Cermin Diri

Habis ngebrel ma diajeng ichi alesa chan beberapa waktu yang lalu, akhirnya mendapat sebuah inspirasi bahwa untuk mengawali cerita tentang pembentukan karakter kita mulai terlebih dahulu dengan membahas tentang cermin. Dengan menggunkan cermin datar (yang biasanya kita pakai buat ngaca) kita dapat mengamati detail diri kita. Didalam cermin kita dapat melihat berapa jumlah jerawat, bentuk hidung, bagian mana yang terlihat gendut he..Kita butuh cermin yang dapat memantulkan bayangan yang sama besar dengan kita, dan itu dapat terjadi saat kita menggunakan cermin datar. Sifat dari hasil pemantulan cermin datar adalah tegak, maya dan sama besar. Jangan sampai salah memilih cermin. Ingat bercerminlah pada cermin yang tepat. Coba bayangkan kita bercermin pada cermin yang permukaannya tidak rata, bakal bocel-bocel kan wajah kita. Atau orang gendut bercermin pada cermin cembung...wuahhh bisa-bisa ga makan satu bulan satu malam deh gara-gara liat penampakan yang semakin gedhe. Sekedar saran, untuk menambah ke PD-an orang yang berat badannya tidak ideal bisa tuh pake cermin cekung kan keliatannya jadi kecil hihihi.
Kita membutuhkan cermin agar dapat mengamati diri, dan ini adalah langkah awal yang sangat menentukan dalam membangun karakter. Eh iya, maksud dari mengamati diri sendiri di sini tidak melulu mengenai bagaimana penampakan fisik kita aja lho ya, tapi juga non fisik. Kita membutuhkan cermin agar dapat melihat dengan jelas siapakah kita sebenarnya. Terkadang disadari atau tidak kita sering berasumsi tentang diri kita, kita merasa bahwa hidung kita sangat mancung tanpa menggunakan cermin maka, itu semua hanya asumsi. Terkadang juga kita terlalu over PD bahwa kita adalah orang baik atau sebaliknya over PD kalau kita sangat hina dina dan rendah serta nista #eaa. Untuk mengetahui siapa kita, bisa kita lihat dari orang-orang terdekat kita. Bisa dari keluarga, teman dekat, atau idola kita. Mereka adalah orang-orang yang dapat kita gunakan untuk mengetahui siapakah dan bagaimanakah kita.
Nb. Ini belum selesai cuy...,
Read More

Move On Ala Newton



Pagi tadi sempat pantengin TL, ga sengaja nemu kata-kata kayak begini, “Orang Fisika itu kurang kerjaan banget ya, masak gerak aja di itung pake ribet pula”. Lalu ada yang jawab, “itu tandanya orang Fisika bisa ngajarin buat move on”. Yup, move adalah bahasa Inggris yang memiliki arti bergerak dalam bahasa Indonesia. Membahas mengenai gerak berarti kita sedang membicarakan mengenai percepatan, kecepatan, jarak, perpindahan, dan gaya. Kalau dalam Fisika hal ini dirangkum dalam mekanika. Nah, mekanika sendiri dibagi menjadi dua bagian Kinematika dan Dinamika. Kinematika itu membahas mengenai bagaimana benda bergerak, sedangkan dinamika membahas mengenai mengapa benda bergerak.
Jadi, bagi kamoe-kamoe yang belum bisa move on dari masa lalu atau dari mantan perlu deh belajar mengenai kinematika dan dinamika gerak di Fisika. Buat kalian yang ngaku hobi banget ama yang namanya Fisika harus bisa jadi panutan serta contoh buat move on dari kegalauan dan rekan-rekannya (eeeaa). Pada sesi pertama ini kita akan bahas tentang mengapa benda bergerak. Itu artinya kita akan membabat habis Hukum Newton, karena yang menjadi alasan suatu benda dapat bergerak adalah gaya, atau force.
Om Newton telah hadir dengan 3 hukum yang dia cetuskan. Hukum Pertama Newton menyebutkan bahwa setiap benda tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju tetap sepanjang garis lurus, kecuali jika diberi gaya total yang tidak nol. Pusing ga? hehe intinya benda itu akan tetap diam atau bergerak dengan laju yang tetap jika tidak ada gaya yang bekerja disana. Gaya dalam hal ini diartikan dengan sebuah dorongan dari luar. Bagi yang belum bisa move on pasti dia demen banget ma hukum ini. Kalau dibuat hukum ala anak muda nie, seseorang tetap berada dalam kegalauan kecuali diberi motivasi yang tidak sama dengan nol. Yap, ingat prasyarat agar kita bisa move adalah adanya gaya yang bekerja pada diri kita. Ini bisa diartikan pula dengan motivasi dalam diri kita.
Motivasi itu bisa datang dari dalam diri kita atau datang dari luar. Buat orang-orang ekstrovert biasanya motivasi atau dorongan dari luar sangat mempengaruhi, em...bisa dibilang dia butuh teman untuk mengajaknya beranjak. Sedangkan orang-orang introvert biasanya hanya motivasi dari dalam dirinyalah yang mampu membuat dia beranjak dari suatu keadaan yang menyedihkan. Meski orang luar teriak-teriak pake toa kalau ga ada keinginan dalam dirinya ya...sama aja ga ngaruh cuy. Orang-orang inrovert pastilah memahami bahwa, benda mati pun dapat menimbulkan gaya. Misal, buku motivasi itu benda mati kan? tapi dia bisa mengalirkan energi yang mengakibatkan seseorang bergerak dari titik stagnasinya.
 Sekedar saran, segera kenali diri dengan baik, sebenanrnya kamu itu tipe mana? tipe yang perlu mendapat dorongan dari luar atau perlu dorongan dari dalam. Sehingga, ketika nanti terjebak dalam sebuah dilema yang amat pelik bisa langsung mengambil tindakan yang tepat. Misal, kaalau perlu dapat dorongan dari luar berarti segera mencari teman atau irang sekitar yang dapat memotivasi. Kalau dorongan yang dapat menggerakkan itu dari dalam segera stabilkan kondisi dan mulailah menenangkan diri serta mendekatkan diri kepada Tuhan agar diberikan kekuatan untuk melampaui badai kehidupan (aihhhh). Ngomong-ngomong tentang mengenali diri dengan baik jadi inget tulisan tentang cermin yang lagi kepentok he...
Eh, tapi...tapi ketika kita berada dalam situasi yang tanpa ada gesekan atau hambatan dikasih gaya juga percuma. Tetap saja kita akan dalam keadaan yang sama. Contohnya, saat sebuah benda berada di atas meja yang berpelumas..dia ga butuh gaya buat bergerak. Uda mah...nge glinding ajahh. Sama, kayak kita yang hidupnya lurus-lurus ajah..ga punya gejolak. Tau ga sih rasanya itu? ga seru sama sekali. Ibarat sayur tuh, hambarr tapi, jangan kebanyakan garam juga sihh ntar hidup kita jadi asyin. Hidup yang Cuma sekali harusnya mampu kita buat sebuah coretan kisah yang menyejarah. Selain gaya dibutuhkan untuk bergerak, gaya juga mempunyai fungsi untuk menyeimbangi gaya gesekan. Well, terlalu besar gesekan juga ga baik nanti jadi terlarut dalam masalah tapi, ga punya gesekan juga kita ga bakal jadi orang yang berkembang.
Oke, kita akan pindah ke hukum kedua Newton. Dalam hal ini om Newton sudah mulai berbicara tentang hubungan gaya dengan massa dan percepatan. “Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya”. Giancoli mendefinisikan gaya sebagai sebuah aksi yang dapat mempercepat sebuah benda. Em...berarti seseorang dapat cepat move itu tergantung dari besarnya gaya atau aksi yang dia dapatkan. Yups, karena sekali lagi aye tandaskan bahwa, gaa total itulah yang mampu menyebabkan terjadinya percepatan. Ingat dalam persamaan hukum kedua newton ini gaya sebanding dengan massa, jadi makin besar massa makin sulit merubah keadaan gerak benda.  Maka, jangan pernah menumpuk-numpuk masalah ya...biar penyelesaiannya juga lebih mudah dan sederhana.
Ibaratnya, masalah yang sebenarnya kecil itu hanya membutuhkan cara penyelesaian yang sederhana, tidak terlalu banyak menguras banyak energi. Tapi, saat kita terlalu lama berlarut-larut dalam masalah kecil itu masalah yang sebenarnya kecil menjadi sulit untuk diselesaikan. Coba saja, kita meletakkan kapas di atas telapak tangan selama 2 hari tanpa berubah posisi. Dibandingkan dengan memindahkan 5 kg batu. So pasti, kita merasa bahwa tangan yang di atasnya hanya kapas itu lebih pegal daripada yang memindahkan batu. Ya iyalah...2 hari kayak gitu, Kurang kerjaan. Sama banget tuh, ma orang yang terjebak dalam masa lalunya kemudian dia tidak mampu berpindah dari menuju start kehidupannya yang baru.  
Pada penasaran ga sih apa itu percepatan? percepatan merupakan kecepatan yang ditempuh dalam tiap satuan waktu. Percepatan itu sangat tergantung dengan kecepatan dan lama yang diempuh. Ini nantinya yang akan membuat cepat atau lambatnya seseorang bangkit dari keterpurukan. Semakin cepat dia bergerak maka, semakin sedikit waktu yang perlu dia tempuh. Never ending to move...teruslah bergerak maka luka yang bersarang didalam dada itu lama kelamaan akan hilang, tidak akan terasa. Meski, dia berbekas tapi jika kita selalu bergerak dengan kecepatan sangat cepat kita akan lupa bahwa kita mempunyai luka. (puitis bgt ga sihhh). Nanti deh kita bahas sepaket ma jarak, perpindahan, kelajuan, dan kecepatan.
Dalam kita melakukan sebuah usaha untuk bergerak berbeda dari biasanya pastilah sering mendapatkan pertentangan. Hukum ketiga newton yang sangat sederhana menjelaskan bahwa “untuk setiap aksi ada reaksi yang sama dan berlawanan arah”. Setiap aksi pasti ada reaksi...setiap ditusuk pasti ada rasa sakit kemudian kita berteriak. Ya...begituah penggamarannya. Reaksi itu dimunculkan oleh pihak lain, yang ditusuk kan tangan tetep saja yang teriak itu mulut he..Jetika kita mencoba bergerak dari keterpurukan pasti ada halangan yang menghadang. Dalam hal ini, perlu kita pamahami bahwa sudah menjadi keharusan untuk kita mempunyai Gaya total yang lebih besar dari gaya gesek yang ada. Asal kalian tau, saat gaya gesek lebih besar dari gaya total maka benda tidak akan bergerak. Saat aksi yang kita lakukan ternyata tidak mempunyai daya dorong yang lebih besar maka sama aja. Kita akan dia tidak bergerak. 

Perubahan adalah sebuah kepastian, kalau kata babe gue..dia merupakan salah saatu hal yang bersifat abadi di dunia ini. Iya, yang abadi adalah perubahan dan perubahan. Saat kita ingin berubah pastinya ada yang kemudian memberikan reaksi yang tidak menguatkan keinginan kita untuk berubah, tetapi malah membuat kita menjadi semakin terlarut dalam keterpurukan. Sekali lagi, jika kamu ingin bergerak maka perbesarlah gaya dalam dirimu agar gerakan atau move yang kamu lakukan itu memiliki percepatan yang besar. Yakinlah bahwa ketika malam semakin gelap, itu pertanda fajar sudah dekat.     
 


Read More

Catatan 31 Desember 2014



Owalah ini catatan 31 Desember 2014 to...wuaow, ayo selesaikan. Setelah ini masih banyak yang harus diselesaikan lagi. Merangkai kata sejuta makna untuk seluruh insan keturunan adam dan hawa.
 


Setelah satu bulan guling-guling mencari inspirasi. Akhirnya pagi ini saya akan memulainya, jika perlu selama satu tahun menyelesaikan sebuah tulisan. Nggaya banget ya, padahal kebetulan aja diselesaikan tanggal 31 Desember. Huffffh bismillah semoga Allah memberikan ilham berupa kata yang akan mengajak manusia ke jalan kebaikan.
Berdasarkan  hasil pemikiran yang mendalam saya ingin membuat sebuah kesimpulan bahwa dalam pembentukan karakter remaja konsep Fisika ini saya bagi menjadi tiga bagian:
1.    Dinamika gerak jika kita dalami akan mengajak kita dalam memahami tentang bagaimana seharusnya manusia hidup. Salah satu ciri kehidupana dalah bergerak. Hukum newton akan memberikan banyak pilihan. Selain itu gerak lurus beraturan, berubah beraturan juga akan memberikan banyak masukan untuk kita semua. Gaya atau dorongan, kecepatan, waktu, jarak, percepatan, usaha dan beberapa elem lainnya merupaka  sebuah inspirasi dalam mengarungi samudra kehidupan.
2.    Listrik dan kemagnetan akan membahas tentang hubungan manusia yang satu dengan yang lainnya. Bagaimana muatan yang satu berinteraksi dengan muatan yang lain. Kemudian sebuah benda mampu menarik benda yang lainnya.
3.    Nah, kalau berdasarkan perenungan ne...Fisika modern dan Fisika Kuantum dapat membantu kita dalam memahami hubungan kita dengan Tuhan. Benda mikro aja mampu taat terhadap aturan yang telah diberikan Tuhan.
Nah, bingung kan termodinamika, astronomi ma optik mau masuk mana hahaha...nanti dia akan menemukan tempat yang terbaik. Semoga Allah mengilhamkan kata-kata kepada hambaNya ini.]mentok
Read More

Nasihat Coloumb



Charles-Augustin de Coulomb (14 Juni 1736 - 23 Agustus 1806) adalah seorang ilmuwan Perancis yang diabadikan namanya untuk satuan listrik untuk menghormati penelitian penting yang telah dilakukan oleh ilmuwan ini. Coulomb berasal dari keluarga bangsawan yang berpengaruh hingga pendidikannya terjamin. Ia berbakat besar dalam bidang matematika dan belajar teknik untuk menjadi Korps Ahli Teknik Kerajaan. Percobaan Coulomb menunjukkan bahwa gaya listrik antara dua benda bermuatan sebanding dengan muatan masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dua benda tersebut. Pernyataan di atas dikenal sebagai hukum Coulomb. Berdasarkan hukum Coulomb, gaya listrik pada dua benda makin besar bila muatan listrik keduanya makin besar atau jarak keduanya makin kecil. Sebaliknya, gaya listrik pada dua benda makin kecil bila muatan listriknya makin kecil atau jarak keduanya makin besar.

F= k (q1q2/r2)

Dimana F merupakan gaya, k merupakan tetapan Coloumb, q merupakan muatan, dan r adalah jarak antara muatan 1 dan muatan 2.
Saat kita memahami maksud dari persamaan ini secara filosofis maka, secara tidak langsung kita sedang mendapatkan nasihat dari Coloumb mengenai bagaimanakah cara kita membina hubungan. Sehingga F adalah besar kecilnya ikatan chemistry, k merupakan sarana untuk melakukan komunikasi atau membina sebuah hubungan, muatan q merupakan 2 orang yang berbeda, dan r adalah jarak yang memisahkan. Bila dua orang didekatkan sehingga jarak keduanya menjadi setengah kali jaraknya semula, maka ikatan antara keduanya menjadi empat kali ikatan semula. Sebaliknya bila dua orang tersebut dijauhkan sehingga jarak keduanya menjadi dua kali jarak semula, maka ikatan antara keduanya menjadi seperempat kali ikatan semula. 

Hubungan seorang manusia dengan Rabb nya. Jarak terdekat manusia dengan Allah adalah saat melakukan sujud. Semakin sering kita bersujud kepada Allah (red: sholat) maka saat itu pula kekuatan spiritual kita akan semakin besar. Hati menjadi lebih tenang dan nyaman. Salah satu cara berkomunikasi dengan Allah adalah dengan doa dan membaca Al Qur’an maka, ketika lisan kita selalu basah mengagungkan asmaNya kita akan lebih merasa bahwa Allah sangat dekat dengan kita.


Hubungan antara manusia dengan manusia. Bisa tentang persahabatan, percintaan, kekeluargaan. Bagi yang lagi LDR-an,, jarak antara dua muatan dapat diartikan sebagau jarak antara dua insan manusia. Perpisahan merupakan pasangan dari sebuah pertemuan. Setiap orang pastilah pernah mengalami sesuatu yang disebut dengan perpisahan. Saat berjarak antara satu dengan yang lainnya, disanalah ada ujian kesabaran dan kesetiaan (wkwkwk kayaknya ga nyambung ya).

Hukum Colaumb ini bisa juga kita hubungkan dengan sebuah dustur Ilahi pada surat Al Anfal ayat 63. Yang artinya “Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana
Surat tersebut menjelaskan kepada para manusia bahwa, yang menyatukan hati adalah Allah. Sehingga seringnya kita menyebut nama orang yang sangat berarti untuk kita dan memohon kepada pemilik hati untuk selalu menguatkan ikatannya adalah salah satu cara agar jarak yang jauh itu menjadi bernilai kecil. Kenapa? karena jarak itu tidak selalu tentang raga tetapi juga berbicara tentang jiwa...tentang kedekatan hati. Yaps, inti nasihat dari om Coloumb buat kita semua adalah perpendeklah jarak dengan orang lain agar besarnya gaya ikatan antara kita dengannya semakin besar. Memperpendek jarak bisa dengan saling bertemu dalam doa.
Untuk seseorang yang ada disana, selalu mencintaimu karenaNya. Ehem...benerin jilbab :)
Read More

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.