang yang memiliki cakra spiritual kuat akan menghadapi masalahnya dengan keimanam kuat dalam dirinya. Hantaman masalah semakin menguatkan rasa percaya pada Allah SWT. Tidak membuatnya menjadi galau baper atau penyakit alay lainnya. Semua dihadapi dengan tenang.

Gawat akan terjadi saat seseorang memiliki cakra spiritual rendah. Saat ada badai masalah mau tidak mau cakra akal yang akan menerima. Tak heran jika kita temui orang stres, galau, gegana, baper berkepanjangan. Berbagai macam penyakit tersebut muncul karena lemahnya cakra spiritual kita dan pada akhirnya akal lah yang harus menerima. Ketika cakra akal tak lagi mampu membendung maka penyakit-penyakit tersebut akan menyerang.

Nah... nah, gawat lagi ketika kedua cakra pelindung tadi telah terkoyak pora poranda. Cakra badan yang harus menerima hantaman. So... banyak kita dapati orang yang perlu di rawat inap karena sakit akibat memikirkan suatu masalah.

Makanya, kita perlu seimbang dalam memperlakukan diri kita. Berikan asupan seimbang agar cakra pelindung dapat bekerja dengan baik. Haknya spiritualitas adalah dengan ibadah, haknya akal adalah dengan membaca dan belajar, serta haknya badan adalah makanan sehat.

Hidup seimbang yuuuk dan tetap jaga kewarasan. Salam ibu jari.


Read More

Tips Agar Suami Mengijinkan Istri Untuk Jualan



Emak-emak yang waktu gadisnya masuk dalam kategori rempong, okrim dan sejenisnya kemudian memasuki dunia baru sebagai Ibu yang mengurus rumah dan anaknya terkadang ada rasa kangen untuk berbuat sesuatu kembali. Tidak menafikkan, menjadi seorang ibu adalah pekerjaan monoton yang hampir sama setiap harinya. Mulai memasak, menyetrika, nyuci, menimang-nimang, ngepel, nyapu begitu rutinitas yang selalu dilakukan.

Untuk beberapa ibu baru bisa jadi hal itu menjenuhkan (kode buat para bapak buat ngajak istrinya halan-halan hihi). Tak jarang, untuk mengisi waktu luang ibu-ibu bermain media sosial. Sekedar untuk hahahihi sama teman, belanja onlen atau share resep masakan yang entah kapan mau dibuat.

Keinginan untuk menjadikan sela altivitas rutin lebih berfaedah pastilah ada. Apalagi ketika membuka beranda facebook yang isinya orang ngelapak. Apa aja ada yang jual, keinginan untuk melakukan hal serupa pastilah menyeruak. Daaan tidak sedikit niat untuk ikutan ngelapak terganjal resti dari suami. Wajar sih, ketika di awal memutuskan menjadi ibu rumah tangga pasti sudah dengan pertimbangan matang dan perdebatan panjang yang semuanya berdalih demi kebaikan anak.

Meski saya juga belun berhasil melakukan tips ini, tapi bisa jadi tips ini mempan untuk orang lain wkwkwk. Well, inilah tips bagi para istri agar suami mengijinkan Anda berjualan.

1. Kenali kelemahan suami
Yuhuuu coba kita mulai kenali kelemahan suami. Kita para istri, harus berekspresi kayak apa sih biar suami ga tega? Atau menggunakan argumen seperti apa agar suami kita tersentuh hatinya kemudian luluh untuk memberikan surat ijin jualannya. Bahasanya, rayulah suami sampai misua bilang iya.

2. Tunjukkan Komitmen
Larangan suami untuk istrinya bekerja meski itu berjualan di dunia maya adalah pendidikan anak menjadi terbengkalai. Mengingat posisi istri sebagai madrasah pertama untuk anak-anaknya. Peran ibu dalam tumbuh kembang anak sangatlah besar. Nah, kita butuh menunjukkan komitmen bahwa kita serius menjadi madrasah pertama untuk anak kita. Profesi baru itu tidak akan mempengaruhi peran utama sebagai ibu.

3. Sampaikan bahwa kita ingin melakukan hal ngehits berfaedah lainnya
Mungkin, suami kita diminta untuk melihat isi akun medsos kita. Tunjukkan betapa unfaedahnya isi akun tersebut. Atau tunjukkan betapa membuat lapar matanya beranda facebook kita karena isinya pafa jualan semua. Sehingga, biar ngehits dan berfaedah kita juga kudu ikutan jualan.


Sekali lagi, tips di atas belum teruji keampuhannya. So, selamat mencoba, Mak....


Read More

Peselancar Samudra Aksara

Aku hanyalah anak desa yang di sana tak akan ditemui sinya internet kecuali menggunakan kartu merah. Itu saja harus gesar geser si android untuk mendapatkan sinyal. Jika suatu hari nanti ingin main ke tempat kelahiranku jangan mengandalkan GPS, dijamin mbak-mbak GPS galau atau mengantarkan Anda ke jurang. Zaman orba dulu desaku masuk dalam daftar inpres desa tertinggal.


Akan tetapi, dari tanah itu aku awali petualangan hidupku semenjak 29 tahun yang lalu. Desa Kwarakan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah itulah tanah kelahiranku. Ayahku selalu berpesan, "Boleh kita berasal dari desa, tapi pemikiran tetap kota". Ayahku selalu menggambarkan orang kota sebagai orang modern yang menerima informasi dengan cepat dan mudah menerima perubahan. Sejak saat itu alam bawah sadarku selalu berkata, "Boleh saja penampilanmu tak se-mbois mereka tetapi isi kepalamu melebihi dari yang mereka miliki".


Sebagai anak yang tinggal di desa dengan predikat tertinggal mohon jangan cerita tentang pengalaman saat TK. Soalnya, aku adalah anak akselerasi yang tidak mengalami masa TK. Sebelum masuk SD ayahku selalu mengajarkan cara membaca dan menulis.


Sejak kecil aku suka membaca buku milik ayahku yang bekerja sebagai seorang guru SD. Saat SMP aku sudah membaca buku Sigmun Freud.

Kebiasaanku dulu menulis puisi, bahkan sejak SD sampai SMP aku sudah punya buku kumpulan puisi karyaku sendiri. Sayangnya sampai sekarang aku tak tahu buku tersebut berada dimana. Kebiasaan menulisku sempat berhenti setelah tsunami Aceh tahun 2006. Pada salah satu majalah ditulis kurang lebih seperti ini, "Allah memberikan kepada para penulis kemampuan meramal masa depannya melalui tulisan yang dibuat. Misalnya Chairil Anwar, sebelum dia meninggal dia sempat menulis puisi dengan judul di atas kuburan. Kemudian, seorang sastrawan dari Aceh pernah menuliskan sebuah cerita tentang bencana yang terjadi diakibatkan oleh air. Dan akhirnya dia meninggal saat bencana tsunami". Sejak saat itu aku merasa takut untuk menulis. Aku takut dengan tulisan yang nantinya akan kubuat.

Tetapi, kebiasaan menulis itu masih tetap ada hingga sampai setelah kuliah mendapatkan informasi untuk bergabung dengan komunitas menulis besuta temen-temen Purwokerto. Ya, Kompilasi (Komunitas Menulis Siap Beraksi) menjadi tempat pertama setelah sekian lama yang membuatku semangat untuk menulis kembali. Di komunitas itulah aku serasa ditempa tentang kepenulisan. Mulai dari target membaca buku, membuat habit menulis, disiplin, tujuan menulis dan sebagainya. Bahkan gegara komunitas ini pula aku mulai menyisihkan uang untuk membeli buku setiap bulannya. Terimakasih Inung, pak Nasirun Purwokartun, dan mbak Syifa yang telah memperkenalkan dan menggembleng saya disini.


Setelah itu aku bergabung dengan komunitas penulis lepas bersama mba Isah Kambali. Menulis artikel sesuai permintaan pelanggan. Asik, menarik, dan menantang. Setiap minggu mendapat tema  dengan jumlah dan kata kunci yang bebeda. Disini aku mendapatkan banyak ilmu baru. Mulai dari pertanian, fashion, dekorasi, teknologi. Kalau tengok ini blogku kalian bakal nemuin banyak tulisan tentang non tunai. Nah, itu salah satu job untuk menulis tema tersebut. Lumayan kan?  Blog keisi dab dapat bayaran pula, hehehe. Tetapi setelah kehamilanku aku off dari grup penulis lepas.


Aku, sebagai peselancar samudra aksara masih belajar menulis dan membaca. Menulisku masih sering melanggar aturan EYD. Membacaku masih terbata untuk mengambil kesimpulan dari tiap bacaan.


Aku, peselancar samudra aksara ingin selalu khusuk melakukan peribadatan kata. Dzikirku ada dalam tiap kata, jiwaku luruh melebur dalan setiap tinta.

Aku, peselancar samudra aksara...  bersemoga setiap kata menjadi alasan Allah memasukkanku dan keluargaku ke dalam surgaNya.

Aku, peselancar samudra aksara ingin berbagi kebaikan melalui kata. Semoga di istiqamahkan dalam peribadatan kata.

Aku Titania Az Zahra, sang peselancar Samudra aksara.


Read More

Keajaiban Dalam Diri Seorang Ibu



Menjadi seorang ibu baru dengan pengalaman minim seperti saya serasa memasuki episode penuh drama dan deg-degan luar biasa. Lagi nimang-nimang kemudian debay melek aja udah khawatir, khawatir nanti meleknya lama dan tidurnya malam. Tetapi, kondrat sebagai seorang wanita tersebut adalah takdir luar biasa. Bayangkan saja, di bawah telapak kakinya terdapat surga untuk anak-anaknya.

Kelahiran anak pertama dan langsung di SC itu rasanyaaa. Begitulah.... Menyandang status baru sebagai seorang ibu yang mengharu biru plus menjadi korban pisau bedah. Taukah rasanya? Terkadang muncul rasa gagal menjadi ibu ketika rasa sakit pasca sc menjadi penghalang untuk full mendampingi. Akan tetapi di sisi lain tatapan mata anak kita mampu melelehkan semua rasa sakit.

Setiap kali merasa ingin menyerah, pasrah, dan sudahlah jadi ibu amatir aja selamanya pasti ada bisikan dari hati untuk mengingkarinya. Ada beberapa hal yang mengakibatkan seorang ibu amatir bangkit dari segala rasa sakit pasca melahirkan, baik normal/sc.

1. Merasa anak sebagai amanah dari Allah.
Yaps, anak adalah titipan dari Allah. Keberadaannya menuntut kita agar menjaganya dengan baik. Perasaan bahwa dia adalah anakku yang kepada Allah kelak kita akan bertanggung jawab dapat memunculkan sebuah keajaiban yang tidak diduga.

2. Ada sebuah ideologi yang akan diturunkan.
Melahirkan dengan cara apapun tetaplah meninggalkan rasa sakit yang luar biasa. Bagi ibu rasa sakit tersebut akan di abaikkan. Karena, dia tahu anaknya membutuhkan dirinya. Bukan hanya karena perkembangan dirinya tetapi juga karena ada sebuah ideologi yang ingin ditumbuhkan dalam diri si anak. Kekuatan besar seperti kekuatan bulan tersebut akan meluruhkan segala rasa sakit.

3. Tugas Sebagai Madrasah Pertama
Menjadi guru pertama mengajarkan banyak hal. Bukan hanya sekedar mengajari adab, tetapi membuat anak-anak mencintai adab. Bukan sekedar mengajarkan beribadah tetapi mencintai dalam beribadah.

Udah ah ngeditnya wkwkskwk. Menulis dalam keadaan mengantuk ituuu memang tralala

Tulisan ini di edit pada Senin,12 Maret 2018 pukul 17.59


Read More

Jalan Kebaikan

Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.  (Al-Insan: 30)

Jalan yang dimaksud dalam surat tersebut adalah jalan kebaikan. Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa manusia tidak bisa memberikan hidayah kepada dirinya sendiri. Tidak bisa memasukkan keimanan ke dalam dadanya. Tak mampu memilih jalan yang baik. Kecuali dengan ijin Allah. Ayat ini seperti ingin memberikan peringatan kepada manusia agar tidak merasa hebat ketika mampu berbuat baik, karena yang menghebatkannya adalah Allah.

Tak perlu sombong dengan sedekah berlimpah yang diberikan kepada kaum papa. Tak perlu tinggi hati dengan tahajud yang amat lama. Tak perlu merasa paling sholih karena jumlah hafalannya paling banyak di antara teman-temannya. Karena Allah lah yang memampukan kita melakukan semua.

Allah Maha Mengetahui siapa saja yang berhak mendapat hidayah ataupun orang yang akan disesatkan. Orang yang menurut Allah berhak mendapatkan hidayah maka akan dipermudah oleh-Nya untuk berbuat kebaikan. Allah lah yang akan menuntun setiao hamba-Nya. Jika Allah berkehendak seaeorang mendapat hidayah maka dia tak akan pernah dapat disesatkan. Akan tetapi, ketika Allah berkehendak orang tersebut disesatkan maka dia tidak akan mampu memilih jalan lurus. Semua adalah hak preogratif Allah. Allah yang Maha Tahu Maha Bijaksana atas segala jalan hidup yang akan ditempuhi setiap ciptaan-Nya.

Mari kita semua berdoa agar Allah memberikan kemudahan untuk memilih jalan kebaikan. Agar Allah memperkenankan hidayah kepada kita bukan kesesatan. Semoga Allah ridha atas hidup kita dan kita pun ridha dengan segala putusanNya. Semangat berbuat baik. Selalu ada jalan dibalik setiap niat baik. Bismillah...,

(Mb Ar... Ga tau ini ada berapa kata wkwkwk daripada ga nulis yaaa.... Hihi)

Intinya mari kita berdoa agar Allah berkenan atas kebaikan hidup kita. Cumungut bumuuud.  Salam ibu jari.


Read More

Adaptasi: Tangga Ujian Pertama Dari Sebuah Tujuan


Adalah sebuah kepastian adanya Ujian dari Tuhan kepada setiap hambaNya. Beberapa firmanNya telah meneguhkan hal tersebut, Al Baqarah, Al Ankabut, Al Insyirah dan surat-surat lainnya. Beragam ujian diberikan kepada manusia dengan kadar dan maksud berbeda-beda. Ada yang di uji karena memiliki "PR" dalam dia menjalani hidup, ada yang di uji karena kelas selanjutnya menanti, ada pula yang di uji untuk mengetes ketetapan hati atas putusan hidupnya.

Hidup ini adalah jalinan dari satu pilihan ke pilihan lainmya. Semua pasti beresiko, semua pasti ada nggak enaknya. Hanya saja dal pengambilan keputusan pastilah dipikirkan segala sesuatunya. Semua keputusan diambil pastilah sepaket dengan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, seorang ibu rumah tangga yang juga berkarir pastilah dia punya tujuan mulia dibalik semuanya. Pun wanita karir yang berhenti bekerja karena ingin mengurusi anak-anaknya semua pastilah memiliki argumen dan maksud baik.


Di tengah keputusan kita, mau tidak mau akan dihadapkan dengan kondisi dan lingkungan berbeda. Kemampuan kita beradaptasi menjadi tangga pertama lulus atau tidaknya kita dari ujian Tuhan. Pada tangga adaptasi inilah Allah akan menguji seberapa keras tekad kita untuk mewujudkan tujuan yang di ambil. Allah ingin mengetahui seberapa jujur diri kita dalam mengungkapkan setiap tujuan.


Seperti halnya ikan mujair yang dipindah kolam, pastilah pada awalnya ada yang mati dan banyak yang tetap hidup. Ikan di kolam yang hidup akan terus tumbuh besar dan beranak pinak, sedangkan yang mati ya sudahhh kisanya berakhir.

So, bagi siapapun yang sedang beradaptasi entah dengan status, pekerjaan, lingkungan, atau apapun yang baru tetap harus mampu sesegera mungkin menyesuaikan diri. Semakin cepat kita menyesuaikan diri maka, semakin cepat pula kita mengembangkan diri dan memberikan kontribusi. Yuk ahhh bareng-bareng beradaptasi tuk menjalani hidup yang penuh inspirasi kembali.

#ku dedikasikan kepada sahabat-sahabat yang sedang beradaptasi dan menata hidupnya kembali. Cumunguuutsz


Read More

Dek Bidan Itu Bernama Wullan

Hari kesekian janjian ngeblog. Rada-rada pilek dan lagi miskin inspirasi. Eh... tetiba pengen nulis tentang saudara sepupu yang sekarang jadi dek Bidan. Sungguh ga nyangka anak lulusan SMK jurusan elektro jadi bidan, kukira jadi tukang listrik 😁.


Yahhh, memang jalan hidup itu tak pernah ada yang tahu. Terkadang kita berencana tapi pada akhirnya keputusan Tuhan pula sebagai penentunya. Hari ini belajar listrik, katoda, anoda,,, besoknya jadi ahli tentang KIA, ketuban, dan sejenisnya.


Bagi anak pertama ku, dek bidan adalah malaikat tanpa sayap. Bulan pertama kelahiran, kayaknya cuma bayi cantikku yang dapat perawatan ekstra dari bidan. Tiap pagi dan sore dimandikan, digantiin baju, dibersihkan mulutnya, diambil upilnya, dipotongin kuku, telinganya diperiksa, dan setiap pagi di SPA.

Bagiku, dek Bidan anak yang cukup ringan tangan untuk membantu orang di sekitarnya.  Care dengan kondisi kesehatan orang-orang. Mungkin pengaruh aktivitasnya di dunia kesehatan yang menuntutnya untuk seperti itu.

Belum bisa dibilang senior memang, tetapi aku cukup melihat semangatnya untuk senantiasa belajar dan menyalurkan setiap ilmu bayi kepada para emak-emak new zaman now kayak guweh. Sabar menghadapi ibu-ibu amatir. Selalu mengkampanyekan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan, meski dia konon pas kecil udah dicekokin nasi sama bapaknya pas usia 2 bulan 😆. Cukup memberikan rasa tenang ketika si emak merasa khawatir dengan saran-sarannya. Gegara kehadirnya Tabina Evren Karissa binti Setya Adhy Nugraha menjadi bayi modern yang tak mengenal pupur 😂.


Bidan yang dulu pernah 'dimadu' oleh cowoknya ini, kini aveliable looh. Lagi ngejomblo. Meskipun dia bilang lagi deket sama someone tapiii kan dia belum dihalalin 😇 jadi bagikuh dia tetap jomblo.

Dek bidan yang jomblo, hobi makan pete. Bapaknua adalah juragan pete yang meramaikan dunia perpetean di Temanggung. Musim pete gini bisa bawa 2 mobil pick up untuk mengangkut petenya. Makanyaaaa si dek bidan jadi hobi makan pete. Alibinya, "Masak anak juragan pete ga doyan pete". Bau? Ya lumayan ketutup sama wajah cantiknya kok #ben seneng 😉. Asline ora.

Temen shoping adek kuh yang paling cantik se jagad (soalnya adek kandung cuma satu hahaha, jadi ga ada bandingannya). Entahlah, setiap kali ada kesempatan libur mereka pasti jalan bareng. Pamitnya sih beli sepatu tapii pulang maghrib. Ijinnya ambil HP di Kranggan tau-tau update sarapan di Magelang. Entahlah mungkim itu karena faktor jomblo.


Dia termasuk jomblo unfaedah loooh. Bisa nangis sesenggukan gegara nonton drakor. Saat libur, seharian waktunya akan dihabiskan untuk menonton episod demi episod drama tanpa di percepat. Tlaten dan dan unfaedah, kan? Daripada gitu kan dia bisa aja di rumah nyuci genteng atu-atu, nguras sumur belakang rumah....kayaknya lebih berfaedah, deh.


Oia, kemarin dia habis jatuh untuk yang kedua kalinya dalam sebulan. Ga terlalu parah sih, cuma motornya rungsek tak tega buat liatnya. Kalau melihat caranya naik motor emaaang, pembalap banget. Nakutin. Hmh... ngebut biut pokoknya. Persis kayak jomblo akut lagi ngejar jodohnya 😂.


Yaps, dek Bidan itu bernama Wullan. Jomblo yang sedang nunggu buat dihalalin katanya (Sudah dibilangin cetak undangan dulu aja, waktu dan pasangan dikosongin dulu kan bisaaa daripada jadi jomblo halu hihihi). Semangat berproses dek Bidankuuh. Semoga segera dipertemukan dengan sosok imam terbaik dari Allah. Yakinlah, Allah tidak pernah terlambat dalam mempertemukan dua insan dalam sebuah perjanjian agung yang disebut pernikahan. Terimakasih atas segala bantuan dan ilmu kebidanannya. Ribuan semoga membawa berjuta doa rahasia kulangitkan untuk kebaikanmu. Sekali lagi, maatih ya, mbloo udah jadi bahan tulisanku. Ga usah ngomong pasti juga di ijinin.


Read More

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.