Kajian Satu Paragraf Pemikiran Ki Hadjar Dewantara: Pendidikan dan Pengajaran Nasional



Ingat ya, Gaes.. ini baru mengkaji satu paragraf dari buku beliau yang berisi tiga kalimat. Tapi dijamin kalian akan menemukan sesuatu yang sangat luar biasa. Sebagai informasi, kajian ini dilakukan oleh Isnan Hidayat, M.Psi founder petakhidupan.id dalam Ngaji Ki Hadjar yang diselenggarakan Yayasan Fi Ahsani Taqwim Temanggung.

Pemikiran Ki Hadjar Dewantara baru-baru ini memang sedang hits dikalangan pendidik. Pasalnya implementasi kurkulum Merdeka Belajar konon merupakan hasil dari pengkajian yang dilakukan terhadap pemikiran beliau. Hanya saja terkadang kita terjebak pada hasil pemikiran dan pengkajian orang lain yang di ambil secara parsial. Jarang sekali atau bahkan tidak pernah mencoba mencari tahu sebenarnya pokok pikiran dari sang tokoh seperti apa sih? Kita memang lebih suka menerima hal yang instan dan sudah jadi dengan tanpa peduli sebenarnya bahan olahan pemikiran ini seperti apa lalu kita kompletasikan apakah sesuai atau tida dengan pemikiran utamanya (berasa belibet gw). 

Cukup bersyukur Allah memberikan kesempatan mengikuti kajian pemikiran ki Hadjar ini. Belajar langsung dari teksnya kemudian mencoba diterjemahkan kata per kata. Kalau disimpulkan dari kata Isnan sih, dengan mengkaji pemikiran beliau secara langsung akan membuktikan apakah termasuk para pendidik yang berkhianat kepada pemikiran Ki Hadjar Dewantara atau tidak?


MENGENAL KI HADJAR DEWANTARA

Sebelum membahas mengenai pemikiran dari beliau, para peserta pada kajian tersebut diajak untuk terlebih dahulu mengenal siapa Ki Hadjar dengan fokus mengenal transformasi aktivitas yang beliau ambil. Pada mulanya Ki Hadjar Dewantara adalah seorang aktivis sosial. Beliau yang merupakan keturunan ningrat, pada jaman itu memiliki akses untuk sekolah. Akan tetapi, KI Hajdar  muda merasa bahwa harus ada yang dilakukan untuk menyelesaikannya. 

Setelah menjadi aktivis sosial, beliau merasa bahwa perlu melakukan advokasi secara politik kepada masyarakat. Maka pada periode ini banyak terlibat aktif dalam partai politik dan memberikan kritik tajam kepada pemerintahan Belanda. Hingga akhirnya diasingkan oleh Belanda karena ketajaman tulisannya dalam memberikan kritik. Sepulang dari tempat isolasi di Belanda, Ki Hadjar Dewantara menjadi sosok yang pendiam dan lebih suka menghabiskan waktu untuk membaca atau berada di diskusi-diskusi ilmiah. Pada periode ini beliau sampai pada satu kesimpulan bahawa pendidikan adalah hal urgen yang harus diperjuangkan.

Bukan berarti kita menafikkan aktivitas lainnya, akan tetapi seluruh substansi yang ada pada aktivitas sosial atau politik tetap memiliki unsur pendidikan disana. Kalau mau lengkap boleh cek sinopsis novel Biografi Ki Hadjar di tulisan ini


KARYA KI HADJAR DEWANTARA

Beliau tidak pernah menulis buku sebagaimana orang jaman sekarang melakukannya. Bukunya merupakan kumpulan artikel. Setidaknya ada 4 (empat) buku yang merupakan kumpulan artikel dari beliau.

1. Pendidikan

Berisi gagasan dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam bidang pendidikan di antaranya tentang hal ihwal Pendidikan Nasional. Tri Pusat Pendidikan, Pendidikan KanakKanak, Pendidikan Sistem Pondok, Adab dan Etika, Pendidikan dan Kesusilaan.

2. Kebudayaan
Berisi gagasan mengenai kebudayaan dan kesenian di antaranya: Asosiasi Antara Barat dan Timur, Pembangunan Kebudayaan Nasional, Perkembangan Kebudayaan di Jaman Merdeka, Kebudayaan nasional, Kebudayaan Sifat Pribadi Bangsa, Kesenian Daerah dalam Persatuan Indonesia, Islam dan Kebudayaan, Ajaran Pancasila dan lainlain.

3. Politik dan Kemasyarakatan

Berisi gagasan mengenai dinamika politik antara tahun 1913-1922 yang menggegerkan dunia imperialis Belanda, tulisan-tulisan mengenai pergerakan wanita, pemuda, dan dan perjuangannya.

4. Riwayat Hidup

Berisi kisah kehidupan dan perjuangan hidup Ki Hadjar Dewantara.

Untuk buku ke-3 dan ke-4 sudah sangat langka karena tidak diterbitkan lagi.


KAJIAN SATU PARAGRAF

Teks asli yang akan kita bahas adalah sebagai berikut :

Pendidikan dan Pengajaran Nasional 

I. ONDERWIJS DAN PENGHIDUPAN RAKYAT. 

1. “Kekuatan rakyat itulah jumlah kekuatan tiaptiap anggauta dari rakyat itu. Segala daya upaya untuk menjunjung derajat bangsa tak akan berhasil, kalau tidak dimulai dari bawah. Sebaliknya rakyat yang sudah kuat, akan pandai melakukan segala usaha yang perlu atau berguna untuk kemakmuran negeri.”

Sebelum membahas kata per kata, ada baiknya kita mengetahui glosarium yang merupakan pemikiran otentik Ki Hadjar Dewantara

1. Pendidikan : segala sesuatu yang dilaksanakan untuk mencapai kondisi kemerdekaan batin 

2. Pengajaran : segala sesuatu yang dilaksanakan untuk mencapai kondisi kemerdekaan lahir

 3. Onderwijs : pendidikan (terjemah bahasa Belanda) 

4. Penghidupan rakyat : berbagai usaha yang diperlukan untuk dapat membuat seseorang hidup dengan layak, dapat berarti secara teknis berupa mata pencaharian, pekerjaan, maupun aktivitas vocationaloccupational (misal dalam potongan UUD 1945 “penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”).

Dari glosarium di atas kita dapat melihat bahwa Ki Hadjar Dewantara telah menyiapkan perangkat berbeda untuk menuju kemerdekaan lahir dan kemerdekaan batin. Perlu menjadi evaluasi bagi seluruh pendidik atau pemimpin lembaha pendidika mengenai apa yang selama ini sudah kita lakukan. Jangan-jangan apa-apa yang sekarang kita lakukan masih sebatas pengajaran. Apabila benar-benar melakukan pendidikan kepada peserta didik maka saat  ini akan disibukkan dengan evaluasi dalam rangka mengecek ketercapaian kemerdekaan batin. Akan merasa gelisah karena bertanya-tanya apakah peserta didik sudah merasa merdeka batinnya. 

Okay, mari mulai membahas kalimat demi kalimat.

Pertama,  Kekuatan rakyat itulah jumlah kekuatan tiaptiap anggauta dari rakyat itu

Rakyat yang dimaksudkan disini adalah membicarakan mengenai masyarakat yang ada di sekitar lembaga pendidikan. Seharusnya kelahiran sebuah lembaga pendidikan adalah sebuah upaya untuk dapat menyelesaikan masalah yang ada pada masyarakat sekitar lembaga tersebut berdiri. Memetakan potensi baik peserta didik, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar. Lembaga pendidikan harus tumbuh subur bersama dengan masyarakat sekitarnya. Anak didik tidak kita keluarkan dari lingkungan masyarakatnya akan tetapi biarkan dia berbaur dengan masyarakat. Dalam konsep Ki Hadjar tidak ada anak yang kita masukkan ke dalam laboratorium "sholih" baru kemudian setelah jadi produknya kita sebar ke masyarakat. Bisa jadi dengan model memasukkan anak ke dalam laboratorium ini akan membuat mereka sempurna tetapi tercabut dari akar sosialnya.

Kedua, Segala daya upaya untuk menjunjung derajat bangsa tak akan berhasil, kalau tidak dimulai dari bawah

Dari bawah maksudnya adalah masyarakat dan peserta didik. Segala daya dan upaya dalam proses pendidikan tidak akan berhasil apabila tidak dimulai dari permasalahan yang dihadapi masyarakat, peserta didik, orang tua. Ketiga komponen ini pasti memiliki potensi, masalah, dan juga harapan. Hal-hal tersebut kemudian yang akan digunakan dalam menyusun kurikulum dan strategi pembelajaran. Bukan hanya sekadar menerima kebijakan dari atas kemudian dilakukan selama beberapa kurun waktu dan memberikan feedback. Maka, jika ingin mendirikan sebuah sekolah atau membuat kurikulum bukan membreakdown dari apa yang sudah ada. Melainkan, menyebarlah dan berbaurlah ke segala penjuru masyarakat (Orang tua wali dan tokoh masyarakat) kemudian berkumpul dan mendiskusikan apa saja temuan yang didapatkan baru kemudian dirumuskan. Ini bukan hanya sekadar sub bagian kearifan lokal akan tetapi kearifan lokal menjadi bintang dalam pembuatan kurikulum. 

Setiap lembaga pendidikan perlu melakukan pengecekan dan melihat data alumni sekolah sejaka awal berdiri sampai saat ini. Bagaimana profilingnya sekarang. Pastikan ada data mengenai biodata siswa, nama orang tua, raport, hasil tes psikologi, prestasi yang dicapai, permasalahan yang dihadapi, lalu kondisi eksisting sekarang. Catatan ini dapat menjadi bagian dari inspirasi dalam menyusun kurikulum di sekolah.

Ketiga, Sebaliknya rakyat yang sudah kuat, akan pandai melakukan segala usaha yang perlu atau berguna untuk kemakmuran negeri

Pengawalan data yang dilakukan akan melahirkan standart treatment bagi anak-anak. Saat masyarakat sudah terdidik dengan baik, merdeka lahir dan batinnya maka dia akan melakukan banyak hal untuk Indonesia.


PEMAKNAAN FILOSOFIS

1. Keberhasilan pendidikan tidak dapat dilihat sebagai keberhasilan individu, tetapi terciptanya kekuatan rakyat secara kolektif. Seorang siswa dianggap sebagai siswa teladan apabila dia sudah dapat memenangkan diri secara kolektif. Misalnya, pada jenjang PAUD, pendidikan dianggap berhasil jika anak tersebut mau berbagi. 

2. Bukanlah sebuah kesuksesan jika seorang yang dididik tidak memiliki kepekaan sosial. Untuk apa dia bagus secara akademik tetapi tidak memiliki kepedulian untuk mengangkat yang ada di kiri dan kanannya. Contoh praktis adalah dengan mendeteksi potensi yang dimiliki oleh peserta didik kemudian di korespondensikan satu-satu dengan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Sehingga nanti akan kita temukan data anak dengan potensi apa akan menyelesaikan masalah apa di masa depan. Dengan pendidikan dalam konsep Ki Hadjar Dewantara, anak akan semakin kuat seiring dengan pertumbuhan dari masyarakat sekitarnya. Kehadiran lembaga pendidikan adalah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh lingkungan sekitarnya.

3. Kekuatan rakyat yang dituju oleh pendidikan ini bersifat kolektif sehingga dalam standar proses pendidikan-nya pun nilai-nilai inklusivitas, kolaborasi, & kebersamaan sangat penting untuk menjadi acuan. Salah satu bentuk kegagalan paling berbahaya dalam proses pendidikan adalah kemunculan ketimpangan kondisi peserta didik karena adanya proses pembiaran & pengabaian.  Bahwa kesuksesan pencapaian individu atau kelompok yang berada di atas ambang kondisi ketimpangan suatu saat akan menciptakan masalah yang sangat besar di kelak kemudian hari, disadari atau tidak disadari. Terkadang kita dihadapka atas dua pilihan keadaan. Si A akademik di atas rata-rata tetapi tidak bisa berbagi/cuek dengan sekitarnya atau memilih si B yang secara akademik biasa tetapi memiliki empati yang tinggi dan suka berbagi. Sebagian besar guru pasti tidak akan mengkhawatirkan si A karena dia cerdas, dan berfikir bahwa suatu saat nanti semakin besar dia akan belajar untuk berempati. Padahal ini adalah bibit-bibit awal untuk lahirnya anak yang tidak mampu berkolaborasi dan bekerjasama. Hari ini kita menemui semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang malah semakin lebar gap antara dia denan rakyatnya.

4. Salah satu ciri khas yang paling natural dari konsep pendidikan di Indonesia adalah perhatian dan keberpihakannya kepada grass-root movement yang senantiasa mengakomodasi bottom-up processing. Grass-root movement dapat diartikan sebagai sebuah proses pergerakan yang mandiri, bersifat kultural, dan tidak tergantung dengan regulasi atau struktur baku dalam pencapaian tujuan bersamanya. Bottom-up processing adalah sebuah proses sosial dalam mengakomodasi profil kondisi setiap individu, memetakan kebutuhan berdasarkan profil kondisi tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana strategis yang didasarkan atas peta kebutuhan yang riil.

5. Salah satu fungsi pokok dari pendidikan nasional adalah penguatan dan pencerdasan bangsa bagi setiap warga negara. Penguatan diartikan sebagai daya-kekuatan untuk melaksanakan kewajiban, membangun masyarakat, dan memperbaiki keadaan (keluasan – kedalaman – ketinggian). Pencerdasan diartikan sebagai kapasitas dalam menentukan arah pergerakan, pembangunan, dan perbaikan kondisi berdasarkan prioritas kebutuhan yang dihadapi.

6. Kekuatan dan kecerdasan dari rakyat semesta adalah rahim bagi kelahiran pribadi pemimpin, kebijaksanaan sistem kepemimpinan, dan kebermanfaatan program pembangunan masyarakat. Salah satu keniscayaan dalam usaha untuk mengisi kemerdekaan NKRI adalah yang paling penting adalah adanya proses penguatan berupa keberpihakan pada people development dan proses pencerdasan berupa keberpihakan pada dukungan untuk bercita-cita. Seluruh usaha pencerdasan dan penguatan melalui pendidikan harus dilakukan secara berintegritas untuk advokasi kepentingan rakyat

 

REKOMENDASI IMPLEMENTASI

1. Salah satu model pembelajaran yang sangat penting untuk dikenalkan pada setiap lembaga pendidikan adalah berupa problem-based learning & project-based learning yang menginteraksikan peserta didik langsung dengan problem riil di masyarakat. Hal ini dilakukan dalam usaha menghindari  mencabut peserta didik dari akar sosial-masyarakatnya

2. Perlunya pengembangan sistem pelaporan (rapor) yang di satu sisi mampu menunjukkan prestasi dan pencapaian peserta didik namun di sisi lain tetap perlu mengapresiasi proses yang dilalui sepanjang jenjang pendidikan. 

3. Substansi program pendidikan inklusi perlu terus dikampanyekan tidak hanya spesifik dalam hal penanganan ABK tetapi juga terkait kolaborasi lintas elemen, penghargaan terhadap perbedaan, dan kampanye anti-bullying yang sangat serius.

4. Setiap pihak dalam lembaga pendidikan perlu memberikan dukungan, advokasi, dan perlindungan terhadap pergerakan & dinamika yang muncul secara alamiah untuk memajukan & memperbaiki kondisi lembaga 

5. Salah satu kompetensi paling pokok yang perlu dikembangkan dalam pengelolaan lembaga pendidikan adalah listening skill yang diperlukan dalam menangkap berbagai pertanda, pola-pola keluhan, dan peta permasalahan guna dicarikan solusinya.

6. Setiap lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menyusun profil peserta didik, pemetaan potensi & kelemahan, dan perencanaan program strategis dalam pengelolaan SDM

7. Diperlukannya proses capacity building yang sangat serius bagi seluruh pendidik untuk bisa menguasai coaching skill dalam mendampingi peserta didik menentukan cita-cita dan arah pengembangan dirinya. 

8. Masa-masa kelas XII SMTA merupakan sebuah momentum sekaligus check-point bagi kematangan diri peserta didik. Ini adalah masa yang penting untuk mengecek kualitas dari proposal hidup & rencana program pengembangan diri. Seminimalnya setiap peserta didik di tahapan ini telah memiliki sebuah life mapping yang berisi apa – mengapa – kapan – dengan cara apa – dibantu oleh siapa dalam perumusan cita-citanya. Ingat pada akhir kelas XII ini bukan sebagai awal peserta didik membuat  tujuan hidup, tetapi tahap memastikan kematangan mereka. Setiap lembaga pendidikan harus memastikan peserta didik memiliki cita-cita yang ingin diraih. Untuk apa anak cerdas secara akademik, hafalan Al Qur'an mantap, akhaq bagus, tetapi mereka tidak memiliki cita-cita. Menurut penelitian di Chili selama 13 tahun dengan object anak SD ditemukan bahwa mereka yang akhirnya sukses bukan yang memiliki akademin bagus, melainkan anak-anak yang memiliki cita-cita kemudian mereka gigih untuk mewujudkannya.            

8. Salah satu tolok ukur kualitas dari lembaga pendidikan adalah sejauh mana keberpihakannya pada proses people development

9. Setiap lembaga pendidikan perlu mengembangkan added value yang unik, spesifik, dan tepat sasaran berdasarkan sintesis antara profil kondisi peserta didik yang dimiliki dengan visi lembaga. 

10. Salah satu usaha serius yang perlu dilakukan oleh setiap lembaga guna mengevaluasi kinerjanya adalah dengan melakukan proses tracer study alumni yang berusaha mengumpulkan feedback, evaluasi, testimoni, sekaligus rekomendasi pengembangan dari alumni.

  

Demikian kajian satu paragraf pemikiran Ki Hadjar Dewantara, semoga di lain kesempatan dapat menuliskan ulang hasil kajian paragraf berikutnya dari Kak Isnan hihi. Ga mau mengkaji sendiri? Semoga suatu hari nanti dimampukan melakukannya. Katanya yang penting khatam dulu baca bukunya lalu nanti biarkan Allah memberikan rizki untuk memahami maknanya.                                                            

Read More

Kriteria Pengambil Kebijakan

Dalam sebuah teori pengelolaan organisasi didapati sebuah Piramida, dimana Piramida tertinggi adalah pengambil kebijakan dari organisasi tersebut. Apa arti kebijakan? Kebijakan merupakan konsep dan asas yang akan dijadikan pedoman serta dasar dalam menyusun rencana, kepemimpinan, dan cara bertindak. Kebijakan bersifat teoritis sedangkan keputusan bersifat praktis. Harapannya para pengambil keputusan telah melakukan kajian mendalam sehingga keputusannya tidak melenceng dari kebijakan yang sudah disusun.

Posisi pengambil kebijakan ini sangat urgen baik di pemerintahan, organisasi nirlaba, perusahaan, dan sektor lainnya. Tidak semua orang dapat menjadi bagian dari pengambil kebijakan. Biasanya ada prasyarat tertentu dalam pengambilan kebijakan tersebut. Adapun syarat atau kriteria Pengambil Kebijakan adalah sebagai berikut :

1. Memiliki wawasan yang luas
Wawasan yang dimiliki seseorang akan membantu orang tersebut untuk berpikir lebih luas. Karena dengan pengetahuanya tersebut dia dapat menghubungkan sebab akibat yang dapat dipertanggungjawabkan.

2. Dapat berfikir analitis
Seorang pengambil kebijakan sebaiknya memiliki cara berfikir yang analitis dimana dia selalu mengedepankan data dan fakta bukan prasangka.

3. Bersikap Adil
Jangan sampai karena rasa benci atau tidak suka dengan orang lain membuat kita tidak adil kepadanya. Akan sangat berbahaya apabila pengambil kebijakan memiliki tendensi tertentu kepada orang lain. 

5. Visioner
Memandang jauh kedepan dan dapat membayangkan kondisi dari keputusan yang sekarang di ambil adalah hal yang tepat. Seorang pengambil kebijakan sebaiknya memiliki target dan rencana strategis. 

6. Memiliki Kemampuan berfikir Strategis
Jangan sampai pengambil kebijakan terjebak dalam hal teknis. Tugas mereka adalah menyusun semua hal yang terjadi, kemudian di analisis untuk mengetahui pengembangan pegawai/karyawan. 

Karena sudah malam hihi, enam dulu yaaa...kalau besok pagi ada ide yang muncul akan ditambahkan. Atau ada yang mau menambahkan masih terbuka pintu komen untuk kalian semua. 
Read More

Hal Apa Saja Yang Dapat Memunculkan Ide Menulis



Terkadang kita merasa buntu saat akan menulis. Padahal saat melakukan hal lain banyak sekali kata-kata yang sedang menari. Giliran berhadapan dengan keyboard kata-kata yang tadi habis nari itu pergi begitu saja. Sumbatan dalam menciptakan kalimat biasanya terjadi karena suasana yang tidak mendukung. Sebenarnya mau bilang, perasaan stress yang diam-diam menyusup dengan halus itu tak terasa sudah menghambat daya cipta kata kita.

Nah, berikut ini adalah hal yang dapat dilakukan untuk memunculkan ide menulis


1. Buatlah Bank Ide

Karena ide itu kadang seperti jailangkung, yang datang tidak diundang dan pergi tidak diantar maka cobalah ikat dengan menulisnya. Tuliskan dalam sebuah buku kecil atau bisa juga di smartphone kita. Kapanpun ada kalimat atau suatu hikmah yang dapat dibahas segera tulis di bank ide tersebut. Celakanya, jika jarak antara ide dengan menuliskan di bank ide membuat ide kita hilang wkwkwk. Aku sering lo seperti itu, sudah siapin buku buat nulis ide, pas ide datang terus mau nulis udah ilang aja itu ide. Tapi, langkah ini juga cukup efektif untuk diterapkan. Agar terdokumentasikan.


2. Perbanyak Membaca

Menulis dan membaca adalah pasangan yang tidak akan pernah dapat dipisahkan. Seorang penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Tetapi, seorang pembaca yang baik belum tentu seorang penulis. Dengan banyak membaca akan memperkaya kosakata. Sehingga, tulisan kita tidak monoton. Pernah sih sesekali iseng mau nyoba buat buku, alhasil kepentok, soalnya bacaan yang kurang sehingga pengembangan kalimat tidak asik banget


3. Coba Lihatlah Sekitar 

Sebenarnya, ide tulisan itu bertebaran di sekitar kita, hanya saja kita tidak menyadari. Aliran air, hembusan angin, kicau burung, aroma embun pagi, ibu marah, anak kecil terjatuh, macet, warna langit, petumbuhan tanaman, dan masih banyak lagi adalah hal yang bisa dikembangkan untuk membuat tulisan.


4. Gunakan Smartphone dengan smart

Benda kecil agak tidak mungil ini pasti telah dimiliki banyak orang tetapi, tidak banyak yang dapat menggunakannya dengan baik. kehadirannya membuat kita tidak memiliki sekat dengan berbagai macam informasi dan pengetahuan. Semua bergantung dari penggunaan. Misal nih, kita sudah meliahat warna langit terus coba gunakan smartphone untuk mencari mengapa warna langit merah, biru, dan terkadang gelap? Jadi, sebenarnya smartphone ini dapat membantu kita dalam mengembangkan ide tulisan di saat buntu. Setelah membaca cobalah ramu dengan kalimat sendiri sesuai dengan pemahaman yang didapatkan. Tapi apa sumber refrensi itu valid? Kalau kalian tim yang belum percaya dengan artikel di blog orang lain, coba cari jurnal penelitian atau buku dalam bentuk PDF. Lalu bacalah. Lah! kembali kepada baca ya wkwkwk.


5. Mencari suasana menyenangkan

Suasana menyenangkan antara satu orang dengan orang lain pasti berbeda. Ada yang menjadikan rebahan sebagai suasana menyenangkan, jalan-jalan, makan-makan, baca buku seharian, masak-masak, dan lain-lain. Melakukan aktivitas yang menaikkan mood booster biasanya dapat memperlancar ide tulisan.


6. Melihat Film

Banyak sekali aplikasi yang memudahkan kita melihat film atau webseries. Biasanya ada kejadian menarik atau pengetahuan baru yang kita dapatkan. Bukan hanya tilisan fiksi, tulisan non fiksi pun dapat kita lahirkan setelah melihat film yang kita sukai.


7. Ingatlah untuk apa kalian menulis

Bagian ini juga bisa menjadi ide tulisan lo. Untuk memecah kebuntuan, kita butul "palu". Nah, menulis alasan untuk apa kalian menulis bisa menjadi jalan pemecah itu. Bukan hanya sebagai pemecah tetapi juga pengingat dan penguat. Setiap melakukan sesuatu pasti ada alasan yang menyertai. Pasti ada misi suci dari setiap perbuatan yang kita lakukan. Ada kebutuhan yang harus kita penuhi dari tindakan-tindakan. Mungkin, ada yang ingin menyebarkan kebaikan melalui tulisan, ada yang ingin menjadika menulis sebagai sarana upgrade diri, mencari eksistensi atau lainnya. Cobalah ingat kembali, untuk apa kalian menulis


Yakinlah, banyak sekali ide bertebaran di sekitar kita. Bacalah! Baca situasi, suasana, lalu gambarkanlah melalui kata agar dunia mengetahui nilai hidup yang kamu yakini. Semangat mengeja aksara!

Read More

Adab dan Manfaat Berinteraksi Dengan Al Qur'an



Seorang Ilmuan di Universitas Al Azhar Kairo Mesi melakukan penelitian mengenai dampak membaca Al Qur'an bagi kecerdasan otak. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa membaca Al Qur'an setelah Subuh dan maghrib dapat meningkatkan kecerdasan otak sebesar 80%.  Hal ini karena pada saat pergantian waktu dari malam ke siang atau sebaliknya kita melakukan tiga aktivitas sekaligus yaitu, membaca, melihat, dan mendengar. Abdul Malik Bin Umair mengatakan bahwa satu-satunya manusia yang tidak tua (awet muda) dan tidak pelupa adalah orang yang selalu membaca Al Qur'an. Beliau juga menyampaikan bahwa manusia yang paling jernih akalnya adalah para pembaca AL Qur'an.


Ingin Membaca Al Qur'an tetapi belum Lancar

Beberapa di antara kita pasti ada yang beralasan jika kita masih belum lancar dalam membaca Al Qur'an. Masih terbata-bata. Hal ini tidaklah seharusnya menjadi alasan bagi kita untuk tidak membaca Al Qur'an. Rasulullah SAW bersabda:

"Dan Orang yang membaca Al Qur'an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya maka ia akan mendapatkan dua pahala." (HR Bukhari Muslim)

Dua pahala yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah pahala belajar dan membaca Al Qur'an. Tidak perlu takut jika kita salah membaca Al Qur'an. Yang terpenting kita selalu berusaha untuk membaca dan memperbaiki bacaan Al Qur'an kita. Dan pastikan kita memperhatikan adab dalam berinteraksi dengan Al Qur'an.


Adab Berinteraksi Al Qur'an



Adab Sebelum Membaca Al Qur'an

1. Niat yang Baik (Husnun Niyyah)

Saat akan membaca Al Qur'an niatkanlah untuk mendapatkan Ridha Allah. Bukan karena ingin mendapatkan dunia atau pujian dari manusia. Karena Allah tidak menyukai seseorang yang beramal sedangkan ada riya' dalam hatinya.

2. Membersihkan hati dan Jasad (Thaharul Qalbi Wal Jasadi)

Sebagaimana pada poin pertama, agar sebelum membaca Al Qur'an sudah dibersihkan terlebih dahulu kotoran yang menempel pada hati. Salah satunya adalah kesombongan. Apa itu kesombongan? Kesombongan adalah merasa hebat dan menolah kebenaran setelah meremehkan orang lain. Rasulullah bersabda :

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

"Sombong adalah menolah kebenaran dan meremehkan orang lain." (HR. Muslim)

Jika membersikan jasad atau badan adalah dengan memastikan bahwa kita dalam keadaan suci. Pastikan memiliki wudhu sebelum membaca Al Qur'an. Pakaian yang kita gunakan juga bersih, tempat juga dipastikan tidak bernajis. Nah, kalau membersihkan hati dengan banyak membaca istighfar.


Adab Mulai Membaca Al Qur'an

1. Membaca Taawudz

Allah berfirman dalan surat An Nahl: 98

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

2. Membaca Basmallah

Sebelum membaca Al Qur'an bacalah basmallah terlebih dahulu. Kecuali untuk surat At Taubah. Ada dua alasan mengapa membaca surat ini tidak diperkenankan membaca basmalah

Pertama, pemahaman para sahabat mengenai yang disampaikan oleh Rasulullah. 

Usman berkata bahwa saat Rasulullah mendapatkan wahyu akan memerintahkan para sahabat untuk meletakkan ayat tersebut dimana. Al Anfal adalah surat yang turun sebelum surat At Taubah dan isinya hampir sama. Maka para sahabat mengira bahwa At Taubah adalah bagian dan Al Anfal, hingga Rasulullah wafat tidak menjelaskan bahwa At Taubah bagian dari Al Anfal

Kedua, adanya perbedaan konten basmallah dan At Taubah.

Bismillahirrahmanirrahim isinya membawa kedamaian, membawa pesan atas rahmat Allah, dan keamanan. Sedangkan dalam surat At Taubah turun dengan membawa syariat perang terhadap kaum musyrikin. Tidak ada kedamaian disana

Adab Saat Membaca Al Qur'an

1. Hadirkan Pikiran Bersama Al Qur'an

Saat kita membaca Al Qur'an sebaiknya memastikan pikiran kita fokus bersama dengan Al Qur'an. Sambil memikirkan apa yang sedang kita baca. Jika belum mengetahui artinya bisa sambil membaca arti dalam bacaan tersebut. Sehingga apa yang kita baca mendapatkan pelajaran dari bacaan tersebut.


كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang penuh dengan berkah, Kami turunkan kepadamu supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad, 38: 29)

2. Dengan Hati Yang Khusyu

Membaca dengan khusyu' artinya kita membaca dengan penuh ketenangan. Jangan tergesa-gesa saat membacanya. Tenanglah dan bacalah dengan penuh ketundukan kepada Allah

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat,” (QS. Al-A‘raf [7]: 204)

3. Disertai dengan pengaguman

إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّ‌حْمَـٰنِ خَرُّ‌وا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

“Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. “(QS. Maryam,[19: 58)

Rasulullah bersabda

“Bacalah Al-Qur’an dan menangislah. Apabila kamu tidak bisa menangis, maka berpura-puralah menangis.” (HR. Ibnu Majah)

4. Bertekad untuk melaksanakan

Ibnu Katsir berkata: “Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengabarkan keadaan hamba-hamba-Nya yang mukmin yaitu mereka yang membaca kitab-Nya, beriman dengannya, dan beramal sesuai dengan yang diperintahkan seperti mengerjakan shalat dan menunaikan zakat.”

Manfaat Berinteraksi Dengan Al Qur'an

Setelah kita menggunakan adab dalam berinteraksi dengan Al Qur'an maka ada beberapa manfaat yang akan didapat saat senantiasa berinteraksi dengannya.

1. Setiap huruf yang dibaca akan mendapatkan satu kebaikan

  عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ  

‘Abdullah ibn Mas‘ud berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).

2. Malaikat memohonkan ampun baginya

Rasulullah bersabda :

Ketika seorang hamba mengkhatamkan Al-Qur’an, maka di penghujung khatamnya, sebanyak 60 ribu malaikat akan memohonkan ampun untuknya” (HR. ad-Dailami).

3. Mendapatkan syafaat di hari kiamat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacalah Al-Qur’an. Sebab, ia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik (pembaca, pengamal)-nya,” (HR. Ahmad).

4. Menjadi Keluarga dan Kepercayaan Allah

Rasulullah SAW yang berkata “Ahli Al-Quran adalah keluarga dan kepercayaan Allah”. 

5. Menjadi dekat dengan Allah

membaca Al-Quran kita dapat menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Seperti yang terdapat dalam sabda berikut!

Ahmad bin Hanbal berkata, “Saya bermimpi melihat Allah Azza wa Jalla. Saya bertanya, ‘Ya Tuhanku, apakah cara yang paling utama bagi seseorang untuk mendekat kepada-Mu?’ Dia menjawab, ‘Dengan kalam-Ku, wahai Ahmad.’ Saya bertanya lagi, ‘Ya Tuhanku, apakah dengan memahaminya atau tanpa memahaminya?’ Dia menjawab, ‘Dengan memahaminya ataupun tanpa memahaminya.”

6. Menjadi obat saat sakit

Sakit disini bukan hanya sakit secara fisik tetapi juga secara psikis. Seorang ilmuan di Florida telah melakukan penelitian dengan dibantu alat elektronik yang menunjang. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa seseorang yang diperdengarkan Al Qur'an dia akan menjadi lebih tenang. Jadi, bagi kalian yang galau cobalah baca Al Qur'an sesuai dengan adab membacanya. Maka akan menjadi lebih tenang. Secara fisik juga dapat membantu menyembuhkan. Meskipun demikin tetap harus disertai dengan ikhtiyar mencari kesembuhan melalui dokter.


Tulisan ini akan disampaikan dalam kajian muslimah di SMA N 1 Pringsurat Temanggung.

Read More

Serba Serbi Blogging



 Sebagai seorang yang sedang ingin mempelajari dunia blogging perlu rasanya membahas hal yang berkaitan dengannya. Awalnya ingin sekali mengikuti kelas nge-blog atau mencari komunitas blogger, tetapi belum menemukan. Giliran menemukan kelewat masa pendaftarannya. Makanya membuat komunitas cah nge-blog bersama beberapa teman. Tapi isinya benar-benar orang yang sedang akan belajar di dunia blogging. Sama seperti aku, meskipun usia blog ini sudah dapat dibilang beranjak dewasa tetapi sebenarnya belum dikelola dengan baik. Perlu banyak belajar agar lebih optimal dan bermanfaat.

Baik, setelah paragraf pembukan yang tidak nyambung malah lebih ke curhat wkwk, dalam tulisan ini akan mengupas segala macam mengenai blog. Sebenarnya ini macam catatan belajarnya aku aja sih hihi.  Nanti kalau ada hal yang dirasa perlu dicantumkan boleh komen yak.


Pengertian Blogging

Dalam kelas yang dilakukan oleh ODOP pada angkatan ke-9 nya ada materi yang membahas mengenai blogging. Mbak Marita, selaku pemateri menyampaikan bahwa blog hampir mirip dengan website, tetapi biasanya lebih personal karena dikelola secara pribadi. Sedangkan blogging merupakan aktivitas yang berkaitan dengan blog, mengisi blog dengan tulisan yang dibuat oleh pemilik blog


Memilih Platform Blog

Apa itu platform blog? Platform blog adalah perangkan lunak yang biasa digunakan untuk membuat blog sehingga dadapat mempublikasikan konten secara online. Platform blog ini sangat banyak sekali ada blogspot, wordpress, Tumblr, dll. Nah, pas searching mengenai platform blogging, nemu nih sejarahnya (ternyata adaa🤭).


Dari sumber yang kudapat disebutkan bahwa platform blogging pertama itu Links.net yang lahir pada tahun 1994 dibidani oleh Justin Hall seorang mahasiswa Swarthmore College. Doi menggunakan links.net ini sebagai tempat curhat, dia ceritakan apa yang ada dalam pikirannya. Tahun 1997, eh mendekati nding...John Barger menggunakan istilah weblog untuk tempat menulis online tersebut. Si John merupakan blogger pertama dan pencipta editor robot wisdom. Dua tahun kemudian seorang programmer yang bernama Peter Merholz menyingkat istilah menjadi blog aja.

Tahun 1998, Bruce Ableson meluncurkan platform blogging pertama yang paling populer yaitu, Open Diary. Jadi, di platform ini orang dapat membaca buku harian masing-masing dan memberikan komentar. Fungsinya sebagai komunitas jurnal online.

Nah, di tahun 1999 platform blogging terbesar lahir dan masih ada sampai detik ini. Salah satunya adalah blogger yang bisa juga disebut blogspot hihi. Pendirinya tu sebuah perusahaan yang bernama Pura Labs yang didirikan oleh Brad Fitzpatrick dan Xanga.

Tahun 2000an mulai lebih banyak lagi platform yang bermunculan. TypeLad dan Wordpress mulai banyak digunakan, keduanya diluncurkan pada tahun 2003. Pada era ini blog menjadi sagatynaik daun. Banyak muncul blog-blog dengan tema khusus. Misal membahas tentang politik, kesehatan, dan lain-lain. Dari tahun ke tahun pula keberadaannya semakin memudahkan. Tidak seperti awal mula kemunculannya, saat ini untuk membuat sebuah blog cukup melakukan instalasi saja, tidak perlu melakukan coding secara manual. 

Seiring berjalannya zaman, muncul pula platform yang biasa kita sebut dengan aplikasi menulis online semisal wattpad, flizzo, KBM, novelme dan sejenisnya itu juga termasuk dalam platform blogging. 

Lebih canggih lagi, saat ini platform blogging juga dapat di install di android. Jadi, buat kalian yang mau iseng-iseng menulis menjadi lebih gampang dengan adanya aplikasi tersebut. Semuanya bisa di download melalui plyastore secara gratis. Kalau yang ada di smart phone ku ada lima (kok banyak sih ternyata 😂) blogway, wordpress, Tumblr, KBM, dan Flizzo. 


Tips Memilih Platform

Nah, setelah mengetahui betapa banyaknya platform blogging, terus kita harus milih mana dong? Mana aja sih wkwkw tergantung kebutuhan dan nantinya mau buat apa. Ini kalau kata aku yaaa. 

Blogger itu cocok banget digunakan oleh pemula karena gampang dalam penggunaannya. Buat yang ingin untuk kepentingan pribadi ini cocok banget. Soalnya pas kita mau mengubah menjadi TLD juga tidak perlu membayar hosting. Jadi lebih murah. Meski, untuk utak-atik lebihnya agak ribet sih. 

Misal mau digunakan untuk bisnis yang lebih keliatan bonafit bisa tuh pakai wordpress, soalnya disana disediakan banyak plugin yang bakal membantu. Jangan salah, banyak website universitas atau perusahaan menggunakan platform ini. Secara utak-atik lebih mudah. Sepertinya itu deh yang sering banget dipakai sama blogger. Eh, apa aku aja yang kudet 🐥


Jadi, intinya pilih platform sesuai dengan kebutuhan. 


Manfaat Blogging

Banyak banget ini keuntungannya...coba aku list ya.

1. Sebagai sarana menyalurkan isi kepala dan perasaan. 

Apa saja yang mengganggu pikiran dan hati bisa dituangkan dalam tulisan di blog. Siapa tau kan hikmah yang kita dapatkan bisa memberikan insight buat orang lain

2. Menebar kebaikan. 

Nah, blog juga dapat digunakan sebagai sarana menebar kebaikan. Memberikan tulisan yang berupa nasihat. Kalau kata seseorang mah, peribadatan pena. Kita bisa beribadah menggunakan tulisan

3. Tempat menyimpan karya

Bahasa kerennya bisa digunakan sebagai portofolio kita gitu. Buat yang hobi nulis apa saja bisa banget langsung ditulis di blog. Semua pasti terbit hihi. Bisa puisi, cerpen, novel, curhat biasa, materi kajian, dan lain-lain.  Banyak loh, penulis terkenal yang awalnya nulis di blog. 

4. Bisa menghasilkan uang. 

Buat kalian yang pengunjungnya minimal 100 orang per hari beranilah buat mendaftar ke adsense. Nanti macam ditransfer gitu dari google. Kalau blog ini, sekarang belum bisa menghasilkan uang wkwkwk. Ya gimana mau daftar wong nulisnya aja mengikuti arah angin. Kalau mau menghasilkan emang kudu konsisten. 

Selain lewat adsense bisa juga melalui review produk. Biasanya ada produk -produk tertentu yang butuh review untuk meningkatkan penjualan. Ada juga jasa backlink. Ih... tentang ini nanti dibahas di artikel tersendiri aja ah. 


Tips Blogging

Tips ini nggak berdasarkan true story aku ya, tapi berdasarkan pengamatan dan pengalaman beberapa orang. Mereka yang sukses di dunia blogging biasanya itu

1. Konsisten dalam menulis

Ini adalah ujian terberat bagi orang moodian. Terkadang butuh sebuah paksaan untuk menulis dengan konsisten. Makanya, saranku nih, carilah komunitas atau teman yang dapat memaksa kita untuk konsisten menulis 

2. Memiliki waktu khusus untuk update 

Kalau ini bagian dari kita belajar konsisten. Sebagai awalan bukan jumlah kata yang menjadi patokan tetapi waktu khusus yang perlu disediakan. Coba mulai menjadwalkan di setiap pukul berapa kita akan menulis, coba lakukan selama 40 hari. Konon dalam ilmu psikologi rentang waktu ini akan menjadikan kebiasaan sebagai sebuah karakter.

3. Memiliki monthly planning 

Nah, penting banget nih bagi para blogger untuk memiliki planning atau rencana update blog. Mulai dari tema, garis besar isi dan kapan akan di update. Bagi yang suka kerapian wkwkwk cara ini sangat efektif. 

4. Memiliki tema/niche khusus 

Disarankan bagi kalian yang sedang membangun blog untuk menentukan tema blog mau apa. Ini tentu disesuaikan dengan hobi atau kesukaan atau passion yang dimiliki. Contoh niche blog antara lain kesehatan, fashion, entertaiment, traveling, food, atau yang campur-campur seperti blog ini (lifestyle)

5. Pilih tema yang responsif dan SEO Friendly

Hal ini akan memberikan kemudahan bagi orang-orang untuk menemukan tulisan kita.


Baik segini dulu, tulisan yang tertunda beberapa hari karena panjangnya alasan hihi. Sekali lagi jika ada yang rasanya perlu dibahas boleh disampaikan yaaa.








 

Read More

Semua Tentang Money Politic


 

Fatwa ditetapkan berdasarkan masa, tempat, dan pribadi yang memfatwakan


Indonesia merupakan sebuah negara demokrasi dimana Pemilihan Umum dan pemilihan kepala daerah menjadi salah satu tanda dari pelaksanaan demokrasi tersebut. Dari akar katanya demokrasi berasal dari kata demos (rakyat) dan kratos (kratos). Secara singkat demokrasi ingin menjadikan kehendak rakyat sebagai kekuasaan tertinggi dalam mengatur masalah negara. Maka dari itu, memilih wakil yang akan menyuarakan dan mewujudkan keinginan rakyat adalah sebuah kepastian. Akan tetapi, proses dari pemilihan wakil menjadi terciderai karena beragam kepentingan individu maupun golongan. Suara rakyat yang murni dan asli menjadi terkaburkan karena praktek "kotor" yang dilakukan oleh para calon wakil rakyat tersebut. Adanya keinginan untuk menang dan menjadi wakil rakyat menghalalkan segala cara, salah satunya adalah money politic

Pengertian Money Politic

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) money politic adalah uang sogok. Pada prakteknya money politic selalu mengatasnamakan kepentingan rakyat, padahal sebenarnya hanya untuk kepentingan pribadi atau partai politiknya. Setiap perbuatan yang menggunakan transaksi baik uang maupun barang untuk mendapatkan jabatan/pengambilan kebijakan/pemberian suara adalah bagian dari politik uang. Praktek jual beli suara ini sudah terjadi dari mulai tingkat desa sampai dengan negara. Dalam Undang-undang penyelenggaraan pemilu  pasal ke 245 ayat ke 1 mengenai larangan dalam kampanye disebutkan bahwa tim kampanye dilarang untuk menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta Kampanye Pemilu, kemudian di pasal lain  menyebutkan bahwa politik uang merupakan pelanggaran pemilu. Jadi, sudah jelas ideal dari pelaksanaan pemilu tidak perlu memberikan uang atau imbalan dalam bentuk apapun kepada pemilih. 


Risywah, Money Politic Dalam Islam

Di dalam islam money politic ini disebut juga dengan risywah (suap). Kata risywah berasal dari risyaaun yang bermakna hablun (tali/sesuatu yang dapat mengantarkan). Dapat pula dimaknai ju'lun yang artinya hadiah. Beberapa pendapat menyatakan risywah dapat dimaknai dengan cara sampai pada satu keperluan dengan rekayasa. Dari definisi-definisi tersebut kita dapat menyimpulkan bawa risywah adalah hadiah, komisi, pemberian, konsesi dan sejenisnya yang diberikan oleh penyuang (ar-raasyi) kepada penerima (al-murtasyi) dengan bantuan perantara (ar-raaisy) dalam rangka merekayasa atau memperoleh sesuati yang disepakati antara mereka yang terlibat. Sedangkan menurut Fatwa MUI No 23 Tahun 2000 risywah adalah pemberian yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dengan maksud meluluskan perbuatan batil (tidak benar menurut syari'ah) atau membatilkan perbuatan haq

Hukum dari risywah adalah haram dan Allah melaknat orang yang menyuap, memperantarai, dan menerima suap. Sebagaimana hadits yang diwiwayatkan oleh Abdullah Bin Amr,

"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah melaknat penyuap dan yang disuap" (HR. Ahmad)

Meskipun demikian masih ada beberapa pendapat yang menyebutkan bahwa risywah diperbolehkan apabila untuk mendapatkan manfaat dan dapat menghalangi kedzaliman. Akan tetapi Asy Syaukani mengemukakan argumen bahwa pada dasarnya harta seorang muslim itu haram sebagaimana terdapat dalam surat Al Baqarah 188. Tidak halal bagi seorang muslim kecuali memperolehnya dengan cara yang baik dan benar. Sedangkan sogok disamping membuat si penerima menjadi memakan harta orang lain dia juga telah menyulitkan dan memeberatkan seseorang.


Dampak Negatif Money Politic

Segala perbuatan yang sudah jelas dasar hukum pelarangannya pastilah memiliki dampak negatif. Begitu pula dengan money politic. Dikutip dari fatwatarjih.or.id menyebutkan dampak negatif tersebut antara lain: menciptakan moral masyarakat yang munafik, menyuburkan budaya menjilat, dan mendidik masyarakat menjadi penipu. Timbul sebuah pertanyaan, apabila memang dampak negatif yang muncul dalam praktek politik uang seperti ini, mengapa banyak calon atau caleg yang dianggap religius melakukan hal serupa? Padahal mereka seharusnya memberikan contoh dan aura lebih positif terhadap pelaksanaan pemilihan. Apalagi mereka adalah representasi orang yang dianggap berjuang membenahi moral umat. 

Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM telah mengadakan sebuah forum diskusi dengan tema Religiusitas dan Serangan Fajar studi Caleg Muslim di Pileg 2014 pada tahun 2018 lalu. Menurut Muhadjir selaku panelis yang telah melakukan penelitian mengenai tersebut mengatakan bahwa serangan fajar yang dalam bahasa akademik disebut juga dengan retail vote buying tetap marak terjadi karena tiga hal. 

Pertama, lemahnya penegakan hukum bagi pelaku money politic. Menurut data pada tahun 2014 ditemukan sebanyak 18.000 caleg yang melakukan vote buying akan tetapi hanya 18 orang yang kemudian diproses di pengadilan. Artinya hanya 1:1000 dari kasus vote buying yang kemudian diadili dan mendapatkan hukuman sebagaimana hukum yang berlaku. 

Kedua, pandangan para caleg religius mengenai fatwa. Secara jelas dan lugas MUI telah memfatwakan haram praktek politik uang, akan tetapi mengapa caleg religius tidak mematuhi fatwa tersebut? Hal ini disebabkan oleh kekuatan ikatan fatwa terhadap seseorang. Fatwa tidak bersifat mengikat sehingga seorang muslim dapat mengikuti atau menolak sesuai dengan kemauan pribadi. Ada beberapa pihak yang menganggap fatwa hanya sekadar anjuran atau nasihat. 

Ketiga, pembenaran para pelaku vote buying. Ada yang mengakatan bahwa niatlah yang menentukan hukum tindakan politik uang. Jika diniatkan untuk membantu dan sedekah maka itu diperbolehkan. Ada juga yang beralasan karena keadaan darurat dan melakukan politik uang lebih banyak manfaat daripada mudharatnya. Selain itu menurut para pelaku dosa dari politik uang masih bisa diampuni.

Pada poin ketiga ini sepertinya masih ada ruang untuk kita mengkritisi pandangan. Jika memang alasannya dapat semulia itu apakah akan sebanding dengan dampak negatif yang ditimbulkan. Kita semua harus mengakui maraknya praktek politik uang adalah bukti kegagalan dari semua partai politik dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilu dalam kehidupan bernegara.


Risywah untuk Sedekah, bolehkah?

Seperti disebutkan di atas, ada yang berdalih melakukan politik uang dalam rangka sedekah. Apabila memang berniat untuk melakukan sedekah kenapa tidak dilakukan melalui lembaga amil zakat saja? Dan kenapa pula harus dilakukan pada musim pemilihan. Masalah niat memang hanya sang pelaku yang mengetahui apa niatan sebenarnya. Akan tetapi persepsi yang muncul di masyarakat yang menerima tentunya berbeda. Terkadang jadi bertanya sih, bagi caleg atau calon pemimpin daerah yang melakukan risywah dengan kedok sedekah ini apakah akan menyampaikan kepada konstituen bahwa ini ada amplop sedekah dari bapak X semoga diterma ya dan mohon doanya untuk kesuksesan beliau. Atau hanya ini ada uang dari bapak X mohon dukungannya. 

Pertanyaan selanjutnya, darimanakah sumber dana sedekah itu? Apa benar berasal dari harta pribadi yang memang harus dibersihkan atau berasal dari hutang yang kemudian akan menjadi tanggungan lima tahunan.


Bagaimana dengan tujuan mencegah Mudharat yang lebih besar?

Ini juga menjadi alasan klise, seolah membenarkan hal batil untuk tujuan manfaat. Apakah benar hanya itu satu-satunya jalan untuk mencegah mudharat tersebut? Padahal jelas dampak buruk bagi caleg yang dianggap religius melakukan hal tersebut adalah semakin merusak moral masyarakat. Apalagi orang tersebut memiliki banyak pengikut dan dijadikan contoh tauladan. Parahnya, karena dia adalah teladan maka akan muncul stigma bahwa hal tersebut adalah hal yang halal dan boleh dilakukan.

Ada sebuah analogi, saat kita sedang melakukan ujian Fisika atau matematika, Adalah hal ajaib saat langkah awal mengerjakan soal kita salah konsep lalu mendapatkan jawaban yang benar. Sudah dapat dipastikan langkah yang diambil untuk menyelesaikan ujian akan melewati banyak keanehan dan pembenaran pribadi. Mengenai halal haram adalah sebuah aksioma yang tak terbantahkan. Mengapa kita masih mencoba mencari celah utnuk membenarkan? Jika bukan hanya karena terselubung ambisi manusia sok suci.

Wahai para politisi, jangan kotori moral dan sikap kami dengan beragam alasan pembenaran itu. Binalah masyarakat agar memahami apa sebenarnya tujuan pemilihan. Apa pentingnya keberadaan kalian? Apa dampak keberadaan kalian? Mengapa kami harus memilih kalian? 



Read More

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.