Masih Pada Batas Mampuku

Pernah nggak sih, kalian merasa buntu dan sudah tidak ada jalan keluar lagi? Berada pada masa seolah Allah mendekat ke telinga lalu berbisik, ayok buktikan imanmu pada-Ku. Seberapa besar kita percaya dengan kuasa Allah. Sampai titik mana kamu akan berhenti dan merasa putus asa. Ditanyakan lagi dimana keyakinan yang kamu punya. Hey, bukantah Dia tidak akan menguji di luar batasmu?


Cobalah berfikir sederhana. Gunakan segala potensi yang dipunya. Pasti Allah telah selipkan jalan melalui kemampuan yang kamu miliki. Jalan itu ada pada kekuatanmu. Cobalah sadari itu. 

Tidak pernah ada jalan buntu, semua pasti ada jalan keluar. Semua sudah disiapkan. Apakah hati terdalammu mau menerimanya? Sesat pikir yang mengganggu akan segera menemukan jalan kebenarannya. Luruskan orientasi. Cobalah berpijak pada nilai yang kamu miliki. 

Jalan ini masih panjang. Kamu mungkin belum pernah serius berjuang. Selama ini hanya bermain tanpa pembuktian. Hey, Allah telah menyapamu dengan keras, masihkah kau merasa cepat lelah?

Benarkah kamu telah berjuang? Memperjuangkan kehidupan ini. Benarkah....dan benarkah? Seluruh gejolak hati bertemu lalu beradu menjadi satu. Aku merasa sendirian tak berkawan. Aku merasa tak menemukan jalan. Tuhan... terlalu tebalkah dinding dosaku hingga mataku tang sanggup melihat cahaya petunjuk Mu. Jalan terbaik yang masih Engkau simpan.


Rabb, ini masih batasku, berikan aku kemampuan melihat tanda dan petunjuk darimu. Hanya kuasaMu aku bisa berjalan setegak itu. Rabb...tolong aku. Dalam sudut tak seberapaku ku ungkap ingin panjangku. Ah, malu rasanya. Memang pantas aku mendapat seperti itu...


Ini masih pada batasku...ijinkan aku, sekali ini saja serius memenuhi hak-hak impianku. Tujukilah jalanMu
Read More

Kepercayaan Itu Menguatkanku

Kadang aku merasa sudah merasa lelah, hampir jatuh malah. Tapi, aku tidak punya alasan kuat kenapa aku harus benar-benar jatuh. Meski kadang rasanya ingin berhenti sejenak. Menenangkan pikiran dan menyesap energi semesta. Tapi seringnya tidak jadi dilakukan. Aku ingat dengan mimpi. Aku ingat dengan target. Aku ingat dengan janji diri. Mejadi manusia yang lebih produktif dan bermanfaat. Di usia yang tak lagi muda.  

Terkesan terlambat memang untuk membuat portofolio diri, tapi bukankah setiap orang memiliki masanya sendiri-sendiri? Tidak ada jaminan orang sukses itu erasal dari masa muda yang gemilang. Ada kok, beberapa orang menemukan diri mereka di kala senja. Ya, meskipun aku nggak mau sesenja itu menemukan makna diri dan lebih pandai memaknai hidup.Kemarin, aku sempat tidak yakin dengan jalan yang aku tempuh. rasanya aku belum serius dalam mendefinisikan kata sukses untuk diriku sendiri. Terlalu sibuk dengan andil dalam mensukseskan orang lain. Oh,,, apakah beberapa waktu ini aku hidup dalam ilusi? Lalu lupa menarget diri? Nggak berani melewati batasan-batasan diri.  

Entah sudah berapa aku aku berkata, bahwa aku ingin menjadi seorang penulis. Nah, masalahnya mana ada seorang penulis tanpa sebuah tulisan. Atau aku dengan yakin mengatakan ingin menjadi blogger. Hey, seberapa konsisten kamu menulis. Bener banget, me jadi penulis hanya butuh untuk menulis. Bukan berwacana dan mengumbar mimpi kesemua orang. Sudah tidak saatnya merasa sendiri, merasa tidak berarti.  

Ini saatnya bangkit. Tunaikan semua tugas dengan sempurna. Istirahat itu hanya di surga! Menenangkan pikiranmu itu hanya dengan semakin mendekat kepada Allah.  

Dijamin, kalau sedang pikiran kemana-mana. Nggak fokus dengan mimpi dan tujuan hidup, dijamin itu karena kamu sedang menjauh dari pusaran. Ayok, bergerak perlahan.... meski harus merangkak, meski harus tertatih. Meski kamu harus menjadi pejuang sendirian, tapi harus bertahan. Selesaikan misi. Tidak ada kata berhenti. Tata hati, pikiran, lalu berbuatlah. Sudah cukup beberapa tahun tersiakan. Ini saatnya pembuktian. Lakukan. Just Do It.
Read More

A Dispointed

Sesekali gaya judulnya pakai bahasa Inggris. Kekecewaan sering kali hadir karena antara harapan dan realitas jauh dari kenyataan. Standar yang dibuat terlampau sulit untuk didapat. Menyandarkan harapan kepada sesuatu yang salah juga bisa menjadi titik kekecewaan tertinggi yang dimiliki seseorang. Bener banget, perintah untuk menyandarkan harapan kepada Allah, jangan kepada manusia. Ada titik tertentu bagi sebagian manusia agak lambat menyesap makna dan mengambil hikmah dari kejadian. Mempercayai bukan hal mudah, memasang standar kepada orang lain juga harus menyesuaikan. Tidak boleh terlalu dipaksakan  

Sedih memang di awal. Rasanya hati tidak mau menerima begitu saja, Semacam luka menganga dan tak ada obatnya. Sakit karena kekecewaan bisa diibaratkan dengan paku tertancap di pepohonan. Bisa diambil penyebab rasa sakit. Tapi, sampai kapanpun luka itu akan tetap membekas. Butuh waktu cukup lama agar bekas tancapan paku tersebut dapat hilang.  

Untuk menerima bahwa semua sudah menjadi garis takdir Tuhan sangatlah tidak mudah. Butuh banyak rasionalisasi dalam diri untuk kemudian memerintahkan kepada seluruh anggota badan untuk menerimanya. Sebagian penonton bisa jadi berharap agar bisa segera pulih seperti sediakala. Tetapi, hati juga memiliki kuasa menolak sementara. Hanya diam, mencoba mencari celah agar bibir mau bergerak menyunggingkan senyum menjadi tidak mudah.  

Ada manusia jenis ini. Manusia yang semuanya perlu dipikirkan dan diterima akal sehat. Bukankah iman juga masih bisa diterma oleh akal? Pemuja bukti atas segala kata tak cukup menerima ribuan janji. Tak mudah memberikan maaf, meski ribuan maaf diucap berulang kali. Keras hati, begitu mungkin label yang akan diberi. Tetapi, kecewa dan rasa sakit tak semudah itu untuk diobati. Nggak ada obat di apotek.  

Jangan terlampau mudah mengumbar janji. Berkata sayang pada seorang wanita. Pada kenyataannya tidak semua wanita akan terbang melayang mendengar rayuan gombal dan kata pemanis bibir belaka. Jika cinta adalah kata kerja, maka bekerjalah untuk membuktikan cinta itu.  

Rasa Kecewa akan memberikan kita ruang belajar mengelola rasa. Merenungi segala situasi. Dan lebih jeli dalam memberi takaran. Lebih memahami lagi kepada siapa kepercayaan harus diberikan. Tidak mudah menaruh harapan. Kita harus merelakan dan belajar bangkit dari keterpurukan. Cobalah pahami, langit tak selamanya cerah. Angin tak selamanya menyejukkan. Matahari tak selamanya memberikan kehangatan. Pemilik kesempurnaan hanyalah Tuhan. Hanya Dia yang mampu menjalankan peran dengan apik dan tiada tanding. Sekali lagi, ikhlaskan. Kembalikan kepada sandaran paling tepat.  

Lalu, siapakah yang dapat mendatangkan obat itu? Hanya pemiliki kekecewaanlah yang mampu mengobatinya.... Biarkan semesta bekerja, menuntun hatinya untuk bisa normal seperti sediakala
Read More

Mengkondisikan Hati

Pada dasarnya kita hanyalah manusia biasa. Yang jauh dari kata sempurna dalam berucap, bersikap, berprasangka, atau berbuat. Bukan superhero yang bisa datang dan menyelamatkan semuanya. Saat semua sudah diberikan selalu ada rasa belum apa-apa. Belum sempurna.


Kita pengen fokus bergerak menuntaskan tanggung jawab, tapi sekali lagi manusia biasa seperti kita tidak akan mampu melakukan semuanya dengan sempurna. Tidak bisa sefokus itu rupanya.

Wajar kan ya kalau Tetiba merasa sendirian dan tak berkawan. Tegur sapa teman seperjuangan tak kunjung datang. Padahal hati menunggu ada kepekaan. 

Hey, aku harus gimana? Udah sesak rasanya memendam sendirian, seolah ingin hancur berkeping dan tak bertuan. Aku sedih... serasa dilepaskan kemudian terserah apapun yang bisa dilakukan, lakukanlah...padahal energi sudah mulai menipis. Hey, aku cuma butuh sapaan. 

Haaah se-receh itukah keinginan. Apa hanya karena itu rasanya menjadi sakit tak bertuan. Bendungan sudah tak sanggup lagi menahan. Dada sudah terasa sesak...aku ingin bicara. Tapi, dengan siapa dan tentang apa? 

Allah...ingin kutautkan hati ini hanya padaMu. Ingin kukonsentrasikan segalanya untuk Mu. Tapi sakit ini adalah yang terparah yang pernah aku rasakan. Berasa patah hati karena ditinggal pergi
Read More

My Healing

Iya... aku lagi menghealing diri sendiri. Eh kok balik lagi ke sini? Ceritanya tu si domain yang ada .com nya belum diperpanjang. Gelo? Enggak terlalu sih, soalnya disana belum sebanyak tulisan disini. Terus akhirnya aku harus balik lagi kesini. Buat healing nya aku. Menjaga kewarasannya aku. Gimana ya, ternyata ekstrovert nya aku tuh nggak bisa kalau harus ngadep orang terus bilang panjang kali lebar tentang rasaku. ekstrovertnya aku tuh terlampiaskan dengan menulis dengan penuh enggak jelasan di blog ini wkwkwkwk

Beneran deh seirus, saat kita tu lagi galau penat dan rasanya hampa terasa, menulis itu membuat semuanya lebih tenang. Sebanarnya apasih yang mau aku ceritain tu? Wkwkwkwkwk nggak jelas banget kan aku hahhaha

Biasalah, drama di ujung tahun. Pengen ngitung apa aja capaian hidup. Eh rasanya nggak ada yang udah dicapai. Nggak ada prestasi membanggakan, belum ada kemampuan yang keren gitu. Eh udah ada, Ren! Itu, kamu jadi jago main canva dan terpaksa kudu nyari follower, hahahha. Iyasih lumayan ya. Terus ada lagi, kamu bisa ngutak atik web. Iya, kamu bisa buat web, pesen hosting, domain, yekan? Terus kemarin juga bisa buat akun youtube hahahhaaha. Meski bingung tu mau diisi apa. Kemarin juga sempet nyusup ikutan pelatihan buat video, eh kamunya bisa buat video pakai aplikasi. Bisa sedikit-sedikit buat video pakai powerpoint. Ya ampuuuun masih sedikit-sedikit semua yaaa. Bisa menghijaukan YOAST, eh tu kan kamu jadi kenal sama YOAST SEO. Udah banyak yang kamu pelajari tapi emang belum ada yang ekspert. Daaan ada satu lagi, bisa jadi host zoom. Hahahaha receh banget sih capaian akutuh.

Ada tambahan, punya pengalaman ketipu pembeli dan penjual. Apasih? Nggak bisa ya kita lupakan aja bagian ini. Iya, aku udah lumayan punya skill di bagian desain canva, buat video ala-ala, nulis dikit-dikit. Udah, ini dijadiin bekal aja di tahun berikutnya. Lumayan kan ada modal. Tinggal ditenananin mau yang mana.

Ya... bismillah, kamu pasti bisa. Tinggal habit keseharian nih yang perlu diubah. Eh, diperbaiki.

Habiskan buku yang udah numpuk, sebelum beli lagi yang banyak hahahah. Terus baca Al Qur'an yang agak bener, hafalan dikuatin lagi. Murojaah... yga sholihah-sholihah gitu. Perbaiki hubungan dengan Allah. Lakukan hidup sehat, healthy lifestyle, oke gaessss

Rumuskan produktif ala kamu. Tuliskan target skil yang ingin dikuasai. Capaian yang ingin didapatkan... Bismillah... ayo bismillah emaknya Nteb! Kuasai beragam skill dan jangan nanggung. Be ekspert!!! Yuuuuk semangatttt gaessssss.

Kamu tidak seburuk yang kamu pikirkan. Ingat, jangan pernah bandingkan capaianmu dengan capaian orang lain, karena proses yang kalian lakukan tidaklah sama. Do the best, lakukan yang terbaik. Masalah hasil mintalah kepada Allah. Do the best, give the best, get the best. Be the best version of you. Ingat, tidak semua orang menyukaimu tetapi bukan berarti tidak ada yang mencintaimu. Luruskan orientasi. Btw, jangan jadikan menulis sebagai target dan beban, jadikan menulis sebagi bagian dari kebiasaan. Ingat, jangan terbebani dengan apa yang akan kamu lakukan. Lakukan semua dengan ringan, biasakan...biasakan.

Terus bergerak. Meski kadang kamu akan bertanya, apa yang sudah aku berikan kepada negeri ini. Jika melihat orang lain, teman-teman lain sudha sangat bermanfaat. Sudahlah, bagus itu sebagai cambuk untuk kamu segera bergegas dan berbenah. Menjadi salah kaprah ketika hal itu menjadikanmu lemah dan terpuruk dalam rasa yang tak seharusnya.

Tegapkan badan, pandanglah hamparan bumi ini. Kamu akan memiliki titik sinar cerahnya sendiri. Tidak harus menjadi yang terbaik, tetapi lakukanlah hal paling baik yang kamu bisa. Buat standar suksesmu, buat standar produktifmu. Kamu bisa jika berusaha dan Allah mengijinkanNya.

Kamu mampu. Ubah semua mimpi dengan aksi nyata. Kamu akan melihat betapa dunia ini adalah jembatan menuju keabadian. Semuanya adalah mahar untuk memasuki pintu surgaNya. Allah bersama kamu. Seimbangkan semua, anakmu, keluargamu, mimpimu, semua butuh keadilanmu dalam bersikap dan memberikan ruang berfikir. Lakukanlah kewajiban sebagai seorang muslimah, lakukanlah tugas sebagai muslimah. Allah....Allah,
Read More

K O N F L I K

Konflik? Kadang harus diciptakan untuk menguji sesuatu. Kita tidak akan pernah benar-benar tahu seberapa keras karang kalau belum pernah membenturkan diri atau mencoba menghancurkan. Apalagi saat rasa keras, panar, pedas hanya dirasa degan indra peraba dimana masing-masing orang memiliki kepekaan yang berbeda. Setiap orang perlu untuk mencobanya. Agar pada akhirnya dia mengetahui parameter itu pas atau tidak dengannya.

Konflik. Kadang harus sengaja dicipta untuk mengeatahui suatu batasan. Batasan kasih sayang, batasan kesabaran. Meski teori mengatakan sabar tak berbatas dan beberapa mencoba mengamini nya tetap saja pada titik tertentu seseorang harus tunduk pada sebuah batas. Dalam batas itu kita akan mengetahui seberapa jauh harus melangkah. Sehingga kita dapap mengambil pelajaran di masa depan agar tidak melampauinya. Atau jangan sampai menyentuh batas limit.

Konflik. Kadang harus diciptakaan. Agar dia bisa menjadi tolok ukur beberapa hal. Reaksi pertama adalah dia. Begitu kira-kira. Segala kepanikan yang diciptakan akan memberitahukan kepada kita tentang isi yang ada di dalam seseorang. Dia bahkan bisa bereksplorasi menjadi sesuatu yang menurut orang tak mampu. Menjelma menjadi manusia yang menurut orang lain dia tidak sanggup melakukannya. Penguasaan diri terhadap sesuatu akan menjadi kunci segalanya. Butuh waktu memang untuk orang mampu menguasai diri kemudian dia menguasai keadaan. Yaps, saat konflik diciptakan akhirnya kita akan tahu sesiapa yang bisa menguasai keadaan. Dan dengan alasan serta motif apa dia memiliki kekuatan untuk menguasainya.

Konflik. Akan membuka sebuah rahasia kepada kita bahwa seseorang memiliki sesuatu di dalamnya. Seperti halnya durian, siapa sangka dibalik duri yang menakutkan tersimpan buah lemer. Atau seperti kedondong dia halus diluar tapi menyimpan sisi kasar di dalam. Ya... konflik bisa membuka banyak sekali tabir yang disembunyikan.

Lalu setelahnya? Kita akan tahu siapa kawan siapa lawan. Siapa bijak siapa tidak bijak. Siapa bisa mengambil pelajaran siapa tidak mampu mengambilnya. Sekali lagi,konflik kadang perlu sengaja diciptakan agar gambar tak selamanya harmoni. Kadang butuh warna tak selaras untuk menambah keindahan. Hanya saja bukan berarti ketidakselarasan itu boleh dilakukan berkali-kali. Shock terapi itu kadang butuh, kan?

Sesepagi sarapan dengan skenario tak sedap yang agak sengaja dilakukan. Em, anggap saja semua itu adalah jawaban atas ucapan. Aku butuh pembuktian.
Read More

Dolanmu Dalan Rejekiku #1

Yuhuu pada suatu hari, aku sedang naik mobil bersama my Djo. Di depan kami ada sebuah mobil, aduh merknya lupa. Nah, di belakang mobil itu ada tulisan. Bunyinya gini, "Dolanmu dalan rejekiku". Otomatis dong ya aku ketawa ketiwi. Idihh tu mobil depan tau aja kalau dibelakangnya ada seorang wanita yang menikah dengan agen tour and Travel Semarang. Suamiku sih bilangnya itu mobil rental. Tapi aku terlanjur mengartikan lain.

Menjadi istri dari agen tour and travel tu banyak menyisakan cerita. Iya, kalau pas banyak perginya semua B aja, kalau pas nggak kudu rada prihatin dikit. Jujur saja, sebagai anak yang dibesarkan di keluarga PNS mendapat suami yang berbisnis tu butuh banyak penyesuaian. Padahal dulu aku dengan PD bilang sama ibuk kalau aku bakal nikahin seorang pengusaha wkwkwkwk daaaan posisi belum kenal sama doi. Back to topic, penyesuaian yang aku maksud adalah ritme dalam penerimaan uang. Ibuku memiliki kebiasaan berbelanja kebutuhan rumah selama sebulan pada tanggal muda. Huum pas gajian gitu langsung cus meluncur pergi ke pasar langganan membeli semua yang dibutuhkan. Mulai dari sabun, shampo, gula, teh, beras, mi goreng, semua sudah lengkap. Sepertinya nggak ada kamus ngecer dalam hal perbelanjaan ibuku.

Tapi, setelah aku menjalani hidup dengan keluarga kecilku hal tersebut belum bisa dilakukan. Mungkin karena suamiku belum menerapkan sistim menggaji dirinya sendiri. Ini kami masih berbenah sih. Menata pengelolaan keuangan. Memisahkan antara keperluan operasional kantir, laba, dan kebutuhan pribadi. Terima uang tidak harus di awal bulan. Bisa ditengah bahkan di akhir. Kami berdua menyadari kok perlu sesegera mungkin melakukan penataan keuangan. Kalau tidak bisa berabe di masa yang akan datang. Sebagai seorang agen tour and travel, suamiku tentu memiliki impian untuk keluarganya. Mulai dari daftar tempat yang ingin dikunjungi bersama keluarga, rencana investasi, dan warisan untuk anak keturunannya.

Aku kini berstatus sebagai full mommy. Pilihan yang tidak mudah sebenarnya. Karena pihak keluarga kurang sepakat dengan apa yang aku pilih ini. Lha tapi gimana lagi aku berfikir bahwa puncak karir seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga yang sukses. Sukses membawa kebahagiaan untuk keluarganya. Jenuh, iya kadang aku merasa seperti itu. Keseharian dengan ritme yang itu-itu saja membuatku kadang merasa tak nyaman. Makanya, sekarang sedang dapat tawaran buat bantu my Djo menangani isi web dan blog. Aku udah menawarkan, aku bantu jadi freelance writer lagi atau mending aku bantu suamiku ngurus bisnisnya. Kebetulan sekarang doi nggak punya karyawan.

Eh, bentar ini tulisan kon rada nggak yang seperti aku bayangin ya wkwkwkwk. Udah kuganti kok judulnya jadi Dolanmu Dalan Rejekiku #1.
Read More

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.