Pemuda Pembawa Energi Al Qur'an

Youth Quantum Qur'an (Pemuda Pembawa Energi Al Qur'an) adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang keagamaan di kalangan pemuda dan pelajar. Lembaga ini berada di bawah yayasan Daya Muda Indonesia. Yayasan yang baru aja lahir ke dunia.

Nama lembaga tersebut tercetus di selasar baca SMA N 2 Temanggung. Ceritanya, MT SMADA mau ngadain wisuda Al Qur'an pada saat bulan puasa, bertepatan dengan pelaksanaan pesantren kilat. Acara wisuda Al Qur'an ini diharapkan mampu menghapus kenangan tentang SMADA yang dikenal rada horor.

Youth Quantum Qur'an memiliki arti pemuda yang membawa paket paket energi Al Qur'an. Membumikan Al Qur'an di kalangan pelajar dan pemuda. Menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman hidupnya. Tiada hari tanpa Al Qur'an. Meniupkan  ruh Al Qur'an kepada setiap jiwa pemuda.

Ketua dari lembaga ini belum ditemukan 😷 misi dari YQQ -begitu kami menyebutnya- membuat harus selektif memilih pucuk pimpinan. Tentu saja dia harus bersedia menjadi icon pemuda yang membawa cahaya Al Qur'an. Tidak harus hafidz, tidak harus sempurna... cukup dia yang bersemangat mempelajari dan mengajarkan Al Qur'an.

Bismillah, ya Allah... Ridhailah lembaga baru kami ini. Semoga banyak orang yang akan lebih mengenalmu melalui ikhtiar ini, sehingga banyak pemuda yang akan membawa energi Al Qur'an. Hanya dengan izinmu niat baik ini akan bermuara pada awal mulanya.


Read More

Ah.... Perkataan Ibu Itu


Ah, perkataan ibu itu emang sesuatu. Saat menimang nimang bayi dewasa, eh dianya malah cerita. Akhirnya aku ingat dua peristiwa tentang Thomas Alfa Edison dan Imam Masjidil Haram.

Pada suatu hari, ibu Thomas menerima surat dari sekolah yang intinya mengeluarkan anaknya. Nilai anaknya sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Setelah mendapat surat tersebut ibu Thomas berkata bahwa sekolahnya sudah tidak mampu mendidiknya karena Thomas terlalu jenius, dan mulai dari sekarang dia akan belajar dengan ibunya. Si Ibu tidak pernah bilang kepada Thomas bahwa dia dikeluarkan karena dia "bodoh". Bayangkan andaikan si ibu berkata Thomas Alfa Edison bodoh dan dia memarahi dia habis-habisan, mencaci maki karena ketidakmampuan mengikuti pelajaran, hari ini kita tidak akan mengenal penemu lampu bernama Thomas Alfa Edison.

Saat Sudaish membuat berantakan meja makan, sang ibu marah sambil berkata bahwa anaknya akan menjadi imam masjidil haram. Akhirnya, kita kenal beliau sebagai imam masjidil haram.

Dua cerita ini selalu membayangi setiap aku mendampingi putri kecilku yang dewasa 😀. Kujaga benar perkataan untuknya. Saat mau mimim lalu dia ngoceh aku bilang padanya, "Calon pembicara internasional, penguasa 9 bahasa". Saat dia nakal, orang sekitar berkata buruk padanya kutatap kedua matanya dan berkata hal baik tentangnya. Kujelaskan kepadanya tentang kesalahpahaman orang-orang tentangnya. Lalu ku kecup keningnya dan berkata, "Ibu sayang Tabina, bapak sayang Tabina, itu tandanya Allah juga sayang Tabina".

Jika kataku adalah sabda, dan ridhoku adalah ridhoNya maka aku tahu harus bagaimana aku berkata padamu. Sayaaaang kamu, Tabina Evren Karissa.


Read More

Yang Sering Terlihat Hanya Hasil Bukan Proses


"Dia sudah gagal".
"Ternyata dia tidak terlalu pintar, nilainya rendah".
"Waaah hebat dia juara"
"Dia tidak lagi punya kesungguhan"
"Ahhh itu sih gampang, makanya dia bisa"
"Harusnya dia bisa, kan sudah mudah to?"

Begitu kira-kira celetukan yang sering kita dengar dari sekitar atas apa yang terjadi dengan diri kita. Mereka -orang luar- tak pernah merasakan proses yang kita lakukan. Hanya sebatas cover yang bisa saja kita manipulasi dengan beragam emoticon 😷. Kepayahan, kesungguhan mana ada yang bisa menilai. Yaps, karena pada akhirnya akan dipahami bersama bahwa proses menjadi penilaian Allah atas diri tiap hamba. Sedangkan manusia sebatas penonton "hasil jadi" dari setiap usaha yang sudah dilakukan.

Merasa diremehkan dan disepelekan atas peluh yang telah dikeluarkan memang menyakitkan. Tetapi Allah lebih detail melihat proses kita. Allah lebih tahu berapa mili jumlah air mata yang tumpah membasahi pipi. Air mata itu tak terceritakan, kesedihan itu tak tercitrakan. Lalu, apa kau masih peduli pake banget dengan penilaian manusia?

Setiap orang berhak menilai, tapi kita tetap harus meyakini pemberi nilai terbaik dan tertepat hanyalah Allah. Manusia bisa saja memberikan penilaian tak sesuai karena titik acuan penilaiannya sekehendak dirinya atau dia tidak melihat keseluruhan perjalanan secara utuh dan menyeluruh.

Teruslah berproses, setiap kejadian pastilah Allah menyediakan berjuta kebaikan. Jalan hidup yang ditempuh hari ini akan membuatmu lebih mendewasa serta membawa imanmu pada tangga yang lebih tinggi. Sesungguhnya sholatmu, ibadahmu, hidupmu, dan matimu hanya untuk Allah. Selamat menikmati jamuan dari Sang Maha. Semoga selamat sampai JannahNya.


Read More

Belajar Dari Kekuatan Gajah

Alkisah, ada seekor anak gajah yang tinggal di hutan belantara tertangkap oleh kolektor binatang. Sang gajah di tempatkan dalam sebuah kandang dengan kaki dirantai dan dibanduli dengan bola besar terbuat dari besi. Kolektor tersebut memiliki kebun binatang pribadi, tak heran selain gajah masih hanyak binatang lainnya. Anak gajah ini merasa terkekang dan menderita. Dia meronta, berusaha melepaskan diri dari jeratan. Setiap kali mencoba tubuhnya selalu malah dengan bandul besi di kakinya. Berulang kali dia mencoba, tetapi selalu berakhir sama, gagal. Dia menyerah... pasrah. Dia menghentikan usahanya. Kolektor binatang menyadari jika gajah telah putus asa dan pasrah menerima nasib barunya. Kemudian penjaga diminta mengganti bandul besi dengan bandul yang terbuat dari kayu. Apakah sang gajah meronta? Tidak... dia berfikir jika usahanya akan sia-sia, padahal saat bandul besi diganti dengan bandul kayu sudah pasti gajah bisa melarikan diri.

Diakui atau tidak, terkadang manusia mengalami hal serupa dengan gajah. Menghentikan segala daya upaya karena merasa gagal, terlalu berat rintangan yang harus dilalui. Lelah menemui kegagalan. Akhirnya, menikmati kesulitan dan kekalahan. Meski ujian yang diberikan sebenarnya sudah diganti takarannya tetap saja enggan untuk berusaha. Dalam kepalanya selalu berfikir bahwa dia hanya akan menemui kegagalan. Usahanya hanya akan menjadi kapas yang tak berarti. Upayanya hanya melahirkan kelelahan dan tambahan rasa sakit.

Padahal, seharusnya kita tidak boleh langsung begitu saja menyerah menghadapi kenyataan. Jadikan semuanya sebagai sebuah tantangan yang harus diselesaikan. Diamnya kita dalam jeratan masalah hanya akan membuat setan bahagia karena kita telah menjadi manusia yang tak yakin pertolongan Allah dalan setiap usaha kita.

Terus saja berbuat, terus saja berusaha. Siapa tau sebenarnya beban kita sudah dikurangi hanya bentuknya saja yabg berbeda. Yakinlah, nasib kita akan berubah saat kita mau merubahnya... macam di surat Ar Ra'd ayat 11.

Habis baca buku Memperbaiki Nasib, karya Ibrahim Elfiky


Read More

Waktu Adalah Unsur Terpenting Dalam Menebar Kebaikan


Kata Ustadz Salim kita kudu bersabar saat bersama orang baik. Namanya bersama orang baik pastilah saat melakukan kesalahan langsung dapat alrm berupa pengingatan. Tak jarang pengingatan itu membuat jadi bosan dan tak sabar bersama dengan orang-orang baik itu.

Tulisan ini bisa jadi sebuah tips untuk orang-orang baik dalam memberikan peringatan.  Yuhuuu waktu adalah unsur terpenting dalam menyampaikan kebaikan. Hal baik akan diterima buruk saat disampaikan dengan cara dan waktu kurang tepat. Sebelum menyampaikan nasihat ada baiknya melihat kondisi objek. Konon, nasihat itu akan sia-sia apabila disampaikan kepada orang yang sedang marah atau orang yang sedang jatuh cinta. Kedua orang dalam kondisi tersebut berada dalam keadaan tidak siap menerima pemikiran baru. Dirinya sedang dikuasai perasaan yang menyingkirkan logika. So, tunggulah sampai kondisi memungkinkan untuk menyampaikan nasihat.

Pengulangan secukupnya. Sangat menggemaskan ketika mencoba mengingatkan tetapi tidak digubris. Macam masuk telinga kanan langsung mental gitu. Rasa gemas dengan kondisi secara wajar mendorong untuk melakukan pengulangan pengingatan. Hanya saja terlalu sering mengingatkan juga dapat memperkeruh keadaan. Perasaan jengah dari objek yang sedang diingatkan sangat mungkin terjadi. Bahkan tak jarang menciptakan anti bodi tersendiri terhadap pesan yang disampaikan. Perlu dikoreksi gaya penyampaian, diksi kata yang dipilih. Meski memberi peringatan yang sama tiap harinya kalau kitanya kreatif dalam menyampaikan pastilah akan ada feed back berbeda.


Para penyeru kebaikan memang perlu kreatif agar kebaikan yang disampaikan tidak terkesan tua dan membosankan. Memahami objek dipadukan dengan timing tepat akan menumbuh suburkan kebaikan yang ada.


Read More

Bukannya Kurang Orang Mungkin Hanya Kurang Ide

Tuh kata-kata selalu terngiang setiap kali menghadapi kegalauan dalam menentukan siapa ada di mana. Kata-kata mb Maul yang penuh pesona itu selalu terngiang...ya bener, terkadang kita cuma butuh ide untuk melakukan sesuatu.

Setiap kali mau ngadain acara kepentok terus siapa yang mau jadi ketuanya? Waaah kita dikit banget ya orangnya. Sebenarnya kita hanya butuh memberdayakan orang yang. Seringnya ujung dari kegalauan menentukan siapa ada dimana adalah ngga jadi ngadain acara atau membentuk sesuatu yang baru. Beberapa hal ini sepertinya perlu banget dilakukan oleh komunitas atau lembaga dalam menempatkan SDM yang dimiliki.

Pertama, list seluruh anggota yang ada. Ini penting pake banget, bisa jadi ada anggota yang keselip. Namanya juga manusia, lupa itu sesuatu yang wajar. Tapi menjadi seseorang yang dilupakan keberadaannya itu sakiiit banget. So, tulis lebih dulu semua SDM yang dipunyai selain mengingat juga untuk memperhitungkan kekuatan kita.

Kedua, list potensi anggota. Setelah list nama tuliskan juga potensi dari anggota. Kemampuan antara satu dengan lain pastilah berbeda. Seandainya banyak pun pasti ada satu yang paling menonjol. Kalau bisa nggak cuma list potensi aja, tapi sekalian prioritas potensi yang dimiliki dan mau dikembangin lewat lembaga atau komunitas tersebut. Kemampuan kita dalam memahami potensi ataupun kemampuan anggota menjadi modal awal untuk menempatkam seseorang sesuai lada tempatnya. The right man on the right place, gitu istilah tenarnya.

Terakhir, mulai utak-atik. Tempatkan anggota sesuai kemampuannya. Jangan terlalu dipaksakan, bantu setiap anggota mengembangkan potensi mereka masing-masing. Jadi, ketergabungan seseorang dengan komunitas/lembaga akan berdampak positif terhadap pengembangan diri mereka.

Jika memang tidak memiliki anggota yang tak punya kemampuan mumpuni berarti perlu dilakukan evaluasi terhadap rekrutmen dan pembinaan anggota. Tapi evaluasi ini jangan kelamaan nanti ga jalan-jalan kegiatannya 😁. Evaluasi besar-besaran perlu dilakukan saat kita menjadi stag karena faktor anggota yang tidak punya ide atas kondisi yang terjadi. Evaluasi internal. Sungguh perlu dikasihani saat sebuah komunitas atau lembaga mengalami hidup segan mati tak boleh. Udah mah... anggotanya dikit miskin ide pula. Hmh... perlu ganti generasi kayaknya hihihi. Menunggu Allah mengganti dengan generasi yang lebih baik.

Yuk ah semangaaaat, lebih siap jadi generasi yang tergantikan atau menggantikan. Semua pilihan ada di tangan kita. Saatnya kulakan ide biar tetep ngeksis.
Tulisan dibuat di tengah-tengah nyari ketua YQQ hihi.


Read More

Agar Tidak Konsisten Dengan Inkonsisten

Konsisten dengan inkonsisten, sebuah kalimat yang cukup familiar saat masih belajar di BAPPEDA kabupaten Temanggung. Maklumlah, orang-orang disana akrab banget sama rencana. Makanya menjadi badan di lingkungan SKPD yang paling sadar ada inkonsisten dalam menjalankan rencana dalam pembangunan daerah.

Inkonsisten sebenarnya mirip dengan sebuah penghianatan janji. Rencana, keinginan yang tidak diperjuangkan dengan gigih adalah sebuah penghianatan terhadap hati dan komitmen yang pernah terpatri.

Sebenarnya ilham dari judul ini adalah kata-kata yang dulu kala sempet ngehits, "Karena istoqamah itu butuh saudara". Yuhuuu istiqamah adalah bahasa langitan dari konsisten. Nah...biar kita bisa ninggalin kebiasaan inkonsisten emang butuh banget banyak orang. Tentunya bukan sembarang orang. Kita butuh orang yang punya komitmen sama dengan kita. Fungsinya, orang tersebut akan menjadi alrm saat kita masuk wilayah inkonsisten. Mengingatkan saat kita mulai kehilangan arah, memberikan semangat saat kita merasa lelah.

Carilah komunitas yang mendukung niatan. Sebab, istiqamah itu butuh kebersamaan. Disana akan ditemui semangat saling berlomba memberikan yang terbaik. Bahkan kadang ada unsur pemaksaan untuk tetap pada rel. Komunitas yang homogen sangat baik mendukung konsistensi kita.

Lihat kembali rencana dan komitmen yang telah dibuat. Lakukanlah review setiap hari atau bulan agar tingkat inkonsistensi dapat terdeteksi dengan segera. Kalau menemukan penyimpangan cukup jauh maka segera istighfarlah dan temukan jalan pulang. Jangan malah semakin terbuai dengan inkonsistenan kita.

Meski demikian, jangan sedih kalau kita sering inkonsisten. Karena itu artinya kita pernah membuat sebuah perencanaan. Daripada ga pernah inkonsisten gegara ga punya rencana #eh.


Read More

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.